Viral Bayi Diculik di Angkot Lebak Bulus, Polres Tangsel: Itu Laporan Palsu

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 1 Maret 2020 11:56
Viral Bayi Diculik di Angkot Lebak Bulus, Polres Tangsel: Itu Laporan Palsu
Korban mengaku tak memiliki anak.

Dream - Kepolisian menangani laporan penculikan seorang bayi yang beredar luas di media sosial. Berdasarkan informasi, dilaporkan seorang bayi perempuan yang diculik di angkutan umum dari Lebak Bulus arah Parung.

Kabar penculikan bayi ini sempat diunggah akun Twitter @TMCPoldaMetroJaya. " Ibunda si Bayi dihipnotis d Angkot. Diturunkan di Pondok Cabe oleh pelaku penculikan. Kejadian Hari Sabtu, 29 Februari 2020 sekitar jam 16.00," ucap TMCPoldaMetro.


Ibu korban, yang juga pelapor, mengaku diturunkan di Pondok Cabe, dekat Toko Batu Mustika Alam Jalan Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.

Dilaporkan Instagram Polsek Pamulang, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iwan Setiawan sudah bertemu dengan pelapor. Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam dan intensif terhadap pelapor dan saksi-saksi ternyata ibu tersebut telah membuat laporan palsu.

" Dalam hal ini diakui oleh pelapor tidak memiliki seorang anak dan laporan yang dilakukan ke Polsek Pamulang adalah tidak benar," ucap Iwan.

 
 
 
View this post on Instagram

Dengar telah tersebar luasnya pemberitaan mengenai " PENCULIKAN BAYI ( SEORANG PEREMPUAN ) di Angkutan umum dari lebak bulus arah Parung ( Diturukan di Pondok Cabe ) Toko batu mustika alam Jl. Pondok cabe, Kec. Pamulang, Tangsel. serta korban telah membuat laporan ke Polsek Pamulang dengan NO. LP/84/K/2030/SEKPAM oleh AURA INDAH PERMATA. Dalam kasus ini Bapak *AKBP. IMAN SETIAWAN* sebagai *Kapolres Tangerang Selatan,* juga telah bertemu langsung dengan pelapor kemarin malam Sabtu tanggal 29/2/2020. Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam dan intensif terhadap pelapor dan saksi saksi ternyata pelapor telah membuat *LAPORAN PALSU* yang dalam hal ini diakui oleh pelapor tidak memiliki seorang anak dan laporan yang dilakukan ke Polsek Pamulang adalah tidak benar. Hingga saat ini pelapor masih dlm Pemeriksaan Tim Reskrim Polsek Pamulang, secara intensif untuk mengetahui motif dari Laporan Palsu tersebut.

A post shared by HUMAS POLSEK PAMULANG (@polsekpamulangpolrestangsel) on Feb 29, 2020 at 6:00pm PST

 

Hingga saat ini pelapor masih dalam pemeriksaan Tim Reskrim Polsek Pamulang, secara intensif untuk mengetahui motif dari laporan palsu tersebut. (mut)

1 dari 6 halaman

Siswa SD Karang Cerita Penculikan Karena Belum Mengerjakan PR Matematika

Dream - RAF, siswa kelas 4 di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengegerkan warga. Dia mengaku menjadi korban penculikan ketika berangkat sekolah.

Dikutip dari Liputan6.com, cerita itu disampaikan RAF kepada orangtuanya. Dia mengaku sempat diculik di dekat persawahan Komplek Markas Batalyon Infantri 527 BY saat berangkat sekolah dengan berjalan kaki.

Di tengah jalan, bocah itu mengaku dihadang tiga pria dewasa. Mereka disebut membekap RAF lalu menyeret bocah itu ke dalam mobil.

RAF juga mengaku dipukul di kepala. Tetapi, bocah itu berhasil meloloskan diri dan sembunyi di semak-semak.

Mendengar cerita itu, orangtua RAF mengirim surat permohonan izin tidak masuk sekolah. Surat itu memuat kronologis penculikan sesuai pengakuan bocah itu kepada orangtuanya.

Cerita itu membuat geger warga sekitar. Penyebabnya, orangtua RAF juga mengunggahnya di grup percakapan WhatsApp.

 

2 dari 6 halaman

Ternyata...

Kepala Sekolah bersama beberapa anggota Polres Lumajang lantas melakukan penelusuran mengenai cerita tersebut. Hasilnya, didapati kabar penculikan tersebut ternyata hanya karangan RAF.

Bocah itu mengaku mengarang cerita rekaan penculikan itu karena belum mengerjakan PR Matematika dari guru yang ditakutinya. Agar terhindar dari hukuman, RAF memutuskan mengarang cerita itu.

Mengetahui kejadian sebenarnya, orangtua RAF menyampaikan permohonan maaf kepada tetangga dan wali murid. Sebab, cerita itu sudah kadung tersebar di grup WhatsApp.

3 dari 6 halaman

Pesan Polisi

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Dia menyatakan peristiwa ini bisa terjadi semata karena kurangnya pengawasan dari orangtua sehingga anak berani melakukan kebohongan.

" Jika hal ini dibiarkan, bisa saja anak tersebut akan terus suka berbohong sampai dewasa nanti. Sangat dibutuhkan peran orangtua dan guru sebagai pendidik untuk mengajarkan budi pekerti tentang kejujuran kepada anak didiknya," kata Arsal.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra, mengatakan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Menurut dia, tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas kejadian ini.

" Orangtua dari anak tersebut telah berjanji di depan kepala sekolah dan juga anggota Polres Lumajang untuk lebih mendidik serta siap bertanggung jawab jika hal serupa muncul di kemudian hari," kata Hasran.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

4 dari 6 halaman

Alasan Bocah SD Ini Telat Start Saat Ujian Lari Bikin Mikir Keras

Dream - Sebuah video lucu lagi-lagi menghebohkan dunia maya. Video itu viral usai diunggah oleh seorang pengguna jejaring sosial Twitter, @hati2dimedsos.

Dalam video berdurasi 26 detik itu, terlihat empat murid SD Negeri Kretek 1 Bondowoso tengah bersiap untuk melakukan ujian olahraga lari.

Keempat murid itu masing-masing mengenakan nomor peserta di dadanya, mulai dari 1 hingga 4.

Setelah mendapat instruksi dari sang guru, merekapun bersiap menempati posisi masing-masing di garis start.

5 dari 6 halaman

1, 2, 3, Lari!

Tak lama, guru ini pun menghitung dari satu sampai tiga lalu kemudian menyuruh mereka untuk berlari. Namun anehnya, hanya tiga murid yang lari. Hanya murid bernomor dada 1, 2, dan 3, yang melesat.

Sementara, satu murid laki-laki dengan nomor dada 4 tetap dalam posisi start. " Eh, Mad, kok kamu tidak lari," tanya gurunya keheranan.

" Kan satu, dua, tiga, yang disuruh lari. Saya kan nomor empat, Pak," jawab bocah ini dengan polosnya.

Mendengar alasan sang murid, guru itupun langsung keheranan.  Ia kemudian menyuruh murid nomor peserta empat ini untuk cepat berlari menyusul kawannya, yang mungkin sudah sampai garis finish.

6 dari 6 halaman

Viral

Video kocak berdurasi 26 detik ini viral setelah diunggah akun Twitter @nukman. Aksi lucu murid tersebut bahkan sampai menyita perhatian budayawan kondang Indonesia, Sudjiwo Tedjo.

Ia ikut mengomentari postingan tersebut dengan menerjemahkan percakapan kocak antara murid dan gurunya ini. Ada-ada saja deh.

" Saya sebagai orang yg bermukim di bws ikut ngakak,"  tulis akun @fauziburhanw.

" I can't stop laughing, Ya Allah,"  ujar akun @fadel_aslm.

" Makasih ya adek membuat saya tertawa ketika makan siang. tersedak saya dek,"  ungkap akun @MaulanaGhozii.

Beri Komentar