Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Palestina Tetapkan Status Darurat Usai 7 Warga Positif Virus Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 6 Maret 2020 15:01
Palestina Tetapkan Status Darurat Usai 7 Warga Positif Virus Corona
Kementerian Kesehatan Palestina menemukan 7 orang positif terjangkit virus corona

Dream - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menyatakan negara dalam status darurat virus corona selama 30 hari terhitung mulai Kamis, 5 Maret 2020. Hal ini menyusul ditemukannya tujuh kasus infeksi virus corona di negara tersebut.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Palestina, Mohammed Shtayyeh pada Kamis malam waktu setempat. Diberlakukan pula kebijakan penutupan seluruh sekolah, kampus, taman kanak-kanak, serta seluruh reservasi pengunjung manca negara dibatalkan.

" Kami telah memutuskan untuk menyatakan negara dalam keadaan darurat di seluruh wilayah Palestina untuk menghadapi bahaya virus corona dan mencegahnya menyebar," ujar Shtayyeh, dikutip dari Straits Times.

Otoritas Palestina juga akan menutup seluruh pintu perbatasan. Serta memberlakukan pemeriksaan ketat di tiap jalur perlintasan antar-negara.

Langkah pencegahan ini diumumkan setelah Menteri Kesehatan Palestina, Mai Alkaila, mengatakan pihaknya mengidentifikasi tujuh kasus positif corona. Semuanya adalah warga Palestina yang bekerja di Angel Hotel, Bethlehem.

Tujuh orang tersebut merupakan kasus pertama yang ditemukan di wilayah Palestina yang diduduki. Diduga mereka tertular oleh pengunjung yang menginap di hotel.

1 dari 5 halaman

Tempat Ibadah Tutup

Patriarkat Latin Yerusalem, otoritas keagamanan Nasrani di Palestina, menyatakan penutupan juga diberlakukan pada situs bersejarah Gereja Kelahiran di Bethlehem, yang diyakini sebagai tempat kelahiran Isa Al Masih. Tempat suci umat Nasrani ini ditutup selama dua pekan ke depan bersamaan dengan seluruh gereja dan masjid di Bethlehem dan Jericho.

Kementerian Pariwisata Palestina juga menyatakan tamu asing dilarang menginap di hotel-hotel di Bethlehem selama dua pekan.

Menteri Pertahanan Israel, Naftali Bennett, memerintahkan militer untuk menutup Bethlehem dan bekerja sama dengan Otoritas Palestina. Juga melarang pergerakan baik warga Israel maupun Palestina.

Tetapi, kelompok milisi Hamas yang berwenang atas Jalur Gaza menyatakan status darurat hanya berlaku untuk Tepi Barat.(Sah)

2 dari 5 halaman

Berkaca Corona di Korsel, PMI Dukung Jemaah Bawa Sajadah Sendiri

Dream - Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI), Sudirman Said, mengimbau masyarakat untuk membawa sajadah sendiri ketika sholat di masjid. Terutama untuk sholat Jumat.

Sudirman mengatakan imbauan yang dia sampaikan juga merupakan pesan dari Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla. Tujuannya untuk mencegah tertularnya infeksi virus corona.

" Jusuf Kalla pesan kalau mau sholat bawa sajadah sendiri ke masjid. Untuk alas ibadah ini sebaiknya bawa sendiri,"  ujar Sudirman di acara Diskusi Publik Corona: Ujian Kebersamaan Bagi Indonesia, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020.

Sudirman mengatakan berkaca dari kasus penyebaran Covid-19 di Iran dan Korea Selatan, virus ini menjangkiti rumah ibadah.

Alhasil, kebanyakan pasien positif corona di dua negara tersebut adalah pengunjung rutin rumah ibadah.

" Misalnya di gereja kita pegang kursi yang terkena droplets, di masjid bersin saat sujud dan sajadahnya dipakai lagi sama orang lain. Kita upayakan semprot desinfektan, warga juga harus waspada," kata Sudirman.

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan Jusuf Kalla juga berpesan apabila ada jamaah yang sedang sakit sebaiknya tidak sholat di masjid.

Jemaah dengan gejala flu, demam atau batuk diimbau untuk melakukan pemulihan dan sholat di rumah.

3 dari 5 halaman

JK Imbau Jemaah Bawa Sajadah Sendiri ke Masjid

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla meminta kepada seluruh pengurus maupun takmir masjid maupun musala, agar setiap saat menjaga kebersihan di lingkungan tempat ibadahnya, menyusul masuknya virus corona ke Indonesia.

Hal ini disampaikan JK saat memimpin rapat dengan para pengurus pusat maupun pengurus sayap DMI di Jakarta, Rabu (4/3/2020), seperti dilansir Merdeka.com. 

" Mengimbau kepada seluruh jajaran pimpinan wilayah, daerah, cabang, dan ranting untuk melakukan langkah sanitasi siaga bersama DKM dan Takmir Masjid atau musala, dengan teratur menjaga kebersihan," kata JK.

Selain itu, dia juga mengimbau para jemaah salat agar membawa sajadah atau sapu tangan yang bersih sendiri sebagai alas sujud masing-masing.

" Para jemaah yang sedang batuk, demam, dan mengalami gejala sakit seperti flu agar melaksanakan salat di rumah hingga sembuh dan ikut mengawasi penyebaran atau penularan virus corona, serta melakukan upaya tanggap atau melaporkan jika ada warga masyarakat dicurigai terdampak virus corona, khususnya di sekitar masjid atau musala," jelas JK.

Menurut dia, semua itu dilakukan demi mencegah lebih banyak orang terpapar virus corona.

" Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat terhindar dari penyebaran virus corona yang dapat tersebar melalui kontak badan ataupun bersentuhan langsung dengan orang yang sedang terjangkit virus corona," pungkasnya.

4 dari 5 halaman

Saudi Setop Aktivitas Umrah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Dream - Arab Saudi askhirnya memutuskan penghentian sementara aktivitas umrah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Seluruh jemaah yang melaksanakan ibadah umroh tidak dibolehkan masuk ke tempat suci Islam tersebut.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan keputusan tersebut pada Rabu waktu setempat dan berlaku sepanjang tahun. Larangan umroh tidak hanya ditujukan bagi jemaah dari luar negeri namun juga warga Saudi sendiri.

Keputusan ini ditetapkan menyusul diumumkannya kasus positif infeksi corona di Saudi oleh Kementerian Kesehatan pada Rabu sore waktu setempat, seperti dilaporkan kantor berita resmi Saudi Press Agency.

Disebutkan pasien tersebut baru datang dari Iran lewat kawasan Bahrain dan tidak melapor ke petugas di pelabuhan Saudi. Pasien tersebut masuk ke Saudi bersama dengan satu pasien yang sebelumnya sudah dinyatakan positif corona.

5 dari 5 halaman

Pelaksanaan Umroh Ditangguhkan

Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan tujuan pelarangan ini untuk mencegah menyebarnya infeksi virus corona. Seluruh aktivitas umroh ditangguhkan hingga waktu yang ditentukan.

" Membatasi akses ke Dua Masjid Suci yang rutin dipenuhi kerumunan jemaah, membuat isu pengamanan menjadi sangat penting," ujar juru bicara tersebut, dikutip dari Arab News.

Sementara, Wakil Menteri Haji Saudi, Abdulfattah Mashat, mengatakan para jemaah baik warga Saudi maupun asing tetap bisa berkunjung ke Mekah dan Madinah. Tetapi, hanya untuk sholat dan bukan berumrah.

" Mekah tetap terbuka untuk pengunjung dari seluruh wilayah Kerajaan, keputusan penundaan hanya berlaku untuk aktivitas umroh," kata Abdulfattah.

Sebelumnya, Saudi memutuskan untuk menghentikan sementara penerimaan jemaah umroh dan pengunjung dari luar negeri. Juga menunda penerbitan visa kunjungan sehingga tidak ada orang yang bisa masuk ke wilayahnya.

Penutupan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk sementara waktu membawa dampak besar, terutama bagi perekonomian Saudi. Mengingat ibadah umroh memberikan kontribusi sangat besar bagi pemasukan Saudi yang sudah mantap meninggalkan minyak sebagai sumber pendapatan terbesar.

Beri Komentar