Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Andi Syamsir Didampingi Istri Pertama Dan Isrti Kedua Sesaat Setelah Mengucapkan Ijab Kabul (istimewa)
Dream - Pernikahan Andi Syamsir dengan Nirfawana berlangsung di Jalan Bakti Adiguna, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa, 3 Maret 2020 menjadi perbincangan di media sosial. Syamsir datang ke pernikahan bersama istri pertamanya, Juspiwati.
Juspiwati bahkan mendampingi sang suami di hadapan penghulu saat menikah lagi. Bahkan, Juspiwati-lah yang menjodohkan Syamsir ke Nirfawana.
" Masalah besar dalam poligami adalah istri pertama, tapi ini istri pertama datang melamar," ujar Muslim Bahar, saksi pernikahan Syamsir dan Nirfawana, diakses dari Liputan6.com, Jumat, 6 Maret 2020.
Perjodohan itu bermula ketika, Harnah, ibunda dari Nirfawana hendak menjual sebidang tanah kepada Andi Syamsir dan Juspiwati. Saat itulah pulalah Juspiwati tiba-tiba berkata bahwa dirinya hendak mencarikan istri untuk suaminya.
Tanpa berpikir panjang Harnah menyebutkan, dirinya selama ini juga sedang mencarikan suami untuk anak perempuannya. Dia bahkan mengatakan sangat ingin mempunyai menantu seorang ustaz.
" Bu Harnah bilang bagaimana kalau dengan anakku saja, saya juga mau punya menantu ustaz, karena anak-anakku tidak ada yang jadi ustaz," ucap Muslim.
Kesepakatan antara Juspiwati dan ibunda dari Nirfawana itu langsung direalisasikan. Harnah bahkan tidak menunggu persetujuan anak perempuannya itu apakah ia bersedia menikah dengan lelaki yang telah memiliki istri.
" Hajah Nirfawana kaget, ibunya bilang kalau mau lihat orang tua bahagia menurut saja, karena kamu juga sudah terlalu lama sendiri," kata Muslim.
Persiapan akad nikah antara Andi Syamsir dan Nirfawana pun tidak berlangsung lama. Muslim menyebutkan persiapan itu begitu cepat karena tidak ada masalah yang timbul dalam urusan poligami ini.
" Lima hari setelahnya itu kan ada tanggal cantik yakni tanggal 3 bulan 3, nah dipilihlah hari itu untuk menikahkan keduanya," ucap dia.
Akad nikah Andi Syamsir dan Nirfawana berlangsug di kediaman mempelai wanita di Jalan Bakti Adi Guna, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan pada Selasa, 3 Maret 2020 sekitar pukul 10.00 Wita.
" Akadnya berlangsung meriah, banyak undangan yang hadir," ucap Susanti, kata seorang warga.
Saat Juspiwati mendampingi suaminya, Andi Syamsir, untuk menikah dengan Nirfawana, suami istri itu membawa anak-anaknya.
Tak terpancar sedikit pun rasa sedih dari raut wajah Juspiwati, dia bahkan terlihat senyum sumringah melihat suaminya tercinta mengucapkan ijab kabul dengan wanita lain.
" Yang heboh itu pas Hajah Nirfawana mencium tangan istri pertama suaminya, ramai tamu undangan teriak," kata Susanti.
Sumber: Liputan6.com/Fauzan
Dream - Kekhawatiran yang tinggi muncul setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan ada 2 kasus corona positif di Indonesia beberapa hari lalu. Tak dipungkiri, sebagian masyarakat mengalami kepanikan sampai terjadi panic buying.
Masker dan hand sanitizer ludes diborong. Kondisi tersebut tampak berangsur berkurang. Sebuah survei dilakukan Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan KedaiKOPI Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI).
Survei tersebut untuk mengetahui tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah terkait penanganan corona. Bagaimana hasilnya? Ternyata sebagian besar masyarakat percaya kepada pemerintah.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo. Survei nasional ini dihelat pada 3-4 Maret memakai metode telepon. Ada 483 responden yang terlibat dengan 4,46 persen margin of error dan 95 persen confidence interval.
" Sebesar 66,6% masyarakat Indonesia meyakini pemerintah mampu menghadapi virus corona. Sedangkan 33,4% masyarakat masih pesimis dengan kemampuan pemerintah," kata Kunto di acara Diskusi Publik Corona: Ujian Kebersamaan Bagi Indonesia, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020.
Jumlah tersebut diyakini menunjukkan nilai yang cukup baik dengan skor 6,4. " Artinya kepercayaan publik ada di level yang tergolong tinggi. Cukup oke lah," ujarnya.

Bahkan sebagian besar masyarakat sudah memiliki pemahaman tentang tata cara pencegahan Covid-19. Yakni dengan memakai hand sanitizer, kegiatan Mencuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) serta menggunakan masker bagi orang yang sakit.
Hal ini berkaitan dengan mayoritas masyarakat menganggap Covid-19 sebagai ancaman yang serius.
" Mayoritas 80,8 persen bilang ini ancaman besar untuk Indonesia. Rata-rata skornya di 7,5," tutur Kunto.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya