Awan Sulfur Dioksida Tutupi Langit Kota Wuhan

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 14 Februari 2020 09:00
Awan Sulfur Dioksida Tutupi Langit Kota Wuhan
Tingkat sulfur dioksida di kota itu berada di angka 1.350 mikrogram per meter kubik.

Dream - Awan sulfur dioksida menutupi langit Kota Wuhan, Hubei, China. Citra satelit menunjukkan cukup tebalnya awan tersebut.

kemunculan awan itu diduga akibat skala kremasi korban virus corona, Covid-19, yang bertambah banyak.

Dilaporkan Metro.co.uk, kandungan SO2 yang terlepas di udara bebas semakin pekat. Disinyalir, otoritas terkait mengkremasi jenazah dalam jumlah besar atas arahan pejabat di China.

Di saat bersamaan, muncul pula dugaan lain. Awan tersebut merupakan asap hasil pembakaran limbah medis.

Menurut peta dari Windy.com, kadar sulfur dioksida di atas Wuhan berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Data menunjukkan tingkat sulfur dioksida di kota itu berada di 1.350 mikrogram per meter kubik (μg / m3) selama akhir pekan.

 Sebaran sulfur di atas kota Wuhan

Sebaran sulfur di atas kota Wuhan

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), standar maksimal sulfur dioksida di udara bebas yaitu 500 μg / m3 dan idak boleh melebihi durasi 10 menit.

Konsentrasi 15 menit 533 μg / m3 dianggap 'tinggi' oleh pemerintah Inggris. Konsentrasi juga tinggi di atas kota Chongqing, yang juga menjadi lokasi karantina.

Tetapi, masih belum jelas apakah ada hubungan langsung antara tingkat tinggi SO2 dan coronavirus. Paparan tingkat tinggi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan, termasuk asma dan radang paru-paru.

1 dari 4 halaman

1000 Orang Tewas Karena Virus Corona, Ratusan Pejabat Senior Dicopot

Dream - Partai berkuasa China mencopot sejumlah pejabat senior menyusul jumlah kematian akibat virus corona yang terus meningkat dan sudah melebihi 1.000 jiwa.

Sekretaris partai untuk Komisi Kesehatan Hubei bersama ketua komisi merupakan pejabat paling senior yang sejauh ini dicopot. Wakil direktur Palang Merah setempat juga dikut dicopot karena kelalaian tugas dalam penanganan donasi.

Dilaporkan BBC, Senin lalu angka kematian yang tercatat di Provinsi Hubei saja mencapai 103 orang. Sedangkan jumlah kematian di seluruh China mencapai 1.016 jiwa.

Tetapi, jumlah kasus terinfeksi virus corona mengalami penurunan sejak sehari sebelumnya. Kasus infeksi turun 20 persen dari 3.062 ke 2.478.

Pakar pernapasan terkemuka China, Zhong Nanshan, memprediksi puncak infeksi virus corona terjadi bulan ini. Sementara wabah virus baru berakhir pada April nanti.

Zhong mendasarkan prediksinya dari perhitungan matematis, kejadian terkini, serta tindakan pemerintah. Tetapi, prediksi Zhong dianggap terlalu dini.

2 dari 4 halaman

Sudah Dicopot, Bakal Kena Hukuman

Media resmi pemerintah melaporkan ada ratusan pencopotan pejabat, investigasi, dan peringatan di seluruh Hubei selama wabah melanda. Tetapi, kasus pencopotan ini tidak selalu berarti pemecatan, ada yang hanya mengalami penurunan golongan.

Selain dicopot, para pejabat juga bisa mendapatkan hukuman dari Partai Komunis yang menguasai China. Contohnya, wakil direktur Palang Merah, Zhang Qin, mendapat peringatan serius intra-partai dan juga masalah administrasi yang serius.

Dua pejabat partai di Hubei digantikan tokoh nasional, Wakil Direktur Komisi Kesehatan Nasional China, Wang Hesheng.

Awal bulan ini, wakil kepala biro statistik Wuhan juga dicopot. Alasan yang diterapkan yaitu pelanggaran aturan yang relevan dalam pendistribusian masker.

3 dari 4 halaman

Warga China Positif Corona Sepulang dari Bali, Dinkes Lacak Jejaknya

Dream - Dinas Kesehatan Bali sudah mengetahui informasi turis asal China, Jin, yang diketahui terpapar virus Corona setelah pulang berlibur dari Pulau Dewata. Kini, Dinas Kesehatan Bali tengah melakukan penelusuran.

" Saya barusan dapat baca infonya. Kalau kita runut dia ke Balinya sekitar 9 hari sebelum dia terpapar corona," kata Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Ketut Suarjaya, dikutip dari iMerdeka.com, Kamis 13 Februari 2020.

" Jadi kemungkinan saja dia setelah sampai di China baru terpapar karena pada waktu itu kan memang kondisi China sedang outbreak," tambah dia. 

Suarjaya meyakini Jin terpapar virus yang dikenal dengan nama Covid-19 saat berada di China. Sebab, masa inkubasi berlangsung selama tiga hingga tujuh hari.

" Masa inkubasinya tiga sampai tujuh hari padahal di China terkena sembilan hari setelah dia meninggalkan Bali kan begitu. Dia sembilan hari sudah meninggalkan Bali, itu kemungkinan pertama dia dapatnya di China," ujar dia.

" Kemungkinan ke dua masa inkubasinya juga memperpanjang sampai 14 hari. Karena di Bali tidak ada kasus (corona). (Kemudian) 14 harinya berarti apakah dia selama di Bali masih membawa virus? Harapan kita tidak, karena hitungan-hitungannya 14 harinya di mana kenanya di Bali, sedangkan di Bali tidak ada kasus," kata dia.

4 dari 4 halaman

Sempat Berlibur di Bali

Meski demikian, Dinas Kesehatan Bali akan melacak kemana saja Jin selama di Bali. Sebab, pihaknya telah menerima data Jin dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia.

" Tapi walaupun begitu tetap kita lakukan contact tracking, di mana dia menginapnya. Hari ini, kita cari datanya karena tidak mudah (mencari) dia menginap," ujar Suarjaya.

Seperti diketahui, seorang warga China dinyatakan positif terkena virus corona oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Huainan, Provinsi Anhui, pada Rabu, 5 Februari 2020. Menurut akun resmi Pemerintah Provinsi Anhui di laman Weibo, dia sebelumnya sempat berkunjung ke Bali akhir Januari 2020.

Lelaki tersebut dilaporkan terbang ke Bali dari Wuhan menggunakan maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2618 pada 22 Januari. Setelah sepekan, warga China itu lalu terbang ke Shanghai menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-858 pada 28 Januari 2020.

Begitu sampai di Shanghai, dia sempat menginap di hotel Bandara Pudong dan pergi ke Stasiun Selatan Nanjing keesokan harinya untuk menuju ke Huainan menggunakan kereta bernomor seri G1814 dan G2809. Delapan hari kemudian, warga China itu dinyatakan positif terjangkit virus corona oleh CDC Kota Huainan.

Sumber: 

Beri Komentar