Jokowi Minta Pejabat Transparans Soal Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 15 April 2020 09:02
Jokowi Minta Pejabat Transparans Soal Corona
Jokowi juga meminta agar semua informasi mengenai penanganan Covid-19 disampaikan secara rinci.

Dream - Presiden Joko Widodo meminta para menteri dan pejabat negara memberikan informasi secara detail mengenai penanganan virus corona yang telah dijalankan sejauh ini. Terlebih, berita-berita yang baik harus terus disampaikan.

" Jangan sampai banyak berita yang baik tidak disampaikan, sehingga rasa optimis masyarakat menjadi cenderung masuk ke hal-hal yang tidak positif," ujar Jokowi.

Dia juga meminta para pejabat membangun komunikasi efektif. Caranya dengan memberikan penjelasan secara transparan. " Ini harus dilakukan dengan detail dan baik," kata dia.

Sebelumnya, Jokowi juga meminta data dan informasi terkait virus corona bisa terintegrasi di seluruh kementerian. Sehingga data sebaran Covid-19, baik positif hingga sembuh dapat terdata dengan baik.

" Sekali lagi data terpadu ini menyangkut PDP, ODP, yang positif, kemudian yang sembuh, yang meninggal, jumlah yang sudah di- PCR berapa, ada semuanya dan terbuka hasilnya," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

1 dari 5 halaman

Jokowi: Pastikan Tak Terjadi Kelangkaan Pangan

Dream - Jokowi meminta Menteri Dalam Negeri dan seluruh kepala daerah memastikan kecukupan pasokan bahan pangan. Dalam masa pandemi virus corona ini, potensi terjadinya kelangkaan bahan pangan cukup besar.

" (Kepala daerah) membuat perkiraan-perkiraan ke depan sehingga kita bisa memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok dan harga yang masih terjangkau," ujar Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas melalui video conference, Senin 13 April 2020.

Jokowi mengatakan, Food and Agriculture Organization (FAO) telah memberikan peringatan mengenai dampak krisis akibat Covid-19 terhadap pasokan bahan pangan.

Sehingga, presiden bernama lengkap Joko Widodo itu meminta kepala daerah memantau panen raya April-Mei maupun Agustus-September supaya distribusi pangan tidak terganggu.

" Mungkin panen yang ini (April-Mei) baik, tapi panen pada penanaman yang ke bulan Agustus-September nanti betul-betul dilihat secara detil sehingga tidak mengganggu produksi, rantai pasok, maupun distribusi dari bahan-bahan pangan yang ada," kata Jokowi.

© Dream
2 dari 5 halaman

Jokowi: Jangan Sampai Dikira Omong Saja, Segera Bagikan Bantuan Sosial

Dream - Jokowi meminta Menteri Sosial, Juliari P Batubara, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, segera menyalurkan bantuan sosial. Sebab, kondisi saat ini sudah sangat mendesak.

" Saya minta Mensos, dan Menkeu juga, minggu ini semuanya harus bisa jalan. Ini sudah sangat mendesak," kata Jokowi di Jakarta, Senin 13 April 2020.

Bantuan yang harus segera dijalankan tersebut terkait dalam bentuk apapun. Baik lewat Kartu Prakerja maupun bantuan lainnya. " Semua harus berjalan minggu ini," kata presiden bernama lengkap Joko Widodo itu.

Saat ini, tegas Jokowi, masyarakat sangat membutuhkan bantuan. Sehingga bantuan harus secepatnya disalurkan.

" Jangan nanti di bawah melihat hanya omong saja tapi barang enggak sampai ke rakyat ke masyarakat," kata Jokowi.

3 dari 5 halaman

Nekat Mudik? Jokowi Akan Evaluasi Si Penerima Bansos

Dream - Presiden Joko Widodo akan mengevaluasi penerimaan bantuan sosial bagi warga yang mudik. Jokowi berharap bantuan sebesar Rp600 ribu itu akan diterima warga dampak virus SARS-CoV-2 di Jabodetabek yang berada di rumahnya.

" Saya sampaikan bahwa bansos khusus Jabodetabek ini agar warga tidak mudik. Karena mudik lebaran ini bisa menyebabkan meluasnya penyebaran Covid-19 dari Jabodetabek ke daerah tujuan," kata Jokowi, Kamis, 9 April 2020.

Jokowi mengatakan, bantuan dampak wabah virus corona ini akan diberikan selama tiga bulan mendatang dan akan terus dievaluasi. Nantinya, jika penerima bantuan tetap mudik, pemerintah akan mengubah kebijakan tersebut.

" Sekali lagi nanti akan ada evaluasi dan kemungkinan juga bisa kita akan memutuskan hal yang berbeda setelah evaluasi di lapangan kita dapatkan," kata Jokowi.

© Dream
4 dari 5 halaman

ASN dan Pegawai BUMN Dilarang Mudik

Jokowi kembali menegaskan, pemerintah mengimbau kepada warga untuk tidak mudik. Upaya ini semata untuk memutus rantai Covid-19 yang berpotensi ditularkan dari mereka yang utamanya tinggal di Jabodetabek ke kampung halaman.

Larangan mudik hanya berlaku bagi ASN, anggota TNI-Polri, pegawai BUMN dan anak perusahaanya.

" Saya sampaikan bahwa dari awal pemerintah sudah melihat bahwa mudik lebaran ini bisa menyebabkan meluasnya penyebaran covid-19 dari Jabodetabek ke daerah tujuan. Jadi kami mengimbau kepada masyarakat umum untuk tidak mudik. Namun untuk ASN, anggota TNI-Polri, dan pegawai BUMN dan anak perusahaannya tegas kami larang mudik," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro

5 dari 5 halaman

Takut Tularkan Corona, Pria Ini Mudik dengan Jalan Kaki Sejauh 120 Km

Dream - Pria Malaysia, Alixson Mangundok, 34 tahun, memutuskan pulang kampung halaman dengan berjalan kaki sejauh 120 kilometer. Butuh tiga hari bagi Alixson untuk berjalan dari Kinabalu, Negara Bagian Sabah, menuju kampungnya di Kota Marudu.

Aksi nekat itu dijalani Alixson bukan tanpa sebab. Dia tidak ingin menulari orang lain virus corona, mengingat baru saja pulang dari Jepang yang tercatat memiliki cukup banyak kasus terkonfirmasi pfitif Covid-19.

Padahal, petugas kesehatan bandara menyatakan dia baik-baik saja. Meski begitu, Alixon tetapp khawatir bakal menularkan virus corona.

" Setelah sampai di Bandara Internasional Kota Kinabalu, saya diperiksa dan pihak bandara mengatakan saya baik-baik saja dan tidak menunjukkan gejala virus, saya masih minta untuk pergi ke Rumah Sakit Queen Elizabeth untuk pemeriksaan yang lebih menyeluruh," kata Alixson, dikutip dari Straits Times.

Setelah dilakukan pemeriksaan sampel di rumah sakit, dokter memberitahu dia bisa melakukan karantina mandiri di rumah. Jadi, Alixson tidak harus menunggu hasil pemeriksaan Covid-19 di fasilitas karantina yang telah disiapkan pemerintah.

© Dream
Beri Komentar