Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gempa Di Tasikmalaya (merdeka.com)
Dream - Gempa bumi dengan kekuatan 6,9 Skala Richter mengguncang kawasan selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bencana ini terjadi pada Jumat malam pukul 23.47 WIB.
" Data sementara yang dihimpun Pusdalops BNPB berdasarkan laporan BPBD, dampak gempabumi terdapat 2 orang meninggal dunia, 7 orang luka, 43 rumah rusak berat dan roboh, 65 rumah rusak sedang, 10 rumah rusak ringan, dan beberapa bangunan publik mengalami kerusakan," ujar Kepala Pusat Informasi, Data dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu, 16 Desember 2017.

Sutopo mengatakan pusat gempa terjadi di titik 6 kilometer arah tenggara dari Kota Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya. Daerah yang terkena dampak gempa ini meliputi Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara.
" Daerah yang terdampak guncangan keras dan merusak adalah di Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat," kata Sutopo.
© Dream
Selanjutnya, menurut Sutopo, di Jawa Barat, sebanyak 1 orang meninggal, 6 korban luka-luka, 17 bangunan rusak berat, 59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. Di Jawa Tengah, terdapat 1 korban meninggal, 1 orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan 6 rumah rusak berat.

Langit-langit Pendopo Kabupaten Cilacap rubuh karena gempa (Senny/Wartapriangan.com)
Korban meninggal bernama Hj. Dede Lutfi, 62 tahun, warga Desa Gunungsahari, RT 04 RW 02 Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Korban lainnya yaitu Ibu Aminah, 80 tahun, waga Sugihwaras Gg. 1 RT 02 RW 18 Kelurahan Kauman Kota Pekalongan.
" Kedua korban meninggal tertimbun tembok yang roboh akibat gempa dan korban luka dirujuk ke rumah sakit setempat," kata Sutopo.
© Dream
Lebih lanjut, menurut Sutopo, peringatan dini tsunami sempat muncul. Tetapi, beberapa lama setelah gempa, tsunami tidak terjadi di pesisir selatan Pulau Jawa.
" Gempa susulan telah terjadi sebanyak 7 kali dengan magnitude yang kecil. Tidak ada dampak merusak dari gempa susulan. Aktivitas masyarakat secara umum telah kembali normal," ucap Sutopo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya