Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Di Bagdhad, Iraq
Dream - Konflik yang tengah berkecamuk di Irak tak menyurutkan langkah umat Muslim untuk terus mempersiapkan Idul Fitri. Warga Iraq memiliki tradisi unik saat merayakan Idul Fitri.
Jurnalis Luxemburg Wort Hind Alharby membagi kisah dan pengalamannya selama menjalani Lebaran di kampung halamannya.
Menurut dia, dalam menyambut Ramadan, warga Irak biasanya membersihkan dan menyiapkan rumah dalam keadaan yang indah. Tetapi, ada satu syarat yang harus dipenuhi.
" Semua anggota keluarga harus ikut ambil bagian dan memberikan tangan untuk membersihkan rumah," tulis Hind.
Hampir mirip dengan tradisi umat Muslim di Indonesia, warga Irak juga menyiapkan baju baru. Para orang tua di sana, biasanya akan membelikan baju baru lebaran untuk anak-anak.
Sementara itu, para perempuan menyiapkan makanan untuk tiga hari perayaan Idul Fitri. Para perempuan biasanya memasak menu confetti bites, klighah, dan berbagai jenis pencuci mulut. Pada malam pertama Idul Fitri, wanita berkumpul menyiapkan makanan berupa kue kering diisi dengan kurma.
Pada pagi pertama Idul Fitri, para pria sholat di masjid-masjid mengenakan pakaian baru mereka dan saling bertukar harapan satu sama lain. Anak-anak menerima Eidia- uang untuk membeli apapun yang mereka inginkan saat Idul Fitri.
Sementara itu, beberapa keluarga mengunjungi pemakaman usai sholat Idul Fitri. Mereka membawa cabang zaitun dan bunga untuk mengingat orang yang mereka cintai.
Siang harinya, keluarga berkumpul untuk makan siang. Anak-anak, kata dia, punya tradisi Lebaran tersendiri. Mereka biasanya berkeliling dan mengetuk pintu tetangga untuk meminta makanan penutup dan berharap mendapatkan " berkah Idul Fitri" .
Di taman, anak-anak bermain permainan sembari menyanyikan lagu-lagu populer untuk Idul Fitri.
Tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, banyak keluarga yang belum bisa merayakan Idul Fitri karena kurangnya keamanan di Irak, tingginya jumlah ledakan dan teror.
Setiap tahun selama Idul Fitri, orang Irak menginginkan negara mereka damai. Mereka berharap Irak akan aman dan selamat dan keluarga bisa hidup dalam damai. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya