Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tangkap Layar Video (Instagram @susipudjiastuti115)
Dream - Susi Pudjiastuti marah ketika disuguhi minuman kemasan botol plastik, saat menghadiri sebuah acara di Istora Senayan, Jakarta, Minggu 18 Agustus 2019.
" Hindari pemakaian plastik sekali pakai," kata Susi dalam acara The Nation Gerakan 1000 Startup Digital Satu Indonesia, dikutip dari Liputan6.com.
Masyarakat, kata Menteri Kelautan dan Perikanan itu, harus sering menggunakan tumbler atau membawa botol sendiri guna mengurangi sampah plastik.
" Sampah di laut nomer dua terbesar di dunia. Bulan lalu saya demo di depan istana, sekarang saya demo di depan anak-anak muda. Setop pemakaian plastik sekali pakai," ujar Susi di hadapan ratusan peserta.
Dalam acara itu, hadir pula Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara; dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong.
Sri Mulyani sependapat dengan Susi. " Ini botol plastik saya juga kurang suka," kata Sri Mulyani.
Menurut Susi, beberapa perusahaan kini tengah merapat untuk melakukan kerja sama pengurangan penggunaan plastik. Kesediaan ini menjadi sinyal baik untuk menekan sampah plastik.
" Alhamdulillah sudah beberapa perusahaan. Danone sudah merapat untuk kita bekerja bersama mengurangi persoalan dari botol botol mineral sekali pakai misalnya," kata Susi, Kamis lalu.
Susi mengatakan, selain perusahaan air mineral tersebut, ada juga salah satu perusahaan petrokimia yang sudah mulai sadar dampak penggunaan plastik yang dilakukan terus-menerus. Kendati begitu Susi tidak menyebutkan nama perusahaan tersebut.
" Bagaimana pun juga keresek dan kantong plastik harus suatu saat dikurangi dan dihentikan ujungnya. Karena memang tidak bisa lagi ini menjadi persoalan bangsa," kata dia.
Persoalan sampah plastik, tambah Susi, penting untuk diselesaikan secara bersama-sama. Dia pun tak heran, Indonesia dinobatkan sebagai negara peringkat ke dua dengan jumlah sampah plastik terbanyak.
Dia menyadari masyarakat tidak bisa lepas dari plastik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tambah dia, paling tidak masyarakat harus punya kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik.
" Kalau kita satu generasi kita saja sepanjang hidup berapa puluh ribu plastik kita buang dari sedotan, bungkus makanan, bungkus sampo, dari sabun semua hampir semua yang kita pegang dan pakai dalam kehidupan kita sehari hari," pungkas dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya