Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mantan Menteri Agama Dan Menteri Pendidikan Nasional, Abdul Malik Fadjar (Suara Muhammadiyah)
Dream - Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Mantan Menteri Abdul Malik Fadjar meninggal dunia pada Senin, 8 September 2020.
Abdul Malik Fajar adalah sosok yang sangat perhatian terhadap dunia pendidikan. Sesepuh Muhammadiyah ini pernah menjabat sebagai Menteri Agama era Presiden BJ Habibie dan Menteri Pendidikan Nasional era Presiden Megawati Soekarnoputri.
Menteri Agama Fachrul Razi mengungkapkan keluarga besar Kementerian Agama sangat kehilangan atas kepergian Fadjar. Malik dinilai sebagai sosok yang sangat berperan dalam pengembangan pendidikan Islam.
" Ini menjadi kehilangan besar bagi kami Keluarga Kementerian Agama. Bukan saja pernah menjabat sebagai Menteri Agama, tapi beliau juga merupakan tokoh pengembangan pendidikan Islam," ujar Fachrul.
Fachrul mengatakan Malik memiliki kiprah sangat besar dalam dunia pendidikan Islam. Lahir dan besar di lingkungan Muhammadiyah, Malik adalah produk pendidikan Kementerian Agama.
Malik menamatkan gelar Doktorandus (Drs) dari Fakultas Tarbiyah Cabang Sunan Ampel Surabaya pada 1972. Saat ini, fakultas tersebut menjadi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Malik memulai karirnya sebagai guru pada Sekolah Rakyat Negeri (SRN). Pada 1995, diangkat menjadi Direktur Jenderal pada Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.
" Saat menjadi Dirjen, lalu Menteri Agama, beliau banyak melakukan pembenahan dan inovasi, antara lain pengembangan manajemen berbasis sekolah, serta Madrasah Aliyah Model dan Madrasah Aliyah Keterampilan. Beliau ikut berjasa dalam pengembangan pendidikan Islam," kata Fachrul.
Atas jasanya yang begitu besar terhadap Bangsa dan Negara, Malik dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden BJ Habibie. Tanda kehormatan ini tertuang dalam Keppres Nomor 076/TK/TH 1999 tanggal 13 Agustus 1999.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya