Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemakaman Langka (Foto:Australian National University (ANU)
Dream – Sebuah penemuan mengerikan diungkapkan para arkeolog dari Universitas Nasional Australia. Mereka menemukan sisa-sisa tubuh seorang anak yang telah terpotong-potong di sebuah permakaman langka.
Penemuan itu berlokasi di pemakaman Makpan Cave, Pulau Alor, Indonesia. Pemakaman langka ini diperkirakan telah berusia sekitar 8 ribu tahun.
Para arkeolog menemukan potongan tubuh seorang anak yang berusia antara empat hingga delapan tahun. Perkiraan usia anak tersebut berdasarkan gigi-gigi yang tersisa pada tubuhnya. Lengan dan kakinya telah dibuang ke tempat lain sebagai bagian dari praktik pemakaman.

Peneliti utama, Dr Sofia Samper Carro, mengatakan tubuh yang dikuburkan tersebut merupakan bagian dari tradisi.
Ia mengungkapkan pipi dan dahi anak tersebut dicat dengan pigmen oker dan batu besar berwarna oker atau kekuningan.
Namun, praktik penguburan pada zaman Holosen sangat jarang sehingga para ahli tidak mengetahui bagaimana anak-anak tersebut meninggal.
Para ilmuan ingin melakukan studi lebih lanjut pada sisa kerangka yang mereka temukan. Untuk menentukan apakah kerangka lebih kecil yang ditemukan memiliki kaitan dengan tengkorak dewasa yang juga ditemukan di pulau Alor.
Sebelumnya, mereka menemukan makanan untuk tengkorak dewasa menunjukkan kejenuhan protein yang hanya bersumber dari satu nutrisi. Sehingga menyebabkan pertumbuhan mereka terhambat.
Dengan membandingkan tengkorak orang dewasa dan anak-anak yang ditemukan dalam periode yang sama, mereka berharap dapat membangun pandangan bagaimana kronologis tentang praktik pemakaman di daerah tersebut mulai dari 12 ribu hingga 70 ribu tahun yang lalu.
(Sumber: sciencetimes.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya