Istri Kelima Presiden Soekarno Jadi Youtuber

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 14 Juli 2019 13:30
Istri Kelima Presiden Soekarno Jadi Youtuber
Dewi menjajal hal-hal baru, salah satunya, media sosial.

Dream - Istri ke lima Presiden Soekarno, Naoto Nemoto, atau Ratna Sari Dewi, kembali ke hadapan publik. Kali ini, Dewi muncul lewat video di kanal Youtube.

Dewi menamai akun Youtube-nya Lady.Dewi Channel. Baru meluncur selama tiga bulan, pengikut Dewi sudah menyentuh angka 36 ribu.

Meski usianya menginjak 79 tahun, Dewi ingin menjajal hal-hal baru. Rasa penasaran itu dia buat sebagai konten Youtube. Di episode pertama unggahannya, Dewi menjajal filter untuk SnapChat.

Pada keterangan dan penjelasan akunnya, Dewi menyebut video yang diunggah akan menunjukkan sisi lain kehidupannya. " Anda akan melihat kehidupan selebritis yang tak terlihat dan tak ditunjukkan di layar kaca," tulis Dewi.

Di keterangan tiap unggahan, Dewi menyebut diri sebagai ahli sosial internasional. Dia mengklaim mengalami pengasingan di Paris, Prancis, pasca runtuhnya Orde Lama pada 1970.

Pada 1990, dia pindah ke New York, Amerika Serikat. Dewi bekerja sebagai penasihat khusus untuk United Nations Environment Program.

Setelah berkarier di PBB, Dewi kembali ke Jepang pada 2008 dan tinggal di Shibuya, Tokyo. Dia dikenal sebagai sosialita, dan beberapa kali tampil dalam acara TV dan kontes kecantikan. Dia kerap tampil di televisi sebagai pengamat masalah sosial.

1 dari 8 halaman

Ini Videonya

2 dari 8 halaman

Geger Penemuan Emas Batangan Bergambar Soekarno di Makam Kuno

Dream - Kabar mengejutkan datang dari Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kepala Desa di kampung itu, Moch Kolidi, mengaku mendapatkan belasan lempengan emas bergambar presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Kepada Jombang Times, sebagaimana dikutip Dream dari Probolinggo Times, Kolidi mengaku pertama kali mendapat lempengan-lempengan emas tersebut pada tahun 2014. Lempengan-lempengan itu panjangnya mencapai delapan sentimeter dengan lebar empat sentimeter.

Satu sisi lempengan itu terpahat ukiran Presiden Soekarno, sementara lainnya bergambar Garuda Pancasila. Namun pada artikel itu tak dijelaskan apakah lempengan-lempengan itu telah diuji keasliannya. Tak disebutkan pula berapa kandungan emas pada batangan tersebut.

Kisah Kolidi mendapatkan lempengan-lempengan itupun cukup aneh. Dia mengaku mendapatkan benda-benda berwarna kuning itu saat malam hari, ketika sedang duduk-duduk di teras rumahnya.

Kolidi mengaku, saat sedang bersantai itu dia mendengar suara yang jatuh dari atas dekat pohon mangga di depan rumahnya. Saat itu dia mengira adaa mangga yang jatuh dari pohonnya. Tapi ketika dihampiri, ternyata gumpalan tanah basah yang di dalamnya terdapat lempengan gambar Soekarno.

“ Kemudian saya bersihkan dengan air di dalam rumah, ternyata kelihatan kuning-kuning yang ternyata bentuk lempengan itu,” ujar Kolidi. Aneh memang, cerita ini susah untuk dinalar dengan akal.

3 dari 8 halaman

Mimpi Aneh Sebelum Menemukan Lempengan

Jombang Times juga mengunjungi rumah Kolidi. Di depan kediaman Kolidi terdapat sejumlah makam kuno yang tertimbut batu bata kuno. Ukurannya terbilang lebar, tidak seperti batu biasa pada umumnya.

Menurut Kholidi, 13 lempengan bergambar Soekarno itu jatuh tepat di samping empat makam kuno yang berlokasi di depan rumah Kolidi. “ Awalnya 2014 itu nemu sembilan. Lalu setahun lagi, selang musim mangga baru nemu lagi empat. Jadinya 13,” ujar Kolidi.

Kisah penemuan batangan-batangan yang disebut sebagai emas itu terbilang ganjil. Namun jangan heran dulu, sebab cerita sebelum menemukan benda-benda itu tak kalah aneh. Kolidi mengaku beberapa kali bermimpi didatangi sosok orang tua.

4 dari 8 halaman

Santri Pahlawan Pelindung Soekarno

Dream – Pemuda itu bergegas pulang di suatu sore Maret 1949. Dia baru selesai mengajar ke sekolah. Langkahnya terhenti saat melihat seorang tukang arloji. Kebetulan jam tangannya memang sedang rusak. Si pemudah memutuskan singgah sebentar.

Sambil menunggu, dia memainkan bidak-bidak catur. Si lawan gemetar. Tapi, bukan karena langkah-langkah maut si pemuda. Ada sosok tentara berpangkat kapten Belanda tiba-tiba mendekat. Perwira itu tak datang sendiri. Bersama anak buahnya, kapten itu menghampiri meja catur.

Permainan catur pun bubar. Para tentara menggelandang pria yang tengah membetulkan arloji itu. Dia dibawa ke penjara Amuntai, Kalimantan Selatan, kota kelahirannya. Ditangkap dengan tuduhan menghasut masyarakat melawan pemerintahan Belanda.

Di penjara itulah kekejaman dimulai. Ditendang, disetrum, hingga dibutakan sementara waktu. Tapi, siksaan itu tak seberapa buat si pemuda. Ada penyiksaan yang paling menyiksa.

Selama 40 hari di sel militer, dia hanya boleh mengenakan celana pendek. Dia menderita karena tak sah salat. “ Penderitaan paling top di situ,” kata sang pemuda.

Ya, pemuda itu belakangan diketahui bernama Idham Chalid. Cerita itu dipetik dari buku Napak Tilas Pengabdian KH DR Idham Chalid (1998:15)

Mungkin masih ada segelintir orang tahu namanya. Apalagi generasi saat ini. Namanya Idham mendadak hidup saat Presiden Joko Widodo mengumumkan 12 nama pahlawan di cetakan uang rupiah kertas terbaru.

Gambar Idham Chalid akan terpampang di uang kertas baru pecahan Rp 5.000. Menggantikan pahlawan Aceh, Tuanku Imam Bonjol.

5 dari 8 halaman

Petualangan ke Mekah yang Tertunda

Idham Chalid adalah Putra sulung dari pasangan H. Mohammad Chalid Hj. Ummi Sani. Dia lahir pada 27 Agustus 1922. Tetapi, sumber literatur lain menyebut dia lahir pada 5 Januari 1921.

Dia sendiri tak pernah menyebut mana yang pasti dari dua tanggal tersebut. Hanya catatan ayahnya menulis kelahiran Idham pada Senin pagi, 5 Muharamm 1341 Hijriah.

Semasa kanak-kanak, Idham kecil punya kemampuan akademis yang mumpuni. Keluarganya memang pecinta buku. Tak hanya literature barat tapi juga kitab-kitab ajaran Islam. Tak heran Idham dikenal sebagai kutu buku.

Pada usia enam tahun, sudah mampu membaca Alquran dengan fasih. Prestasi di kelasnya pun mumpuni. Tak pernah menduduki peringkat dua.

Petualangan Idham sebetulnya mau dimulai pada 1938. Di usia 16 tahun dia akan dikirim belajar Alquran ke Mekkah, Arab Saudi. Sayang, Perang Dunia II keburu pecah. Batallah rencana itu. Idham pun memutuskan sekolah guru Islam di Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Putra, Ponorogo, Jawa Timur. Sekolah yang dikenal juga bernama Kweek School Islam Pesantren Modern Gontor.

Tiba di Pulau Jawa tentu tak disia-siakannya. Berbagai ajaran Islam pun dia pelajari. Tak luput juga bahasa. Dalam buku Nahkoda Nahdliyin karya Nous Sholahuddin (2013: 244), Idham sudah menguasai enam bahasa,

“ Kiai Idham Chalid tercatat menguasai enam bahasa asing… yaitu bahasa Arab, Inggris, Jepang, Belanda, Perancis, dan Jerman.”

Kepiawaiannya di bidang akademis dan agama ini diapresiasi Universitas Al-Azhar Mesir. Anugerah doktor kehormatan dari universitas tertua di dunia tersebut disematkan pada Idham di tahun 1959.

Di Indonesia, hanya segelintir orang yang mendapat penghargaan tersebut. Syeikh Abdul Karim Amrullah atau Syeikh Haji Rasul dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka.

6 dari 8 halaman

Ketua Umum PBNU Terlama

Sukses di dunia akademik, Idham juga gemilang di kancah politik. Petualangnya dimulai dari Gerakan Pemuda (GP) Anshor, underbow Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) pada 1952. Karir politik di organisasi santri itu melejit. Puncaknya menjabat sekretaris PBNU jelang Pemilu 1955.

Moncer di bidang politik, nama Idham masuk lingkaran istana. Jalannya sebagai birokrat dimulai saat Dwitunggal Soekarno-Hatta dikabarkan pecah. NU sebagai penyangga kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Idham Chalid yang menjadi terpilih sebagai Wakil Perdana Menteri II.

Namun badai politik menghantamnya. Idham merasa ada ketidakpuasan masyarakat di daerah dengan suasana pemerintahan kala itu. Sebagai anggota cabinet, Idham khawatir ketidakpuasan menjalar ke Muktamar NU ke-21 di Medan pada 14-18 Desember 1956.

“ Tetapi, nyatanya, tidak ada tanda-tanda ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah pusat. Saya diperlakukan sebagaimana mestinya,” kata Idham dalam buku Napak Tilas Pengabdian KH DR Idham Chalid (1998:20).

Muktamar rampung dengan damai. Nama Idham terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Jabatan itu kemudian ‘melekat’ kepadanya. Selama 34 tahun dia menjabat Ketua Umum PBNU. Jabatan terlama yang pernah digenggam seorang Nahdliyin.

7 dari 8 halaman

Dor! Peluru Menyalak

Sikap luwes Idham dianggap sebagai kunci suksesnya. Itu pula yang dirasakan sahabatnya Saifuddin Zuhri. Ayah dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin itu menceritakan sikap tegas Idham dikala kegalauannya saat ditunjuk menjadi Menteri Agama oleh Presiden Soekarno.

Dalam otobiografinya, Berangkat dari Pesantren, Saifuddin bercerita, Kamis, 1 Maret 1962. Usai aku menjalankan Salat Ashar, Idham Chalid datang.

“ Saya dipanggil Presiden untuk berbuka puasa Ramadhan di Istana Bogor,” kata Pak Idham bergegas turun dari mobilnya.

Pak Idham mendapat perintah dari ajudan presiden, agar menerima jawaban ya dariku. Perkaranya bertambah pelik. Jika menteri agama tak dijabat orang NU, kata Pak Idham, tak akan ada lagi ikatan batin antara NU dengan pemerintah.

“ Coba yakinkan aku, apa manfaatnya menjadi menteri agama?” tanyaku.

“ Pertanyaannya, jangan apa manfaatnya menjadi menteri agama, tetapi apa madhorotnya kalau menolak,” ucap Pak Idham.

12 hari setelah Saifuddin Zuhri dilantik meletus peristiwa bersejarah. Idham yang menjadi imam Salat Idul Adha di Masjid Baiturrahim di Kompleks Istana Negara, Jakarta harus menyaksikan Panglima Hizbullah pada Revolusi Fisik, KH Zainul Arifin tertembak saat salat Idul Adha memasuki rakaat kedua.

Cucu KH Zainul Arifin, Ario Helmy menuturkan kisah itu kepada laman NU Online,

Sami’allahu liman hamidah,” ucap imam Idham. Belum sempat jemaah menyahuti seruan imam dengan “ rabbana wa lakal hamdu,” dari barisan ketiga jemaah bagian kiri, tiba-tiba pecah teriakan lantang seorang jemaah, ”Allahu Akbar…!” seraya tangannya mengacungkan pistol yang diambil dari betis kanannya.

Orang-orang termasuk imam bertiarap. Lalu suasana berubah kacau balau.

Penembak itu mengenai Zainul Arifin, Idham Chalid, Pengawal Presiden Ipda Darjat dan Brigadir Susilo, dan pengawal istana Mohamad Noer. Belakangan diketahui si penembak merupakan anggota kelompok DI/TII yang menargetkan Presiden Soekarno.

Zainul yang terkena luka tembak di bagian dada keluar masuk rumah sakit. Sepuluh bulan kemudian dia meninggal dunia.

8 dari 8 halaman

Si Kayu Ulin

Sebagian orang membandingkan kehidupan Idham Chalid seperti kayu dari pohon ulin (Eusideroxylon zwager) yang banyak tumbuh di pulau Kalimantan. Tahan terhadap rayap, kokoh, dan indah.

Meski begitu, filosofi bambu dan air yang dianutnya membawanya lepas dari berbagai rintangan itu. Dalam Koran Nahdatul Ulama Warta terbitan no.11/tahun 1, Juli 1986 berjudul Pahlawan KB, sosok keteguhan dan keluwesan Idham digambarkan.

Warta menceritakan sikap Idham yang keras kepala saat dikritik mensosialisasikan program Keluarga Berencana. “ Biar disindir, jalan terus,” tulis koran itu.

Idham dikritik lantaran tak konsisten. Sebab, saat menyosialisasikan KB dia ternyata memiliki banyak anak.

Meski tak lagi aktif dalam tubuh NU, sumbangsih Idham di dunia Islam masih terasa. Dia kerap memberi masukan pada wacana yang berkembang di dunia Islam Tanah Air.

Idham juga dikenal sebagai pemimpin yang sederhana. Dia bukan tipe pemimpin yang suka resmi-resmian. Di manapun, kapanpun, jika ada kesempatan senggang, tamu-tamu dari daerah datang, diterimanya selayaknya.

“ Sudah dipesan tidak terima tamu, begitu yang dilihat dari balik jendela ada tokoh kiai.ulama daerah Pak Idham yang lebih dahulu memanggil sang tamu. Dasar watak kiai,” tutur sang ajudan.

Beri Komentar