Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tentara Israel (Shutterstock.com)
Dream - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan, negaranya akan terus mengerahkan pasukannya bila kelompok-kelompok bersenjata di Gaza tidak menghentikan serangan misil. Dia mengancam bakal menyerang Gaza.
Menurut laman rt.com, rudal-rudal dari Gaza terus menghujani sejumlah wilayah Israel. Pada Senin 24 Februari 2020, sirine peringatan bahaya terus berbunyi. Israel menyebut ada 50 roket yang diluncurkan dari Gaza ke wilayah mereka, 90 persen di antaranya bisa ditangkis.
Serangan rudal itu mendapat balasan dari Israel. Melalui Twitter, Pasukan Pertahanan Israel mengklaim telah melancarkan serangan ke Gaza.
" Kami sekarang menyerang dengan pesawat, tank, dan helikopter," kata Netanyahu saat meninjau baterai sistem pertahanan udara Iron Dome di wilayah Ashdod.
Netanyahu juga menyampaikan pesan khusus untuk pemimpin Hamas dan militan Palestinian Islamic Jihad (PIJ). Dia bahkan kembali mengeluarkan ancaman saat mendatangi pendudukan Ariel di Tepi Barat.
" Saya tidak berencana untuk menyerah. Di luar serangan keras terhadap musuh-musuh kita, Hamas dan Jihad Islam perlu memahami - [serangan rudal terhadap Israel] ini tidak akan berlanjut. Jika mereka tidak sepenuhnya berhenti, kami harus mengaktifkan rencana yang kami siapkan untuk kampanye luas," ancam Netanyahu.
Dia mengaku sadar dengan harga yang harus dibayar oleh pasukan Israel dan keluarganya dengan kampanye perang itu.
" Saya tidak terburu-buru berperang," kata Netanyahu, tetapi jika Israel terpaksa melancarkan serangan besar, " celakalah Hamas dan Jihad Islam ketika hari itu tiba! Itu pilihan mereka."
Netanyahu menegaskan, ancamannya itu bukanlah omong kosong dan dia akan 'melakukan yang perlu dilakukan' untuk melindungi warganya di wilayah selatan.
Sementara, kelompok Islamic Jihad mengatakan bahwa 'respons militer' terhadap Israel telah cukup. Setidaknya untuk saat ini.
Serangan itu dilancarkan setelah muncul video yang menunjukkan tentara Israel membunuh dan menyeret warga Palestina.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya