Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo menyatakan 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan. Pandemi Covid-19 memaksa semua orang bekerja melampaui batasan.
" Tahun 2021 adalah tahun yang penuh harapan. Kita semuanya berupaya keras agar permasalahan kesehatan bisa kita tangani dengan cepat dan vaksinasi akan segera dilakukan," ujar Jokowi dalam sambutan virtual pada Dies Natalis Universitas Brawijaya, disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden
Pemerintah telah menetapkan vaksinasi akan dijalankan di pekan ke dua Januari 2021. Jokowi juga telah menyatakan siap menjadi pihak pertama yang menerima suntikan vaksin Covid-19.
Meski vaksinasi berjalan nanti, Jokowi meminta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
" Kita semua harus tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin," kata Jokowi.
Jokowi menjelaskan perekonomian nasional yang sempat terpuruk mulai bangkit. Ini ditandai dengan banyaknya investasi yang masuk ke Indonesia di awal 2021.
Investasi itu akan membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya dan mendorong kemajuan ekonomi nasional di tengah persaingan global.
Meski demikian, Jokowi mengingatkan banyaknya peluang tersebut membutuhkan kesiapan. Khususnya dari Sumber Daya Manusia.
" Terutama dalam pengembangan talenta unggul Indonesia yang berkarakter kebangsaan yang kuat, yang selalu inovatif, yang kompetitif, dan mampu memenangkan hiperkompetisi dunia yang penuh dengan disrupsi dan ketidakpastian," ucap Jokowi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, meminta masyarakat mau menerima vaksinasi Covid-19. Jika menolak, Riza mengingatkan ada ancaman denda sebesar Rp5 juta, seperti tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19.
" Pemberian sanksi karena menolak divaksinasi sesuai Perda Covid-19 dapat dilakukan bagi yang menolak divaksin bagi yang memenuhi kriteria penerima vaksin," ujar Riza.
Ketentuan denda tersebut tercantum dalam Pasal 30 Perda Penanggulangan Covid-19. Berikut bunyi pasal itu:
Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi Covid-19, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5.000.000.
Tetapi, ada pihak yang mendapatkan pengecualian. Yaitu masyarakat yang tidak memenuhi kriteria vaksinasi seperti usia di bawah 18 tahun maupun lanjut usia.
Riza mengatakan akan ada pemberitahuan bagi masyarakat penerima vaksin berupa Short Message Services (SMS) blast. Bagi masyarakat yang menerima SMS tersebut maka wajib mengikuti vaksinasi.
Menurut Riza, kewajiban itu sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Coronavirus Disease 2019. Selain itu, Riza juga mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah fasilitas kesehatan untuk pelaksanaan vaksinasi.
" Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan 453 faskes pelaksana vaksinasi Covid-19 beserta petugas kesehatan dokter, perawat, dan bidan sebagai vaksinator. Kapasitas penyuntikan 20.473 orang per hari," ucap Riza.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya