Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Sumber: Merdeka.com
Dream - Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus jadi korban pembacokan orang tak dikenal (OTK). Serangan ini terjadi di depan rumahnya pada Selasa 28 Maret 2023.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Ibrahim Tompo, menjelaskan kronologi kejadian pembacokan terjadi sekitar 15.00 WIB, tepatnya di kompleks GBA 2 Blok F Nomor 2 dan Blok F-29, Bojongsoang, Bandung.
Saat itu, Jaja tiba di depan rumahnya bersama anaknya, Rahmi Dwi Utami. Berikut ini adalah fakta-fakta penyerangan Mantan Ketua KY dirangkum dari Merdeka.com.

Ibrahim mengatakan, Jaja yang baru saja pulang menggunakan mobil diduga sudah diikuti oleh pelaku sejak berada di luar rumah.
" Korban menggunakan kendaraan R4 HR-V /Hitam/ nopol D-1652- VBQ, Diduga korban sudah dikuntit oleh pelaku dari luar. Sesampainya depan rumah, korban keluar dari mobil dan akan masuk ke rumah. Seketika diserang oleh pelaku," kata Ibrahim dalam keterangannya.
Ia menyebut, serangan dengan senjata tajam itu diduga dilakukan oleh satu orang. Seusai menyerang Jaja, pelaku lantas melarikan diri memakai motor yang dipakainya.
" Pelaku diduga sebanyak satu orang menggunakan sepeda motor matic Honda beat carbo warna putih," kata dia.
Akibat insiden penyerangan dengan sajam ini, Jaja mengalami luka pada bagian kepala dan leher belakang sehingga harus dilarikan oleh warga ke rumah sakit.
" Korban dibawa ke RS Mayapada oleh warga yang bernama saudara Arif. Rohman dan, Dion seluruhnya warga GBA-2 Blok F," tuturnya.
OTK itu menyerang Jaja dengan cara membacoknya saat baru saja keluar dari mobilnya.
" Iya, diduga dibacok. Sekarang masih menunggu hasil visum," kata Kapolresta Bandung, Kombes Kusworo Wibowo, melalui pesan singkat.

Ibrahim mengungkapkan, atas kejadian ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna menangkap pelaku penyerangan Mantan Ketua KY tersebut.
" Kepolisian segera bertindak untuk lidik kasusnya. Segera diusut untuk ungkap perkaranya," tuturnya.
Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo telah mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi. Ia memastikan proses penyelidikan terus berjalan sekaligus berupaya menangkap pelaku.
" Saksi sejauh ini empat orang sudah dimintai keterangan. Kami sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap serta mengetahui motif pelaku, karena tidak ada benda atau harta dari korban yang hilang," kata Kusworo di sela meninjau Tempat kejadian Perkara (TKP), Selasa 28 Maret malam.
Kusworo menyampaikan, anak perempuan Jaja, Tami, turut menjadi korban. Wanita 22 tahun ini juga mendapat luka serius setelah mencoba memberikan perlawanan.
" Pada saat mantan Ketua KY dibacok, sang anak juga melakukan pembelaan kepada ayahnya, dan juga ikut mengalami luka-luka," kata Kusworo.
Pihak kepolisian sudah mengamankan barang bukti senjata tajam jenis celurit yang diduga dibuang setelah digunakan pelaku.
" Senjata dari tersangka sudah kita amankan, dan kita ajukan ke labfor. Senjatanya berupa celurit," tutur Kusworo.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya