JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Presiden Jokowi Dan Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj Makan Siang Bersama Di Istana Negara (setkab.go.id)
Dream - Islam radikal di Indonesia belakangan menguat. Ini membawa dampak pada meningkatnya masalah intoleransi di masyarakat.
Fenomena ini menjadi perhatian serius dari Presiden Joko Widodo. Untuk membahas hal ini, Jokowi sengaja mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj sembari makan siang di Istana Negara.
" Indikasi fenomena menguatnya Islam radikal menjadi agenda kita. Bagaimana memperkuat kembali, terus memperkuat Islam moderat dibangun kembali," ujar Said, dikutip dari setkab.go.id, Rabu, 11 Januari 2016.
Said mengatakan dunia memandang Muslim Indonesia beraliran moderat, toleran, dan bermartabat. Sayangnya, akhir-akhir ini citra tersebut mengendur lantaran banyaknya kasus intoleransi.
" Bagaimana upaya intoleransi ini dapat diatasi dan kembali ke Indonesia yang toleran, Indonesia yang damai, yang beradab, yang bermartabat, Islam kultur bukan Islam yang doktrin, Islam ramah," kata Said.
Selanjutnya, Said menyarankan pemerintah melibatkan para kiai agar dapat menciptakan visi bersama membangun Islam Indonesia yang toleran. Karena para kiai merupakan ujung tombak gagasan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Lebih lanjut, dia menegaskan para kiai akan aktif menyuarakan akhlakul karimah sesuai ajaran Islam baik diminta maupun tidak. Karena, menurut dia, hal itu merupakan tugas utama yang diemban para kiai.
" Diperintah maupun tidak, akan menyuarakan itu, saya jamin," kata Said.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
