Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustarasi (http://www.time.com/)
Dream - Keputusan Presiden Turki, Tayyip Erdogan, memberikan hadiah sebuah mobil menuai pro-kontra. Maklum hadiah mobil yang diberikan kepada Direktorat Badan Urusan Agama (Diyanet) ini bernilai miliaran rupiah.
Mengutip laman alarabiya.net, Selasa, 26 Mei 2015, Erdogan diketahui memberikan hadiah mobil mewah bernilai 1 juta Lira atau setara Rp 5,05 miliar.
Menurut Erdogan hadiah ini sesuai dengan posisi, Mehmet Gomez sebagai kepada badan tersebut.
" Kami memutuskan mengambil langkah, gerakan yang sesuai dengan posisi, guna merespon ketidaksopanan terhadap direktorat urusan agama," kata Erdogan dalam sebuah wawancara televisi.
Disinggung mengenai hadiah mobil yang diterimanya, Gomez seolah menghindar. Dia hanya menjawab, " Jumat berkah," katanya.
Terhadap keputusan tersebut, Wakil Ketua Partai People Democratic Party, Selahattin Demirtas justru berkomentar sinis.
" Seorang yang religius seharusnya tak menerima perintah dari negara atau pemerintah. Dia seharusnya terikat pada perintah Allah," sindirnya.
" Tak ada maksud untuk mentahbiskan Diyanet. pada akhirnya dia hanyalah institusi negara," tmbah Demirtas.
Seperti diketahui, Gomez belum lama ini mendapat hadiah 1 juta Lira dalam bentuk mobil dinas. Hadiah ini memancing reaksi keras dari partai politik dan publik Turki.
Diyanet mengumumkan pembelian ini dilakukan pada Desember lalu menggunakan anggaran negara. Bukan berasal dari sumbangan warga.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya