Izinkan Putrinya Peluk Islam, Penjelasan Ayah Ini Bikin Haru

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 25 Januari 2019 07:00
Izinkan Putrinya Peluk Islam, Penjelasan Ayah Ini Bikin Haru
Si ayah hanya ingin melihat putrinya bahagia.

Dream - Seorang pria di Singapura membuat warganet menitikkan air mata. Pria ini menunjukkan cinta seorang ayah yang begitu besar pada anak sampai mengizinkan putrinya memeluk Islam.

Gadis asal Singapura keturunan China, Li Jinghan, 29 tahun, membagi kisah mengenai percapakan ayahnya dengan seorang pria Malaysia di akun Facebooknya.

Dalam percakapan itu, sang ayah, Lee Soon Koon, mengungkapkan alasan mengizinkannya menjadi mualaf dan mengganti nama menjadi Nur Jihan Li.

Dikutip dari Asia One, Kamis 24 Januari 2019, Nur memulai cerita dari pertemuan sang ayah dengan salah satu orang Melayu yang menjadi penjual di aplikasi Carousell.

Penjual tersebut terkejut mendapai Lee yang merupakan seorang China. Sebab, penjual itu mengira orang yang menghubunginya sama-sama dari etnis Melayu.

1 dari 2 halaman

Hanya Ingin Kebahagiaan Putrinya

Penjual itu semakin terkejut mendengar perkataan Lee yang telah mengizinkan putrinya menjadi mualaf. Tidak banyak orangtua berpikiran terbuka sampai mengizinkan anaknya pindah agama.

Nur mengatakan, alasan ayahnya mungkin sederhana. Meski begitu, dia menilai maknanya sangat dalam.

" Saya mengerti kebahagiaan. Apa tujuan hidup? Ya untuk mencari kebahagiaan," kata Lee.

" Setiap agama mengajarkan kebaikan. Jika kamu memberitahu saya agama ini membuatmu bahagia, mengapa saya harus mencegahmu?" lanjut pria itu.

Lee ingin putrinya bahagia. Hanya itu yang diinginkan Lee.

" Dia tidak berjuang dengan apa yang dipikirkan masyarakat, apa yang dipikirkan kerabat kami, bagaimana ini berarti saya tidak bisa lagi makan BBQ kesukaannya bersama dia lagi... Perhatian dia satu-satunya hanyalah kebahagiaan saya," tulis Nur.

Unggahan Nur membuat haru netizen. Sejak diunggah pada Selasa, 22 Januari 2019 lalu, unggahan tersebut sudah dibagikan lebih dari 5.000 kali.

2 dari 2 halaman

Ini Ceritanya

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri