Ilmuwan China Gabungkan DNA Babi dan Monyet, Begini Anaknya

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 13 Desember 2019 14:00
Ilmuwan China Gabungkan DNA Babi dan Monyet, Begini Anaknya
Terinpirasi mahluk di mitologi Yunani, chimera.

Dream - Dalam mitologi Yunani dikenal mahluk mengerikan gabungan dari naga, singa, dan domba. Namanya, chimera.

Mahluk itu menjadi inspirasi ilmuwan untuk menggabungkan dua mahluk menjadi satu. Termuat di jurnal Protein&Cell, ilmuwan China, menggabungkan DNA babi dan monyet.

" Ini merupakan laporan panjang pertama mengenai gabungan monyet dan babi," kata Tang Hai, peneliti di State Key Laboratory of Stem Cell and Reproductive Biology di Beijing, China, kepada New Scientist.

Meski mampu lahir, anak babi dengan DNA gabungan itu hanya mampu bertahan selama sepekan.

Menurut Tang, tujuan penelitian itu untuk menumbuhkan organ manusia pada hewan. Dengan metode ini, diharapkan ilmuwan mendapat organ tranplantasi. Meski begitu, hasil yang ditunjukkan penelitian ini masih panjang untuk diraih.

 Dream

Babi yang dikembangkan dari DNA monyet (Foto: New Scientist)

1 dari 4 halaman

Dalam penelitian itu, Tang dan timnya memodifikasi gen sel monyet cynomolgus, sengaja ditumbuhkan untuk menghasilkan protein fluoresen yang disebut GFP.

Dengan sel ini, memungkinkan para peneliti melacak sel dan keturunannya. Mereka kemudian mengambil sel induk embrionik dari sel yang dimodifikasi dan menyuntikkannya ke dalam embrio babi lima hari setelah pembuahan.

Lebih dari 4000 embrio ditanam di induk babi. Hasilnya, sepuluh anak babi lahir, dan dua di antaranya adalah chimera.

Namun semua meninggal dalam seminggu. Dalam anak-anak babi chimeric, beberapa jaringan di tubuhnya, termasuk di jantung, hati, limpa, paru-paru, dan kulit, punya sel monyet, tetapi proporsinya rendah, antara satu dalam 1.000 dan satu dalam 10.000.

Tidak jelas mengapa babi-babi itu mati, kata Hai. Tetapi, dia menduga kematian itu ada hubungannya dengan proses IVF chimerisme (pembuahan di dalam vitro). IVF tidak bekerja dengan baik pada babi..

Tim itu sekarang berusaha menciptakan hewan yang sehat dengan proporsi sel monyet yang lebih tinggi, kata Hai. Jika itu berhasil, langkah selanjutnya adalah mencoba membuat babi di mana satu organ tersusun hampir seluruhnya dari sel primata.

2 dari 4 halaman

Viral Sampah Indonesia Sampai Thailand dan Bunuh Hewan Laut

Dream - Sampah asal Indonesia menjadi viral di Thailand lantaran mengotori pantai wilayah Phuket. Sampah itu terdampar karena ribuan kilometer jauhnya terbawa ombak dan angin dari tempat asalnya.

" Sudah beberapa hari masyarakat di Phuket, Thailand secara sukarela membersihkan sampah di pantai. Musim hujan angin telah membawa sampah-sampah itu ke sini,"  tulis akun Twitter @zianafazura seperti diakses Dream, Senin 12 Agustus 2019.

Dalam foto yang dibagikan Ziana, terlihat tumpukan sampah yang bertuliskan Bahasa Indonesia. Tak hanya itu, ada juga bangkai kura-kura yang ikut terbawa diantara sampah.

" Yang mengejutkan (dan tentu memalukan) bagiku adalah sebagian besar sampah yang bisa kuidentifikasi datang dari Indonesia! Sebagian besar! Entah sudah berapa tahun sampah itu mengambang di lautan," kata dia.

Ziana juga meminta maaf kepada masyarakat Thailand yang ada di sekitar pantai, karena sampah dari negaranya mengotori Tanah Air mereka.

" Aku sangat malu, berkali-kali aku meminta maaf pada masyarakat yang kutemui di pantai ini dan aku tahu kata maaf tidak cukup. Semoga kita terus belajar bertanggung jawab,"  ujar dia.

Ada juga hewan yang mati terdampar dengan sampah terlilit di tubuhnya.

3 dari 4 halaman

Ramai Ajakan Kurangi Sampah Plastik, Dua Pesohor Ini Sudah Melakukannya

Dream - Suami penyanyi Raisa Andriana, Hamish Daud terkenal dengan kepeduliannya pada isu-isu lingkungan. Beberapa waktu belakangan, ayah satu anak ini bahkan sering mengunggah foto bertema isu kelestarian dan keindahan laut Indonesia.

Kepedulian aktor yang lahir di Australia ini semakin dikuatkan saat dia bergabung dengan yayasan Indonesia Ocean Pride. Yayasan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap laut Indonesia.

" Indonesia kan negara maritim, jadi yayasan ini diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi kalau Indonesia negara laut. Banyak orang yang lupa dan kita mengajak untuk kembali peduli," kata aktor 39 tahun ini di Gandaria City, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Agustus 2019.

Tidak hanya peduli dengan lingkungan bawah laut, yayasan tersebut juga menerapkan konsep ramah lingkungan.

" Sekarang merchandise kita bekerja sama dengan yayasan luar negeri, UN. Campaignnya bulan depan karena momentumnya untuk dua bulan itu tentang sampah saja. Kita omongin tentang penyakit yang disebabkan microplastic dan lain-lain," katanya.

4 dari 4 halaman

Menerapkan juga di keluarga

Pemain Rectoverso ini ternyata sejak lama menerapkan konsep ramah lingkungan yang sederhana bersama Raisa.

 Raisa Andriana & Hamish Daud

" Saya nggak pakai single use plastic. Memang nggak drastis langsung nggak menggunakan plastik. Tapi, istriku memang antiplastik banget. Awalnya dia (Raisa) nggak tahu dan saya ajarin. Lama-lama nular ke dia, ke teman-temannya. Jadi nggak perlu disuruh, cukup memberi contoh," kata Hamish.

Hamish memang berusaha menerapkan pola hidup peduli lingkungan di rumah. Salah satunya dilakukan dengan mencoba mengolah sampah plastik.

" Biasanya, saya mengganti beberapa barang plastik dengan yang berbahan bambu atau kain. Sebenarnya bukan masalah pemakaian, tapi pengolahannya."

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian