Kata Lembaga Survei Soal Data Quick Count Terbalik di Indosiar

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 18 April 2019 21:15
Kata Lembaga Survei Soal Data Quick Count Terbalik di Indosiar
Ada kesalahan dari operator.

Dream - Peselanjcar media sosial ramai membicarakan potongan gambar hitung cepat atau quick count. Dalam foto tersebut terlihat perolehan suara Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengungguli Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Hitung cepat yang menampilkan lembaga survei Saiful Mujani Research and Consultan (SMRC) itu tertulis 44,64 persen untuk paslon 01 dan 55,34 persen untuk paslon 02. Tak lama perolehan itu berubah jadi 55,34 untuk 01 dan 44,64 untuk 02.

Kesalahan juga tampak dalam rilisan survei LSI Denny JA. Paslon 01 mendapat 44,61 persen dan paslon 02 mendapat 55,39 persen.

 

1 dari 1 halaman

Ada Kesalahan Teknis

Peneliti LSI Denny JA, Ade Mulya mengatakan, tak ada kesalahan dalam sampling LSI dan kesengajaan dari Indosiar.

Kesalahan yang muncul di tayangan itu terjadi karena adanya kekeliruan manusia. Kesalahan data itu kemudian diperbaiki.

" Kemarin itu full karena kesalahan teknis. Mungkin saat itu hectic karena data baru masuk. Kita kirim berupa coding, mungkin tertukar karena human error. Hanya tertukar begitu saja," kata Ade, dilaporkan Merdeka.com, Kamis, 18 April 2019.

Menurut Ade peristiwa itu terjadi pada pukul 15.00 WIB.

Ade menegaskan hitung cepat yang dibuatnya menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan. LSI Denny JA menetapkan margin of error hitung cepat ini sebesar 1 persen.

" Tidak boleh margin of error-nya lebih dari 1 persen. Kita nggak boleh main-main dengan quick count," kata dia.(Sah)

Beri Komentar