Corona Mengganas di Iran, 15 Pasien Meninggal

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 26 Februari 2020 07:01
Corona Mengganas di Iran, 15 Pasien Meninggal
Angka itu menjadikan Iran sebagai negara dengan kasus kematian virus corona tertinggi di luar China.

Dream - Otoritas Iran mengkonfirmasi sebanyak tiga orang pasien suspek virus corona meninggal dunia pada Selasa, 25 Februari 2020. Sejauh ini, jumlah total kematian akibat virus tersebut mencapai 15 pasien.

Angka tersebut menjadikan Iran sebagai negara dengan kasus kematian virus corona tertinggi di luar China.

Dua dari tiga orang pasien meninggal hari ini teridentifikasi sebagai wanita lansia. Satu berasal dari Provinsi Markazi sementara satunya dari daerah utara Provinsi Alborz, seperti dilaporkan kantor berita resmi IRNA.

" Satu adalah wanita 87 tahun dengan riwayat kardiovaskular, radang paru, gangguan liver, dan ginjal yang meninggal usai dua hari menjalani perawatan," ujar pimpinan Universitas Medis Kota Saveh, Abbas Nikravesh, dikutip dari Channel News Asia.

 

1 dari 4 halaman

Pernah ke Qom

Satu lainnya, kata Abbas, wanita 82 tahun dengan riwayat darah tinggi dan kardiovaskular. Wanita ini meninggal usai dirawat selama satu hari.

" Dia memiliki rekam jejak mengunjungi Qom tempat anak-anaknya tinggal," ucap Abbas.

IRNA tidak menyebutkan identitas pasien yang meninggal di Alborz. Juga tidak memberikan rincian mengenai riwayat kesehatannya.

" Pasien ini di bawah perawatan khusus dalam beberapa hari terakhir sampai dia meninggal," ucap wakil kepala Universitas Medis Alborz, Hassan Inanlou.

 

2 dari 4 halaman

Ada 61 Kasus Corona di Iran

Pada Senin kemarin, Kementerian Kesehatan Iran menyatakan ada 61 pasien positif terinfeksi virus corona. Sementara, 900 kasus masih sebatas dicurigai.

Pemerintah Iran hingga saat ini belum menyatakan jumlah orang yang dikarantina akibat corona.

Tetapi, kantor berita Mehr melaporkan ada 320 orang telah dirawat di Qom, di mana Teheran mengonfirmasi ada dua pasien tewas di sana pada pekan lalu.

Wabah corona membuat Iran terisolasi. Sejumlah negara melarang warganya untuk bepergian menuju Negeri Para Mullah tersebut.

 

3 dari 4 halaman

Iran Terisolir

Kanada, Libanon, Uni Emirat Arab, Afghanistan, dan Irak membatalkan semua penerbangan dari dan menuju Iran. Sementara negara-negara tetangga Iran memilih menutup perbatasan mereka.

Sempat muncul klaim yang menyebut jumlah korban tewas jauh lebih besar, mencapai 50 orang. Otoritas Iran segera membantah klaim tersebut dan menyatakan siap terbuka mengenai penyebaran virus tersebut.

Otoritas Kuwait menyatakan ada lebih dari tiga orang warganya terinfeksi virus corona usai bepergian dari Iran.

Kantor berita KUNA melaporkan terdapat tiga pasien baru yang saat ini dalam kondisi stabil dan sedang menjalani karantina, meningkatkan kasus corona di Kuwait menjadi delapan.

4 dari 4 halaman

Masya Allah, Bayi 17 Hari Sembuh dari Virus Corona

Dream - Seorang bayi perempuan berusia 17 hari dinyatkan telah pulih dari paparan virus corona,  COVID-19. Bayi tersebut lahir di Wuhan, provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah mematikan ini.

Bayi yang baru belasan hari dilahirkan itu menjadi pasien termuda yang telah sembuh dari virus mematikan tersebut sejauh ini.

Dia dipindahkan ke Rumah Sakit Anak Wuhan pada hari dilahirkan setelah diduga terinfeksi virus baru yang dikenal sebagai COVID-19 itu.

Dia mengalami infeksi pernapasan dan kerusakan kecil di jantungnya. Namun dia berhasil mengatasi gejalanya tanpa obat.

Anak yang diberi nama Xiao Xiao itu meninggalkan rumah sakit pada hari Jumat setelah dinyatakan pulih sepenuhnya.

Berbicara kepada stasiun televisi pemerintah, CCTV, pakar kesehatan di Departemen Neonatologi Rumah Sakit Wuhan, Dr Zeng Lingkong, mengatakan Xiao Xiao tidak memiliki kesulitan dalam bernapas.

" Dia juga tidak batuk atau demam. Karena itu kami hanya memberikan perawatan untuk kondisi yang menyerang miokard (sel-sel otot yang terdapat di jantung)," kata Dr Zeng.

Dr Zeng menambahkan bayi itu malah tumbuh dengan baik dan lebih gemuk saat dirawat di rumah sakit.

Xiao Xiao diizinkan pulang pada hari Jumat sore setelah dinyatakan negatif corona usai menjalani tiga tes deteksi asam nukleat berturut-turut.

Para dokter di China sebelumnya menyuarakan keprihatinan bahwa infeksi virus corona dapat ditularkan dari ibu ke bayi mereka di dalam rahim.

Sumber: Daily Star

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair