Ilmuan Ungkap Temuan Mengejutkan di Kunuran Kuno Pulau Alor NTT

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 6 November 2020 08:00
Ilmuan Ungkap Temuan Mengejutkan di Kunuran Kuno Pulau Alor NTT
Penemuan ini diharapkan menjadi pengetahuan baru untuk melihat proses pemakaman di masa lalu.

Dream – Sebuah penemuan mengerikan diungkapkan para arkeolog dari Universitas Nasional Australia. Mereka menemukan sisa-sisa tubuh seorang anak yang telah terpotong-potong di sebuah permakaman langka.

Penemuan itu berlokasi di pemakaman Makpan Cave, Pulau Alor, Indonesia. Pemakaman langka ini diperkirakan telah berusia sekitar 8 ribu tahun.

Para arkeolog menemukan potongan tubuh seorang anak yang berusia antara empat hingga delapan tahun. Perkiraan usia anak tersebut berdasarkan gigi-gigi yang tersisa pada tubuhnya. Lengan dan kakinya telah dibuang ke tempat lain sebagai bagian dari praktik pemakaman.

1 dari 2 halaman

Bagian dari tradisi

Tengkorak© Foto: Australian National University (ANU)

 

Peneliti utama, Dr Sofia Samper Carro, mengatakan tubuh yang dikuburkan tersebut merupakan bagian dari tradisi.

Ia mengungkapkan pipi dan dahi anak tersebut dicat dengan pigmen oker dan batu besar berwarna oker atau kekuningan.

Namun, praktik penguburan pada zaman Holosen sangat jarang sehingga para ahli tidak mengetahui bagaimana anak-anak tersebut meninggal.

Para ilmuan ingin melakukan studi lebih lanjut pada sisa kerangka yang mereka temukan. Untuk menentukan apakah kerangka lebih kecil yang ditemukan memiliki kaitan dengan tengkorak dewasa yang juga ditemukan di pulau Alor.

2 dari 2 halaman

Penelitian terus dilakukan

Sebelumnya, mereka menemukan makanan untuk tengkorak dewasa menunjukkan kejenuhan protein yang hanya bersumber dari satu nutrisi. Sehingga menyebabkan pertumbuhan mereka terhambat.

Dengan membandingkan tengkorak orang dewasa dan anak-anak yang ditemukan dalam periode yang sama, mereka berharap dapat membangun pandangan bagaimana kronologis tentang praktik pemakaman di daerah tersebut mulai dari 12 ribu hingga 70 ribu tahun yang lalu.

(Sumber: sciencetimes.com)

Beri Komentar