31 Pegawai Istaka Karya Dibunuh di Papua, Jokowi Kirim Pesan Keras

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 4 Desember 2018 12:27
31 Pegawai Istaka Karya Dibunuh di Papua, Jokowi Kirim Pesan Keras
Presiden Joko Widodo menegaskan proyek pembangunan akan terus berlanjut. Kapolri dan Panglima TNI telah diperintahkan untuk mencari informasi pembunuhan 31 pegawai Istaka Karya

Dream - Peristiwa pembunuhan 31 pegawai Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupatan Nduga, Papua telah diketahui Presiden Joko Widodo. Presiden mengaku pernah mengunjungi kawasan tersebut yang diakuinya masuk zona merah. 

Presiden menegaskan proyek pembangunan infrastruktur di Papua akan akan terus dilanjutkan paska penembakan dan pembunuhan 31 pekerja Istaka Karya tersebut. 

" Kita tidak akan takut oleh hal-hal seperti itu," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 4 Desember 2018.

Menurut Jokowi, Distrik Yigi yang pernah dia kunjungi ketika meninjau proyek pembangunan jalan Trans Papua memang termasuk zona berbahaya.

" Ini kejadian di Kabupaten Nduga, di kabupatan yang dulu memang warnanya merah. Saya pernah ke sana," kata Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi segera memerintahkan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian memastikan informasi tersebut.

" Karena masih simpang siur, di Nduga itu sinyal nggak ada. Jadi ini masih dikonfirmasi dulu ke sana apakah betul kejadiannya seperti itu," kata Jokowi.

Diakui Jokowi pembangunan infrastruktur di Papua tidak mudah. Selain medan yang berat, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kerap mengganggu proses pengerjaan proyek.

Meski begitu, pemerintah memastikan pembangunan tetap berjalan. Bahkan proses pembangunan dikawal oleh TNI-Polri.

Seperti diketahui, 31 pekerja Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Distrik Yigi tewas di tangan KKB selama dua hari sejak Minggu, 2 Desember 2018. Mereka dibantai secara bergantian, dengan 24 orang pekerja tewas lebih dulu.

Delapan orang pekerja sempat melarikan diri dan bersembunyi di rumah salah satu anggota DPRD. Tujuh orang tertangkap dan dibunuh, sementara satu lainnya belum ditemukan.

1 dari 1 halaman

1 SSK Diterjunkan

TNI menerjunkan 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau 130 personil ke lokasi penembakan 31 pekerja tersebut pada Selasa pagi waktu setempat. Sayangnya, mereka terkendala akses jalan menuju lokasi.

Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, mengatakan lokasi penembakan sedikit sulit dijangkau.

" Kalau dari Kabupaten Wamena, masih harus ke Distrik 2, itu masih empat jam naik kendaraan," kata Dax.

Sedangkan dari distrik kedua menuju Yigi, terang Dax, perjalanan ditempuh lewat jalur darat. Bakal memakan waktu 2 jam dengan kendaraan, apalagi jalanan rusak.

" Informasi sulit didapat, makanya kita harus cek ke sana dan paling kita tunggu lewat radio. Tidak melalui ponsel karena sinyal nggak ada," ucap Dax.

Sumber: Liputan6.com/Nafiysul Qodar

Beri Komentar