Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Eko Yuli Di Olimpiade Tokyo 2020. (Source: Instagram @ekopower61)
Dream – Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan berhasil mendapatkan medali perak pada Olimpiade Tokyo 2020. Ia bertanding melawan atlet asal Tiongkok, Li Fabin dan turun di kelas 61 kilogram pada Minggu, 25 Juli 2021.
Dilansir dari Liputan6.com, Eko mencoba mengangkat beban 137 kilogram di percobaan pertama dan langsung berhasil. Berbanding terbalik dengan lawannya.
Namun ketika mencoba mengangkat beban 141 kilogram dua kali di kategori snatch, kondisinya berbalik. Li Fabin langsung berhasil.
Begitu juga ketika ingin mengangkat beban 177 kilogram pada kategori Clean and Jerk yang dimulai dengan beban 165 kilogram.
Sedangkan lawannya berhasil mengangkat beban 172 kilogram di kategori yang sama dengan diawali beban 166 kilogram.
Akhirnya, Li berhasil meraih medali emas dengan total angkatan 313 kilogram. Sedangkan, Eko mendapatkan medali perak dengan total angkatan 302 kilogram. (mut)
Dream - Indonesia berhasil mendapatkan medali perunggu pertama di Olimpiade Tokyo 2020, melalui olahraga cabang angkat besi nomer 49 kilogram yang diraih oleh Windy Cantika Aisah.
Windy Cantika berhasil mendapat total angkatan 194 kg dari dua kategori yang dipertandingkan, Snatch serta Clean & Jerk. Medali perak diraih atlet India, Chanu Mirabai, sementara medali emas dipetik atlet Tiongkok, Zhihui Hou.
Untuk mendapatkan medali perunggu Windy melewati banyak rintangan. Pada percobaan pertama, dia tidak bisa mengangkat beban 84 kilogram.
Dia baru berhasil mengangkat di percobaan kedua dengan total beban yang sama.
Di percobaan ketiga, atlet berusia 19 tahun itu gagal mengangkat beban 87 kg. Kegagalan di kategori Snatch dibayar lunas Windy di kategori Clean & Jerk. Ia melibas habis tiga percobaan dengan jumlah angkatan masing-masing 103, 108, dan 110.
Di sisi lain atlet asal Tiongkok, Zhihui berhasil medali emas dan dia juga memecahkan rekor dunia dan Olimpiade.
Tanpa halangan Zhihui melibas kategori Snatch dan Clean & Jerk. Ia tidak sekalipun gagal dari tiga percobaan yang diberikan.
Zhihui mendapatkan total angkatan 210. Di kategori Snatch, ia mengangkat total beban 94kg, sementara di kategori Clean & Jerk, ia mengangkat 116 kg.
Keberhasilan Windy Cantika Aisah meraih medali mendapatkan ucapan selamat dari Presiden Joko Widodo, melalui akun instagramnya.
" Kabar baik datang dari Tokyo, hari ini. Atlet angkat besi putri Indonesia, Windy Cantika Aisah, mempersembahkan medali pertama dari ajang Olimpiade Tokyo dengan merebut medali perunggu di kelas 49kg. Dari Tanah Air, saya menyampaikan selamat," tulis Jokowi.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam