Kasus Positif Covid-19 Turun Saat Libur, Menkes: Karena Tesnya Menurun

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 18 Februari 2021 09:00
Kasus Positif Covid-19 Turun Saat Libur, Menkes: Karena Tesnya Menurun
Setiap liburan, kasus terkonfirmasi harian mengalami penurunan.

Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengakui terjadi penurunan kasus harian positif Covid-19 setiap kali masa liburan. Sementara di sisi lain tingkat kasus aktif atau positivity rate malah naik.

" Memang positivity rate tinggi khususnya di hari libur jumlah yang dites itu turun, akibatnya kasus terkonfirmasinya juga turun dan positivity ratenya naik," ujar Budi, disiarkan channel YouTube Kementerian Kesehatan.

Budi menyebutkan fakta ini pernah terjadi pada 1-2 Januari 2021 setelah masa libur Natal dan Tahun Baru. Fakta ini berulang pada 10-11 Januari 2021 dampak dari libur akhir pekan, kasus terkonfirmasi menurut namun positivity rate naik.

" Yang memang kami amati, jumlah kasus positif harian turun. Kalau banyak menanyakan kenapa ini turun, karena ini dampak dari liburan panjang," kata dia.

 

 

1 dari 3 halaman

Menurut Budi, setiap libur panjang akan memicu kenaikan kasus sekitar 30-40 persen. Rentang kenaikan kasus positif biasanya terjadi selama 14 hari sesuai dengan masa inkubasi virus.

" Sehabis naik karena dalam 14 hari itu virus mati, dengan sendiri menurun," kata dia.

Sementara paska libur Nataru, Budi memastikan puncak kasus terkonfirmasi sudah terlampaui. Dampaknya, positivity rate Covid-19 di Indonesia menurun.

" Mobilitas sejak naiknya kasus konfrmasi paska -libur Natal dan Tahun Baru dilakukan pengetatan lewat program PPKM sehingga itu juga menyebabkan kasus konfirmasinya turun," ucap dia.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 3 halaman

Data Positivity Rate Indonesia Masih Tinggi, Ini Penjelasan Menkes

Dream - Kasus Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi jika dilihat dari positivity rate atau tingkat kasus positif. Saat ini, positivity rate secara nasional masih sekitar 20 persen.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan, positivity rate Covid-19 di Indonesia masih di atas angka standar WHO, yaitu sekitar 5 persen ke bawah. Menurut dia, ada beberapa hipotesa yang muncul terkait hal ini.

" Kita amati bahwa banyak data mengenai hasil PCR kalau itu sifatnya negatif belum langsung dikirim ke pusat sehingga data yang kami terima itu lebih banyak data yang positif," ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Rabu 17 Februari 2021.

Terkait hipotesa ini, pihaknya telah melakukan pengecekan ke sejumlah rumah sakit dan laboratorium. Didapati temuan berupa data lapangan yang sangat banyak namun sulit dimasukkan ke aplikasi testing lantaran user interface yang rumit.

" User interface atau cara memasukkan ke sistem aplikasi itu mengakibatkan banyak lab yang memasukkan data yang positif dulu," kata Budi.

3 dari 3 halaman

Data Tes Negatif Tak Dilaporkan

Sementara data hasil tes PCR negatif tidak dimasukkan karena kebanyakan lab menilai cukup data positif yang dilaporkan. Sehingga pasien bisa segera diisolasi.

" Itu mengakibatkan positivity rate-nya naik," ucap Budi.

Untuk mengatasi masalah ini, Kemenkes telah melakukan perbaikan pada user interface aplikasi testing sehingga memudahkan rumah sakit, laboratorium maupun fasilitas kesehatan memasukkan laporan. Dengan begitu, jumlah data yang masuk bisa lebih banyak mencakup pula hasil tes negatif.

" Dengan demikian kita merasa dengan masuknya lebih banyak data dan data yang negatif sesudah dites itu akan membuat positivity rate kita itu merefleksikan angka yang sebenarnya," kata dia.

Hipotesa lain, kata Budi, positivity rate memang sudah tinggi namun tingkat testing yang dijalankan kurang. Untuk masalah ini, pihaknya akan meningkatkan jumlah pemeriksaan menggunakan metode rapid test antigen.

" Dengan makin luasnya cakupan target pemeriksaan, diharapkan positivity rate yang didapat menggambarkan kondisi sebenarnya," ucap Budi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar