Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Startup Di Tiongkok Menawarkan Bisnis Layanan Berbagi Kamar Hotel Berbentuk Kapsul. (Foto: Shanghaiist)
Dream – Di Tiongkok, banyak bisnis yang menawarkan layanan berbagi. Sebut saja berbagi sepeda motor, sepeda, bahkan payung.
Yang terbaru, ada layanan berbagi kamar yang berbentuk kapsul. Bisnis ini diperkenalkan oleh perusahaan startup Xiangshui Space.
Dilansir dari Shanghaiist, Jumat 14 Juli 2017, Xiangshui Space telah merilis bisnis ini di Beijing, lalu mereka mengembangkan sayapnya di Shanghai dan Chengdu. Pengguna cukup memindai barcode di “ hotel” kapsul dan akan dikenakan biaya sebesar 1 yuan, sekitar Rp2.000.
Eits jangan senang dulu dengan harganya. Tarif itu ternyata berlaku cuma 5 menit. Kalau kamu tidur siang lebih lama, pastinya harganya lebih mahal.

Jika pengguna ingin tidur di jam sibuk, yaitu 11.00-14.00, dia akan dikenakan biaya 1 yuan per 3 menit. Pengguna akan membayar tagihan itu dengan dompet elektronik yang ada di dalam aplikasi.
Manajer Operasional Xiangshui Space, Han Yue, mengatakan kapsul ini dilengkapi oleh kasur, penyumbat telinga, dan lampu ultraviolet. Tentunya juga kamar itu dilengkapi oleh colokan sehingga pengguna bisa mengisi daya ponsel ketika tidur.
“ Sangat sulit orang professional yang sulit mencari waktu untuk tidur siang,” kata Han.

Dia mengatakan konsep hotel kapsul ini tidak jauh berbeda dengan hotel kapsul Jepang di Tiongkok. Dia berdalih bahwa sasaran perusahaan adalah orang-orang yang ingin tidur siang, bukan orang yang ingin menginap semalaman.
Han mengatakan bisnisnya ini mengandalkan smartphone sehingga mereka tidak memerlukan staf manusia.
Meskipun ini terlihat mustahil orang bisa mencuri kapsul ini, itu bukan berarti tak ada masalah yang harus dihadapi oleh Xiangshui Space. Perusahaan ini masih punya beberapa masalah untuk dipecahkan, misalnya memperkecil orang-orang yang menggunakan kamar ini untuk bermalam. Solusinya, mereka membatasi penggunaan kapsul dengan biaya 58 yuan (Rp114.214). Tapi, solusi ini kurang efektif. Buktinya, banyak orang yang menggunakannya untuk tidur sebelum jam kantor dimulai.
Han pun berpikir perusahaan ini akan merambah kota urban, seperti Qindao, Nanjing, dan Shenzhen.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya