Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang pria berusia 36 tahun meninggal usai dinyatakan pulih lima hari sebelumnya dan dipulangkan dari rumah sakit darurat. Pria asal Wuhan, Hubei, China itu meninggal karena gagal nafas.
Dilaporkan South China Morning Post, berita kematian itu sempat diunggah Shanghai The Paper. Tapi, laporan itu kemudian dihapus.
Menurut berita, pria bernama Li Liang sempat menjalani perawatan di rumah sakit, yang dibangun untuk pasien dengan gejala ringan dan sedang pada 12 Februari 2020. Sang istri, bermarga Mei, menyebut, suaminya kemudian diinstruksikan untuk diobservasi selama 14 hari.
Mei mengatakan suaminya merasa tidak enak badan dua hari setelah meninggalkan rumah sakit. Mei menyebut, sang suami mengeluh mulut kering dan perut terasa begah.
Pada Senin, 2 Maret 2020, Li mengatakan dia merasa sakit dan dikirim ke rumah sakit, di mana dia dinyatakan meninggal sore itu.
Sertifikat kematian yang dikeluarkan oleh komisi kesehatan Wuhan mengatakan penyebab langsungnya adalah Covid-19, dan menyebutkan penyumbatan dan kegagalan pernafasan sebagai gejala yang bisa menyebabkan kematiannya.
Rumah Sakit Fangcang - salah satu fasilitas darurat Wuhan, mengeluarkan pemberitahuan darurat pada hari Rabu, 4 Maret 2020 yang mengatakan lebih banyak pasien yang pulang telah diterima kembali setelah jatuh sakit lagi.
Rumah sakit akan mulai melakukan tes antibodi pada semua pasien sebelum pulang dari Kamis, 5 Maret untuk memastikan kondisi pasien pulih sepenuhnya.
Dream - Kasus penyebaran virus corona, Covid-19, tidak separah Februari 2020. Penyebaran virus corona tercatat mengalami kenaikan, tetapi tidak signifikan.
Di pusat sebaran virus, China, kenaikan angka warga yang terinfeksi tercatat mencapai ratusan orang tiap harinya. Angka ini mulai terlihat sejak akhir Februari hingga awal Maret 2020.
Mulai terorganisirnya sebaran virus juga terlihat dari jumlah pasien yang pulih. Berdasar data Johns Hopkins University-The Centre for Systems Science and Engineering (JHU-CSSE) mencatat, kenaikan pasien pulih mulai meningkat tajam sejak 22 Februari 2020 dengan angka 22,9 ribu pasien pulih. Hingga 4 Maret 2020, angka pasien pulih sudah mencapai 51,2 ribu.
Total hingga 5 Maret 2020 pukul 10.30, pasien yang sembuh mencapai angka 53.225. Pasien sembuh terbesar berada di daratan China.

Data sebaran virus Corona
Pasien sembuh di Provinsi Hubei, sebesar 40.479 orang. Seperti diketahui, ibu kota provinsi Hubei, Wuhan, ditetapkan sebagai pusat sebaran Covid-19.
Saat ini, masih ada 24.085 orang di Hubei yang masih menjalani perawatan Covid-19.
Sementara itu, kasus Covid-19 di luar China menjadi perhatian. Terdapat 14,9 ribu kasus Covid-19.
Korea Selatan, Italia, dan Iran menjadi tiga negara dengan sebaran Covid-19 tersebar. Di Korea Selatan, kasus Covid-19 tercatat dengan 5.766 kasus, Italia dengan 3.089 kasus, dan Iran dengan 2.922 kasus.
Hingga berita ini diturunkan kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 80.409 dengan total kematian sebesar 3.012.
Dream - Virus corona mengundang masyarakat untuk selalu waspada. Kepanikan hanya akan membuat masalah seputar virus Covid-19 ini semakin runyam.
Berawal dari Wuhan, Hubei, China, virus ini memang sudah menyebar ke berbagai negara. Mulai dari Asia sampai Eropa dan Amerika Serikat.
Namun ada yang luput dari kecemasan penyebaran virus corona ini. Persentase harapan orang sembuh dari virus corona sangat tinggi.
Tengok saja data John Hopkins University per 4 Maret 2020 pukul 20:33:02. Dari 94.4250 kasus infeksi virus corona terkonfirmasi di seluruh dunia, sebanyak 51.026 orang dinyatakan telah recovered atau sembuh.
Jumlah pasien terkonfirmasi virus corona yang sembuh itu setara dengan 54,14 persen. Jauh lebih besar dibandingkan pasien yang meninggal dunia.
Masih dari data yang sama, korban yang meninggal dunia akibat virus corona mencapai 3.214 orang atau hanya 3,41 persen. Lebih rendah dari serangan wabah MERS atau SARS beberapa tahun silam.
Di China sebagai pusat penyebaran virus corona, jumlah pasien baru berangsur berkurang. Sebaliknya, warga yang dinyatakan telah recover semakin bertambah.
Di Hubei sebagai daerah asal mulai ditemukannya virus corona, jumlah warga yang dinyatakan sembuh mencapai 38.557 orang atau 57,26 persen dari 67.332 orang yang terkonfirmasi terserang virus Covid-19. Sementara jumlah pasien yang meninggal hanya 2.817 pasien atau 4,26 persen.
Masih banyak fakta melegakan yang membuat masyarakat sudah sepatutnya tak perlu panik namun tetap waspada dengan virus corona ini.
Di tengah perjuangan dunia melawan virus corona, Vietnam seperti hadir menumbuhkan harapan. Di Vietnam sendiri ada 16 kasus pasien terjangkit corona yang terkonfirmasi.
Tetapi pada akhir Februari, 16 pasien tersebut sembuh. Alhasil, kini Vietnam tidak lagi tercatat sebagai negara yang juga kasus infeksi virus corona.
Tak hanya Vietnam yang bisa bebas dari virus corona. Nepal juga melaporkan seorang pasiennya dinyatakan telah pulih dari paparan Covid-19. Sembuhnya pasien tersebut membuat Nepal saat ini tak lagi memiliki laporan warganya terpapar corona.
Kapal pesiar Diamond Princess sempat menyedot perhatian dunia karena dikarantina di pelabuhan Jepang. Seluruh orang didalamnya, baik penumpang maupun awak kapal dilarang turun oleh pemerintah Jepang.
Kabar ini juga menimbulkan sedikit kekhawatiran di Indonesia karena sebagian ABKnya adalah WNI. Ditambah lagi, ada sembilan WNI di kapal itu dinyatakan positif terjangkit virus corona sehingga harus diisolasi.
Kabar baik muncul pada Rabu pagi. Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, menyatakan empat warga Indonesia dinyatakan sembuh dari infeksi virus tersebut berdasarkan surat keterangan sehat yang dikeluarkan otoritas kesehatan Jepang.
Dua warga Indonesia terinfeksi virus corona di dalam negeri. Virus tersebut diketahui berasal dari warga Jepang yang sempat datang ke Indonesia lalu pergi ke Malaysia.
Presiden Joko Widodo sendiri mengumumkan adanya dua WNI terjangkit awal pekan ini. Jokowi menyebut keduanya dengan kasus 1 dan 2.
Kedua WNI tersebut menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso. Kondisi keduanya berangsur membaik namun masih harus menjalani perawatan sampai benar-benar dinyatakan negatif dari infeksi virus corona.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya