Sudah Ada 47 Kasus Corona, Indonesia Belum Tutup Penerbangan ke Singapura

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 13 Februari 2020 14:00
Sudah Ada 47 Kasus Corona, Indonesia Belum Tutup Penerbangan ke Singapura
Pasien penderita di Singapura Covid-19 sudah mencapai 47 kasus.

Dream - Indonesia belum berniat menutup penerbangan dari dan ke Singapura. Meskipun negeri tetangga itu telah mengonfirmasi 47 kasus infeksi virus Corona atau Covid-19.

" Sampai saat ini kami belum ada rencana melakukan penundaan penerbangan (ke Singapura) seperti China," ujar staf khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 13 Februari 2020.

Menurut Adita, penerbangan dari dan ke Singapura akan ditutup apabila penyebaran virus Corona meluas. Kementerian Perhubungan, tambah dia, akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memantau kondisi di Singapura.

" Ini tergantung dengan dinamika penyebaran virus, kami akan intens koordinasi dengan Kemenkes dan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri)," ucap dia.

Adita mengatakan, arus penumpang dari dan ke Singapura cukup besar, yaitu 5,6 juta kapasitas kursi dan 580 penerbangan tiap pekannya. Kemenhub, kata dia, akan melakukan upaya pencegahan sebaran Covid-19 di pintu masuk bandara dan pelabuhan.

" Thermal scanner ada di semua bandara dan pelabuhan, kami kerja sama intens dengan petugas pelabuhan dan bandara. Kami kerja sama intens dengan imigrasi dan beacukai," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

1 dari 6 halaman

Telepon Xi Jinping, Jokowi Tawarkan China Bantuan Tangani Virus Corona

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan bantuan ke Presiden China, Xi Jinping terkait penangangan virus corona.

" Saya berbicara melalui telepon dengan Presiden RRT (Republik Rakyat Tiongkok), Presiden Xi Jinping,” ucap Jokowi, dikutip Dream dari laman Liputan6.com, Rabu, 12 Februari 2020.

Dalam pembicaraan tersebut, Jokowi mengatakan pemerintah Indonesia siap memberikan bantuan yang diperlukan untuk membantu mempercepat penanganan.

" Saya sampaikan Indonesia siap untuk memberikan bantuan,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan Indonesia akan selalu bersama dengan China dalam masa yang sulit seperti ini. Presiden meyakini pemerintah Tiongkok bisa menyelesaikan masalah virus coronan yang muncul dalam waktu cepat. 

2 dari 6 halaman

Protokel Indonesia Sudah Sesuai SOP

Saat ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, bahwa Indonesia sudah sesuai dengan standar protokoler kesehatan dalam mendeteksi virus corona. Dia menyebut, Indonesia kini sudah mempunyai alat yang sudah teruji.

Terawan mengatakan, hingga kini memang belum ada kasus virus Corona di Indonesia. Perihal ada pihak yang merasa heran soal kenyataan ini, Terawan mengaku tak ambil pusing.

" Mereka boleh heran tapi itu kan kenyataan. Kalau kenyataan itu mau dianggap mengada-ada gimana," kata Terawan, dilaporkan Liputan6.com,

Dia memastikan pemerintah telah melakukan pemeriksaan sesuai protokoler kesehatan. Bahkan, telah diperiksa 62 suspect virus Corona dari 16 provinsi. Hasilnya, Indonesia dinyatakan bebas dari wabah virus asal Kota Wuhan, China.

3 dari 6 halaman

Baru Disahkan, Ini Nama Resmi Virus Corona yang Mewabah di Wuhan

Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan nama resmi virus corona Wuhan. Sebelumnya virus corona hanya disebut dengan kode 2019-nCoV.

Namun WHO kini resmi memberikan nama COVID-19 untuk menyebut virus yang kini tengah mewabah di Wuhan, China, tersebut. Keputusan nama itu diambil setelah pertemuan ratusan ahli kesehatan di Jenewa, Swiss.

" Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan itu COVID-19," kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari Science Alert.

Tedros mengatakan bahwa " co" adalah singkatan dari " corona" , " vi" untuk " virus" dan " d" untuk " penyakit" , sementara " 19" adalah untuk tahun sebaran wabah.

Menurut Tedros, nama itu telah dipilih untuk menghindari referensi ke lokasi geografis tertentu, spesies hewan atau sekelompok orang, sesuai dengan rekomendasi internasional untuk penamaan yang bertujuan mencegah stigmatisasi.

WHO sebelumnya memberi virus nama sementara " penyakit pernafasan akut 2019-nCoV" dan Komisi Kesehatan Nasional China minggu ini mengatakan sementara waktu menyebutnya " novel coronavirus pneumonia" atau NCP.

4 dari 6 halaman

Pasien Virus Corona Dimasukkan ke Kotak Besi Sebelum Diangkut ke Pusat Karantina

Dream - Virus corona Covid-19 ditularkan melalui air liur pasien ke orang lain. Oleh karena itu, pasien harus dikarantina agar tidak terjadi kontak dengan orang yang sehat.

Orang yang sehat biasanya dilarang mendekat. Mereka hanya diperbolehkan berada dalam jarak dua meter dari pasien untuk mencegah penularan.

Namun, sebuah video yang baru-baru ini viral memperlihatkan sepasang suami istri yang diyakini sebagai pasien virus korona dibawa ke pusat karantina dengan cara yang tidak manusiawi.

Pasangan itu dimasukkan ke dalam sebuah kotak besi berukuran kecil di atas truk pickup.

Tak ada konfirmasi apakah video itu benar-benar merupakan pasien terinfeksi virus Corona di China. Tapi yang jelas, video yang diposting kanal YouTube Epoch News itu dilengkapi dengan keterangan yang makin membuat netizen murka.

" Epidemi pneumonia Wuhan - pasangan muda saling berpelukan dan menangis. Mereka ditempatkan di brankas kecil di atas van (truk)," tulis Epoch News.

Di akhir video, terdengar suara seorang wanita yang menangis saat truk itu pergi.

5 dari 6 halaman

Tak Pernah Dianggap Sebagai Manusia

Sementara di bagian komentar, netizen melupakan kritik dan kemarahan mereka.

Netizen bernama PweTaA menyebut pasangan itu diperlakukan seperti seekor binatang.

" Mereka tak pernah anggap rakyat China sebagai manusia," tulisnya.

Sementara netizen Sunny Chiu mengatakan dia tak akan mengizinkan anaknya melihat perlakuan yang tak manusiawi tersebut.

" Kalau saya, saya tak berani biarkan anak melihatnya. Mereka sakit, tapi ini bukan layanan yang sepantasnya mereka dapatkan," tulis Sunny Chiu.

6 dari 6 halaman

Lihat Videonya

Pasangan diduga terjangkit virus corona Covid-19 dibawa ke pusat karantina dengan cara yang tidak manusiawi. Mereka dimasukkan ke dalam kotak besi berukuran kecil yang dinaikkan di atas truk pickup.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam