Miris, Pegawai Gagal Capai Target Dihukum Makan Ikan Mentah

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 16 Agustus 2019 08:00
Miris, Pegawai Gagal Capai Target Dihukum Makan Ikan Mentah
Para karyawan itu juga dipaksa minum darah ayam.

Dream - Aksi keji dilakukan perusahaan di Guizhou, China terhadap para karyawannya. Pihak manajemen memaksa para pegawai memakan daging ikan mentah dan meminum darah ayam karena tak mencapai target.

Video hukuman ekstrim tersebut viral setelah beredar di media sosial. Dalam video tersebut tampak seorang lelaki yang mengambil ikan mentah dari kantong plastik.

Lelaki itu memerintahkan sekitar 24 karyawan untuk menggigit ikan mentah tersebut hingga terputus.

Video tersebut juga menunjukkan orang yang meminum cairan aneh. Cairan itu diduga darah ayam.

Dilaporkan Shanghaiist, juru bicara perusahaan menyebut peristiwa itu bukan bagian dari paksaan. Peristiwa itu terjadi karena sikap sukarela karyawan.

Perwakilan dari toko material mengatakan ke koran Beijing News bahwa aksi tersebut terjadi pada 4 Agustus 2019 dan melibatkan 20 karyawan yang gagal memenuhi target penjualan.

Meski demikian, dia menyebut para karyawan sukarela memakan ikan mentah dan darah ayam agar fokus berjualan di masa depan.

1 dari 4 halaman

Target Meleset, Hukuman Bos ke Pegawai Ini Bikin Hati Mendidih

Dream - Mendisiplinkan pegawai terkadang memang diperlukan. Namun bentuk pendisiplinan itu sebaiknya tetap dilakukan dengan manusiawi. Toh, tujuannya untuk mengingatkan kesalahan yang dibuat. Bukan untuk menghukumnya.

Namun perusahaan di China ini sudah keterlaluan. Caranya mendisiplinkan pegawai bisa membuat kamu emosi.

Mengutip laman metro.co.uk, Sabtu, 10 November 2018, manajemen perusahaan ini menghukum pegawai yang tak bisa mencapai target penjualan meminum air urin. Tak sampai disitu, beberapa pegawai lain juga harus mendapat cambukan.

Video aksi memuakkan manajemen perusahaan itu kini tengah menjadi perbincangan di media Tiongkok. Diduga perusahaan itu berbasis di Zungyi, barat daya provinsi Guizhou.

Para pekerja lain juga diperintahkan untuk makan kecoak karena dianggap telah mengecewakan tim.

Dalam video yang beredar, terlihat dua pegawai dipaksa meminum cairan berwarna kuning dalam sebuah gelas, Mereka melakukan dengan menutup hidung.

2 dari 4 halaman

Pengakuan pegawai lebih mengerikan

Di sekitar dua orang pegawai itu ternyata telah mengantre beberapa orang lainnya yang diduga akan menerima hukuman berupa cambukan.

Dari hasil penyelidikan polisi Zungyi, aksi tersebut ternyata benar dilakukan oleh manajemen perusahaan. Tiga orang staf manajemen telah ditangkap sambil menunggu penyelidikan.

Seorang pegawai perusahaan yang namanya dirahasiakan mengatakan jika hukuman pada para pegawai itu awlanya dianggap hal normal.

" Kemudian mereka mulai menyewa motivator dan segalanya menjadi kacau balau,"

Beberapa pegawai lain mengaku rambut mereka pernah dicukup sebagai hukuman dari perusahaan.

(Sumber: Metro.co.uk

3 dari 4 halaman

Tugas Tak Kelar, Pegawai Dihukum Berlutut Sejam di Jembatan

Dream - Setiap perusahaan punya kebijakan sendiri dalam menghukum pegawainya yang melanggar aturan. Mulai dari pemotongan gaji hingga pemberian surat peringatan. Namun, yang dilakukan perusahaan China ini sungguh langka.

Sambil mengenakan jas kantor, pegawai sebuah perusahaan China dihukum berlutut di atas jembatan penyeberangan selama 60 menit.

Laman Xiamen Daily seperti dikutip Dream, Kamis, 22 Januari 2015, melaporkan bos menghukum para pegawai ini karena karena dinilai tidak menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.

Seperti sekelompok anak SD yang dapat hukuman dari gurunya, setiap karyawan diberi kertas berisi tulisan dan ditaruh di depan mereka.

" Berlutut secara sukarela di jembatan selama satu jam sebagai hukuman untuk tugas-tugas yang belum selesai," begitu bunyi tulisan dalam secarik kertas tersebut.

 

4 dari 4 halaman

Tidak Punya Nyali?

Tak semua pihak sepakat dengan hukuman yang diberikan ini. Seorang dosen fakultas hukum di Jimei University menyayangkan cara perusahaan menghukum karyawan itu.

" Perusahaan mereka mungkin bisa dituntut jika ditemukan unsur paksaan untuk menjalani hukuman tersebut. Jika terbukti bukan sukarela, maka perusahaan melanggar hak-hak mereka sebagai manusia," kata Ju Donghong, dosen di Jimei University.

Foto-foto karyawan yang dihukum berlutut satu jam tersebut tak pelak menyebar luas di sosial media. Beragam komentar dari netizen bermunculan.

" Sangat memalukan berlutut di depan publik. Jika aku salah satu dari mereka, aku lebih suka keluar dari perusahaan tersebut," kata seorang netizen.

Namun masih banyak pengguna media sosial yang justru berkomentar berbeda. Mereka justru menganggap para pegawai itu tengah mendapatkan promosi yang dilakukan karyawan perusahaan.

Sebagian lagi justru menyalahkan karyawan yang bernasib apes itu. " Para karyawan ini tidak punya nyali," kata seorang netizen. " Mereka mau saja melakukan apa-apa yang diperintahkan."

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir