Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Warga RW 07, Jembatan Besi, Jakarta Barat, diminta melaksanakan karantina setelah tiga orang warrganya dinyatakan positif tertular virus Covid-19. Salah satu dari tiga orang tersebut sempat menjadi imam sholat Tarawih di Mushola Baitul Muslimin.
Camat Tambora, Bambang Sautama, mengambil langkah cepat dengan tracing atau pelacakan orang yang pernah melakukan kontak dengan para pasien. Bambang menyebut ada 28 warga yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP)
" Mereka kami arahkan untuk melakukan tes swab di Pukesmas. Sekarang tinggal nunggu hasil saja," kata Bambang, dikutip dari Liputan6.com.
Bambang juga meminta warga melakukan karantina tingkat RW. Ini untuk memperlambat laju penyebaran Covid-19 di daerah pemukiman.
" Saya tidak mau terjadi penyebaran lebih luas. Makanya kami minta isolasi wilayah secara mandiri," ucap dia.
Menurut Bambang, karantina tingkat RW ini akan berakhir setelah hasil tes swab dirilis. " Kita sambil nunggu dulu. Tapi mudah-mudahan hasilnya negatif," ujar dia.
Sebanyak 20 jemaah Mushola Baitul Muslimin Tambora berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) setelah berinteraksi dengan seorang kakek yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kakek tersebut sempat menjadi imam Sholat Tarawih di mushola tersebut pada Sabtu 9 Mei 2020 malam.
Menurut Bambang, kakek tersebut tertular Covid-19 dari cucunya. Si cucu sudah menjalani rapid test dan swab lebih dulu dan hasilnya positif Covid-19.
" Kakek dan istrinya kemudian ikut melakukan tes serupa pada hari Jumat, diketahui hasilnya positif," ucap Bambang.
Setelah dinyatakan positif, kakek itu tidak melakukan isolasi mandiri da tetap melakukan aktivitas di luar rumah seperti biasa. Bahkan kakek itu menolak dirujuk ke RS Wisma Atlet Kemayoran.
" Dia (kakek) menyampaikan 'saya tidak kena Covid-19 tapi gejala typus'. Nah, malamnya masih mimpin Sholat Tarawih," ucap dia.
Bambang mengatakan pihaknya membujuk satu keluarga itu agar mau menjalani perawatan di rumah sakit. Akhirnya pada Minggu kemarin kakek dan istrinya bersedia dibawa ke Rumah Sakit Tarakan.
Sumber: Liputan6.com/Ady Anugrahadi
Dream - Sebanyak 123 jemaah sholat Tarawih di Masjid Al Ikhlas Bluru, Sidoarjo, Jawa Timur, menjalani rapid test atau tes cepat. Hasilnya, enam orang di antaranya dinyatakan reaktif.
" Hasilnya dari 123 orang yang dilakukan rapid test, enam orang di antaranya menunjukkan hasil reaktif yang terdiri dari empat orang pria dan dua perempuan," ujar Kapolres Kota Sidoarjo, Kombes Sumardji, dikutip dari Merdeka.com.
Sumardji mengatakan rapid test juga digelar di Masjid Baitul Syakur di Jalan Raya Tropodo, Waru. Ada 29 orang yang menjalani rapid test di masjid tersebut usai sholat Tarawih.
" Hasilnya, semua non-reaktif," kata dia.
Enam orang tersebut selanjutnya menjalani tes swab. Ini untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak.
Sumardji mengatakan masih banyak orang membandel. Banyak yang masih tidak mau mengikuti aturan jam malam sepanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
" Satpol PP harusnya menutup tempat usaha karena yang punya kewenangan menutup Satpol PP, Polri dan TNI akan mem-backup," kata Sumardji.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman, mengatakan pihaknya terus menggencarkan ter sepat kepada masyarakat. " Lokasinya juga menyebar di berbagai area di Sidoarjo," kata dia.
Sumber: Merdeka.com/Raynaldo Ghiffari Lubabah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya