Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Suasana Vaksinasi Wabah Pes Tahun 1935 Di Jawa. (Foto: Instagram)
Dream - Sudah hampir dua tahun wabah Covid-19 melanda dunia dan meninggalkan banyak masalah di berbagai sektor kehidupan.
Selain merusak perekonomian, wabah yang satu ini juga menimbulkan banyak kematian yang tidak sedikit di seluruh dunia.
Dilansir Worldometers.io, jumlah kematian akibat pandemi Covid-19 di seluruh dunia sejak Maret 2020 mencapai 4.728.944 jiwa.
Pandemi Covid-19 ini mengingatkan warga dunia pada wabah mematikan bernama Black Death yang terjadi pada awal tahun 1900an.
Wabah mematikan yang disebabkan oleh penyakit pes atau sampar itu juga melanda Indonesia saat masih dijajah Belanda.
Baru-baru ini sebuah foto jaman dulu (jadul) memperlihatkan aktivitas masyarakat Jawa sedang menjalani vaksinasi wabah pes.
Foto yang diunggah akun Instagram @gnfi itu disertai keterangan yang menyebutkan vaksinasi wabah pes sekitar tahun 1935.
Vaksinasi wabah pes tersebut terlihat diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.

Dalam foto, tampak dua orang bocah mengenakan kain sarung sedang disuntik vaksin oleh dua petugas vaksinasi.
Terlihat di antara dokter yang bertugas menyuntik vaksin kepada masyarakat Jawa itu ada satu yang pribumi.
Di postingan itu juga menjelaskan bahwa wabah pes yang melanda Pulau Jawa sejak tahun 1910-an telah menewaskan hingga lebih dari 220.000 jiwa.

Wabah Black Death yang disebabkan oleh kutu pada tikus ini telah membuat pemerintah kolonial Hindia Belanda kerepotan.
Pemerintah kolonial kala itu sampai menggelontorkan uang untuk melakukan renovasi rumah penduduk dengan material yang tidak ramah pada tikus.
Vaksinasi ini juga jadi kesempatan para dokter pribumi untuk unjuk kebolehan. Kehadiran dokter pribumi ini membuat rakyat lebih percaya vaksinasi dibandingkan dengan dokter-dokter Eropa.
Selain melakukan vaksinasi, pemerintah Hindia Belanda juga memberlakukan isolasi bagi penduduk yang terinfeksi pes dan juga area yang terkena pes.

Foto jadul vaksinasi wabah pes ini pun mengundang perbincangan hangat netizen. Banyak yang membandingkan dengan situasi pandemi Covid-19.
Banyak yang bertanya juga tentang apakah masyarakat saat itu dapat dana bansos dan menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM berlevel-level.
" Di tahun segitu ada yg korupsi dana bansos sama suntik vaksin kosong gak ya...."
" Ada PPKM berlevel2 ga? wkwkw."
" Apakah di zaman itu vaksinasi juga menjadi syarat administrasi pelayanan publik?"
Sumber: Instagram
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan