Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Imam Sholat Tarawih Positif Covid-19, Warga Satu RW Diminta Karantina

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 12 Mei 2020 16:12
Imam Sholat Tarawih Positif Covid-19, Warga Satu RW Diminta Karantina
Kakek tersebut tidak mau isolasi mandiri karena merasa hanya diserang penyakit typus.

Dream - Warga RW 07, Jembatan Besi, Jakarta Barat, diminta melaksanakan karantina setelah tiga orang warrganya dinyatakan positif tertular virus Covid-19. Salah satu dari tiga orang tersebut sempat menjadi imam sholat Tarawih di Mushola Baitul Muslimin.

Camat Tambora, Bambang Sautama, mengambil langkah cepat dengan tracing atau pelacakan orang yang pernah melakukan kontak dengan para pasien. Bambang menyebut ada 28 warga yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP)

" Mereka kami arahkan untuk melakukan tes swab di Pukesmas. Sekarang tinggal nunggu hasil saja," kata Bambang, dikutip dari Liputan6.com.

 

1 dari 5 halaman

Minta Warga Jalankan Karantina RW

Bambang juga meminta warga melakukan karantina tingkat RW. Ini untuk memperlambat laju penyebaran Covid-19 di daerah pemukiman.

" Saya tidak mau terjadi penyebaran lebih luas. Makanya kami minta isolasi wilayah secara mandiri," ucap dia.

Menurut Bambang, karantina tingkat RW ini akan berakhir setelah hasil tes swab dirilis. " Kita sambil nunggu dulu. Tapi mudah-mudahan hasilnya negatif," ujar dia.

 

2 dari 5 halaman

Tertular dari Cucu

Sebanyak 20 jemaah Mushola Baitul Muslimin Tambora berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) setelah berinteraksi dengan seorang kakek yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kakek tersebut sempat menjadi imam Sholat Tarawih di mushola tersebut pada Sabtu 9 Mei 2020 malam.

Menurut Bambang, kakek tersebut tertular Covid-19 dari cucunya. Si cucu sudah menjalani rapid test dan swab lebih dulu dan hasilnya positif Covid-19.

" Kakek dan istrinya kemudian ikut melakukan tes serupa pada hari Jumat, diketahui hasilnya positif," ucap Bambang.

 

3 dari 5 halaman

Tak Mau Isolasi Mandiri

Setelah dinyatakan positif, kakek itu tidak melakukan isolasi mandiri da tetap melakukan aktivitas di luar rumah seperti biasa. Bahkan kakek itu menolak dirujuk ke RS Wisma Atlet Kemayoran.

" Dia (kakek) menyampaikan 'saya tidak kena Covid-19 tapi gejala typus'. Nah, malamnya masih mimpin Sholat Tarawih," ucap dia.

Bambang mengatakan pihaknya membujuk satu keluarga itu agar mau menjalani perawatan di rumah sakit. Akhirnya pada Minggu kemarin kakek dan istrinya bersedia dibawa ke Rumah Sakit Tarakan.

Sumber: Liputan6.com/Ady Anugrahadi

4 dari 5 halaman

6 Jemaah Sholat Tarawih Masjid di Sidoarjo Reaktif Rapid Test Covid-19

Dream - Sebanyak 123 jemaah sholat Tarawih di Masjid Al Ikhlas Bluru, Sidoarjo, Jawa Timur, menjalani rapid test atau tes cepat. Hasilnya, enam orang di antaranya dinyatakan reaktif.

" Hasilnya dari 123 orang yang dilakukan rapid test, enam orang di antaranya menunjukkan hasil reaktif yang terdiri dari empat orang pria dan dua perempuan," ujar Kapolres Kota Sidoarjo, Kombes Sumardji, dikutip dari Merdeka.com.

Sumardji mengatakan rapid test juga digelar di Masjid Baitul Syakur di Jalan Raya Tropodo, Waru. Ada 29 orang yang menjalani rapid test di masjid tersebut usai sholat Tarawih.

" Hasilnya, semua non-reaktif," kata dia.

Enam orang tersebut selanjutnya menjalani tes swab. Ini untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak.

 

5 dari 5 halaman

Banyak Yang Membandel

Sumardji mengatakan masih banyak orang membandel. Banyak yang masih tidak mau mengikuti aturan jam malam sepanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

" Satpol PP harusnya menutup tempat usaha karena yang punya kewenangan menutup Satpol PP, Polri dan TNI akan mem-backup," kata Sumardji.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman, mengatakan pihaknya terus menggencarkan ter sepat kepada masyarakat. " Lokasinya juga menyebar di berbagai area di Sidoarjo," kata dia.

Sumber: Merdeka.com/Raynaldo Ghiffari Lubabah

Beri Komentar