1000 Orang Tewas Karena Virus Corona, Ratusan Pejabat Senior Dicopot

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 14 Februari 2020 06:12
1000 Orang Tewas Karena Virus Corona, Ratusan Pejabat Senior Dicopot
Ada yang dipecat, ada yang turun pangkat.

Dream - Partai berkuasa China mencopot sejumlah pejabat senior menyusul jumlah kematian akibat virus corona yang terus meningkat dan sudah melebihi 1.000 jiwa.

Sekretaris partai untuk Komisi Kesehatan Hubei bersama ketua komisi merupakan pejabat paling senior yang sejauh ini dicopot. Wakil direktur Palang Merah setempat juga dikut dicopot karena kelalaian tugas dalam penanganan donasi.

Dilaporkan BBC, Senin lalu angka kematian yang tercatat di Provinsi Hubei saja mencapai 103 orang. Sedangkan jumlah kematian di seluruh China mencapai 1.016 jiwa.

Tetapi, jumlah kasus terinfeksi virus corona mengalami penurunan sejak sehari sebelumnya. Kasus infeksi turun 20 persen dari 3.062 ke 2.478.

Pakar pernapasan terkemuka China, Zhong Nanshan, memprediksi puncak infeksi virus corona terjadi bulan ini. Sementara wabah virus baru berakhir pada April nanti.

Zhong mendasarkan prediksinya dari perhitungan matematis, kejadian terkini, serta tindakan pemerintah. Tetapi, prediksi Zhong dianggap terlalu dini.

1 dari 5 halaman

Sudah Dicopot, Bakal Kena Hukuman

Media resmi pemerintah melaporkan ada ratusan pencopotan pejabat, investigasi, dan peringatan di seluruh Hubei selama wabah melanda. Tetapi, kasus pencopotan ini tidak selalu berarti pemecatan, ada yang hanya mengalami penurunan golongan.

Selain dicopot, para pejabat juga bisa mendapatkan hukuman dari Partai Komunis yang menguasai China. Contohnya, wakil direktur Palang Merah, Zhang Qin, mendapat peringatan serius intra-partai dan juga masalah administrasi yang serius.

Dua pejabat partai di Hubei digantikan tokoh nasional, Wakil Direktur Komisi Kesehatan Nasional China, Wang Hesheng.

Awal bulan ini, wakil kepala biro statistik Wuhan juga dicopot. Alasan yang diterapkan yaitu pelanggaran aturan yang relevan dalam pendistribusian masker.

2 dari 5 halaman

Warga China Positif Corona Sepulang dari Bali, Dinkes Lacak Jejaknya

Dream - Dinas Kesehatan Bali sudah mengetahui informasi turis asal China, Jin, yang diketahui terpapar virus Corona setelah pulang berlibur dari Pulau Dewata. Kini, Dinas Kesehatan Bali tengah melakukan penelusuran.

" Saya barusan dapat baca infonya. Kalau kita runut dia ke Balinya sekitar 9 hari sebelum dia terpapar corona," kata Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Ketut Suarjaya, dikutip dari iMerdeka.com, Kamis 13 Februari 2020.

" Jadi kemungkinan saja dia setelah sampai di China baru terpapar karena pada waktu itu kan memang kondisi China sedang outbreak," tambah dia. 

Suarjaya meyakini Jin terpapar virus yang dikenal dengan nama Covid-19 saat berada di China. Sebab, masa inkubasi berlangsung selama tiga hingga tujuh hari.

" Masa inkubasinya tiga sampai tujuh hari padahal di China terkena sembilan hari setelah dia meninggalkan Bali kan begitu. Dia sembilan hari sudah meninggalkan Bali, itu kemungkinan pertama dia dapatnya di China," ujar dia.

" Kemungkinan ke dua masa inkubasinya juga memperpanjang sampai 14 hari. Karena di Bali tidak ada kasus (corona). (Kemudian) 14 harinya berarti apakah dia selama di Bali masih membawa virus? Harapan kita tidak, karena hitungan-hitungannya 14 harinya di mana kenanya di Bali, sedangkan di Bali tidak ada kasus," kata dia.

3 dari 5 halaman

Sempat Berlibur di Bali

Meski demikian, Dinas Kesehatan Bali akan melacak kemana saja Jin selama di Bali. Sebab, pihaknya telah menerima data Jin dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia.

" Tapi walaupun begitu tetap kita lakukan contact tracking, di mana dia menginapnya. Hari ini, kita cari datanya karena tidak mudah (mencari) dia menginap," ujar Suarjaya.

Seperti diketahui, seorang warga China dinyatakan positif terkena virus corona oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Huainan, Provinsi Anhui, pada Rabu, 5 Februari 2020. Menurut akun resmi Pemerintah Provinsi Anhui di laman Weibo, dia sebelumnya sempat berkunjung ke Bali akhir Januari 2020.

Lelaki tersebut dilaporkan terbang ke Bali dari Wuhan menggunakan maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2618 pada 22 Januari. Setelah sepekan, warga China itu lalu terbang ke Shanghai menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-858 pada 28 Januari 2020.

Begitu sampai di Shanghai, dia sempat menginap di hotel Bandara Pudong dan pergi ke Stasiun Selatan Nanjing keesokan harinya untuk menuju ke Huainan menggunakan kereta bernomor seri G1814 dan G2809. Delapan hari kemudian, warga China itu dinyatakan positif terjangkit virus corona oleh CDC Kota Huainan.

Sumber: 

4 dari 5 halaman

500 Staf Rumah Sakit di Wuhan Terinfeksi Virus Corona

Dream - Sebanyak 500 staf rumah sakit di Wuhan, Hubei, China, terinfeksi virus corona. Kondisi ini membuat rumah sakit mengalami kekurangan staf.

Menurut South China Morning Post (SCMP) pemerintah Chinta telah melaporkan kasus-kasus petugas kesehatan yang terinfeksi virus Corona. Sumber dari rumah sakit menyatakan, kabar ini tidak disebarkan secara menyeluruh untuk menjaga moral petugas kesehatan.

Saat ini, pemerintah China terus meningkatkan moral staf medis di garis depan setelah kematian Li Wenliang.

Li meninggal usai mengidap virus corona. Dia sempat diamankan polisi karena dianggap menyebar kebohongan mengenai virus baru yang belakangan diberi nama Covid-2019 itu.

5 dari 5 halaman

Jumlahnya Dibenarkan Pihak Rumah Sakit

Sebuah tayangan yang beredar online mengungkapkan skala infeksi di antara petugas medis di Wuhan.

Pada pertengahan Januari, ada sekitar 500 kasus yang dikonfirmasi di antara staf rumah sakit, sementara 600 lainnya diduga terinfeksi. Sebuah sumber dari sebuah rumah sakit besar di Wuhan mengkonfirmasi bahwa slide itu asli.

Angka-angka yang ditunjukkan pada tayangan itu sejalan dengan angka yang diberikan dua dokter lain dari rumah sakit besar di Wuhan.

Mereka yang terinfeksi termasuk setidaknya 100 staf dari Rumah Sakit Wuhan Xiehe dan Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, dengan masing-masing 50 kasus lagi dari Rumah Sakit Nomor 1 Wuhan dan Rumah Sakit Zhongnan.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'