Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo
Dream - Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengapresiasi dan berterima kasih kepada kepala desa dan lurah yang menerapkan isolasi mandiri bagi warga yang mudik ke kampung halamannya.
" Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala desa dan juga para lurah di berbagai daerah yang telah membuat kebijakan tentang isolasi mandiri, bagi siapa saja yang kembali ke kampung halamannya," ujar Doni di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Jumat, 3 April 2020.
Dia meminta agar langkah pencegahan yang dilakukan sejumlah kepala desa dan lurah itu bisa diikuti seluruh kepala desa dan lurah lain di seluruh Indonesia.
" Termasuk juga bagaimana peran dari Ketua RT dan RW untuk ikut memantau dan mengawasi proses kepulangan saudara-saudaranya yang datang dari kota," kata Doni.
Menurut Doni, isolasi mandiri saat ini menjadi sangat penting dan sangat strategis. Oleh karena itu, kerja sama dari pemerintah pusat sampai ke tingkat yang paling bawah yaitu kepala desa dan lurah menjadi ikut penting dan strategis.
" Para Kepala Desa, anda telah melakukan berbagai macam upaya, libatkan seluruh komponen yang ada di desa, termasuk mengoptimalkan kembali peran PKK, Posyandu, Karang Taruna, termasuk juga bisa bekerja sama dengan Babinsa dan juga Babinkamtibmas," ujar dia.
Dream – Sejumlah wilayah di Indonesia melakukan karantina wilayah secara mandiri untuk menghambat penyebaran virus corona jenis baru, Covid-19. Mereka menutup akses jalan agar tak ada orang luar yang masuk.
Ada beragam cara dilakukan. Banyak wilayah memalang pintu gerbang dengan kayu. Ada pula yang memblokir jalan dengan beton. Bahkan, seperti dilansir Diadona.id, sejumlah cara pemblokiran dilakukan dengan sangat kreatif.
Contoh dilakukan oleh warga Purworejo, Jawa Tengah. Warga yang bertugas menjaga jalan masuk ke kampung mereka berdandan seperti pocong. Warga ingin membuat orang yang lewat menjadi takut sehingga tak masuk ke lingkungan mereka.
Dalam foto yang diunggah ke Twitter oleh akun @vctrkmng, terlihat dua orang berdandan pocong. Mereka duduk di kursi, persis di depan gapura jalan menuju kampung mereka. Entah, apakah orang-orang benar-benar takut dengan cara ini.
Sinergitas warga dan makhluk halus yang harmonis dalam memerangi Covid-19.
" Kita kebagian shift malem. Kalo siang gantian warga yang jaga. Ya (kita) sengaja milih malem karna baju kita kan panas kalo siang.." ujar pocong yang nama di nisannya sudah nda terbaca dengan jelas. pic.twitter.com/VXYhfQTLGF— VK ???????? (@vctrkmng)March 30, 2020
Dari keterangan foto tersebut, aksi kreatif ini dilakukan oleh warga Dusun Tuk Songo, kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo.
Unggahan foto tersebut tentu saja banjir komentar dari warganet dengan beragam komentar yang menggelitik.
Seperti yang ditulis akun @hiburandinihari, “ Tolong lah pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan para poci. Kasian mereka bertugas tanpa apd memadai.
“ Bangga bgt, abis kerajaan ada poci jaga portal.” Komentar akun @erikacelsiana.
“ Pocongnya kayak lagi marahan. Yang satu coba ngebujuk tapi dicuekin.” Tulis akun @itoiwaeo.
Tak bisa dipungkiri, mungkin setelah ini akan banyak aksi unik dari masyarakat Indonesi demi melakukan pencegahan terhadap virus corona. Mungkin, setelah mahluk halus, bakal ada mahluk-mahluk lain yang juga turun tangan mengatasi karantina lokal di wilayah lain.
Dream - Wakil Wali Kota Bogor, DedieRachim, mengatakan bakal menerapkan karantina wilayah parsial untuk mencegah perluasan penyebaran virus corona. Cara ini dijalankan dengan menutup wilayah tertentu yang dinilai memiliki risiko tinggi penyebaran Covid-19.
Dedie mengatakan hasil rapat Presiden dengan seluruh gubernur menyatakan pemerintah daerah hanya boleh menerapkan karantina wilayah parsial. Sedangkan karantina wilayah total merupakan kewenangan Pemerintah Pusat dan diputuskan sendiri oleh Presiden.
" Intinya, tidak boleh dilakukan penutupan-penutupan yang dapat menghambat produksi pertanian, distribusi BBM, lalu lintas bahan pokok masyarakat, itu yang dilarang oleh Presiden," kata Dedie, dikutip dari Liputan6.com.
Karantina wilayah parsial diterapkan pada struktur wilayah di tingkat bawah. Struktur wilayah tersebut meliputi kecamatan, desa atau kelurahan, hingga RT/RW.
" Kami diminta untuk menyiapkan langkah-langkah pembatasan di area tertentu yang lebih tinggi penyebaran Covid-19. Jadi tidak akan melakukan lockdown total," kata Dedie.
Selanjutnya, Dedie mengatakan wilayah yang akan diterapkan karantina parsial masih dibahas dalam rapat dengan camat dan dinas terkait. Penerapan tidak bisa langsung, karena harus didahului dengan pemetaan wilayah berpotensi tersebar Covid-19.
Selain itu, nantinya akan dibentuk struktur RW Siaga Covid-19. Fungsi struktur ini untuk mengontrol pendatang atau penduduk luar Kota Bogor sehingga didapatkan data asal dan tujuan kedatangan di wilayah masing-masing RW.
" Kita juga melaksanakan pembatasan yang lebih ketat untuk pergerakan masyarakat dan pelarangan kegiatan yang menimbulkan kumpulan masyarakat.
Pemkot Bogor sendiri telah menyiapkan dua skema jika nantinya terdapat keputusan untuk lockdown. Skema ini baru dijalankan jika DKI Jakarta resmi memberlakukan karantina wilayah.
Nantinya, beberapa ruas jalan yang mengarah ke pusat Kota Bogor ditutup. Sehingga pergerakan orang dari dan menuju Kota Bogor bisa dihentikan.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya