Saat USG Hanya Ada 2 Bayi, Ini Keganjilan Sebelum Juminem Lahirkan Kembar 3

Reporter : Idho Rahaldi
Selasa, 21 Mei 2019 10:00
Saat USG Hanya Ada 2 Bayi, Ini Keganjilan Sebelum Juminem Lahirkan Kembar 3
Padahal bila dilihat dari penampilan fisik, tubuh Juminem tak terlampau berubah.

Dream - Seorang ibu bernama Juminem melahirkan bayi kembar tiga di RSU Duta Mulya, Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Persalinan berjalan lancar secara normal pada Sabtu, 18 Mei 2019. Semua berjenis kelamin laki-laki.

Anak pertama lahir pada pukul 12.40 WIB, yang ke dua 12.45 WIB, dan yang ke tiga 12.50 WIB, atau masing-masing bayi hanya berselang lima menit.

Pasangan Sakimin dan Juminem awalnya mengetahui bayinya hanya kembar dua. Mereka juga melakukan dua kali USB, pertama pada umur kandungan tujuh bulan dan berikutnya sepekan sebelum persalinan.

Hanya saja kehamilan Juminem kali ini menunjukkan keanehan. Sejak beberapa bulan setelah hamil, bobot tubuh juminem naik begitu pesat.

1 dari 4 halaman

Perut Membesar

Kenaikan bobot tubuh secara drastis itu terjadi setelah bulan ke tiga usia kehamilan. Padahal bila dilihat dari penampilan fisik, tubuh Juminem tak terlampau berubah.

" Perutnya lebih besar, tidak seperti umur-umur segitu. Pokoknya kelihatannya perut lebih besar lah," kata Sakimim, Minggu 19 Mei 2019.

Sebelumnya, pasangan Sakimin-Juminem telah memiliki tiga anak. Tertua, lulus SMA tahun ini. Sehingga ketiga anak ini merupakan anak ke empat, ke lima, dan ke enam, sekaligus.

Berikut keganjilan sebelum Juminem lahirkan bayi kembar tiga ini:

2 dari 4 halaman

Tak Bisa Bersujud Masuki Bulan Terakhir

Dikutip dari Liputan6.com, Senin 20 Mei 2019, pada usia tujuh bulan kehamilan, perut Juminem seperti hamil sembilan bulan. Cukup besar. Bidan di desanya pun menyarankan agar ia memeriksakan kehamilan istrinya dengan jalan USG.

Akhirnya dari USG deketahui bahwa di dalam perut Juminem terdapat dua bayi. Sejak saat itu, semua konsentrasi Sakimin tercurah kepada sang istri. Sebab, sejak usia tujuh bulan kehamilan, sang istri sudah kepayahan.

Bahkan sebulan terakhir, Juminem nyaris tak bisa beraktivitas. Perutnya terlampau besar. Ia pun tak bisa bersujud saat salat.

" Rasanya berat. Ini perut juga sudah tidak ditekuk kalau mau buat sujud," ucap Juminem, mengingat beratnya masa-masa mengandung ketiga bayi kembarnya.

3 dari 4 halaman

Kaki Membengkak

Keanehan lainnya, kaki Juminem pun membengkak seturut bertambahnya usia kehamilan. Padahal, kaki Juminem selalu normal saat kehamilan terdahulu.

 Juminem

Akhirnya, saat kelahiran anaknya pun tiba. Sabtu pagi ia merasa perutnya mulai mulas. Maka ia pun meminta suaminya agar segera diantarkan ke RSU Duta Mulya Majenang, Cilacap.

4 dari 4 halaman

Kakek Bayi Kembar Tiga Ternyata Kembar Identik

Bayi pertama berbobot 2.000 gram. Bayi ke dua 1.850 gram, dan bayi ke tiga 1.730 gram. Tiga bayi berjenis kelamin laki-laki.

" Bayi pertama dilahirkan kepala di bawah. Bayi kedua dan ketiga kaki terlebih dahulu. Tetapi, relatif lancar. Hanya sebentar proses persalinannya," ucap Komisaris RSU Duta Mulya, dr Tatang Mulyana SpOG.

Tatang mengungkapkan, keputusan untuk persalinan normal diambil setelah melihat posisi bayi pertama yang akan dilahirkan. Saat itu, posisi bayi sudah bagus dengan posisi kepala di bawah dan siap dilahirkan.

" Persalinan normal, lancar. Kita melihat posisi bayi pertama sudah bagus, kepala di bawah. Sehingga memutuskan untuk melahirkan secara normal," kata Tatang.

Kondisi seluruh bayi sehat dan stabil. Seluruhnya masih dirawat di inkubator. Pasalnya, bobot bayi masih kurang. Pihak rumah sakit juga masih mempertimbangkan kesehatan bayi agar lebih stabil.

" Setidaknya 2.000 gram nanti sudah bisa dirawat biasa," jelasnya.

Tatang mengemukakan, dua bayi dilahirkan kembar identik, yakni, berbagi plasenta yang sama. Namun, satu bayi lainnya punya plasenta berbeda.

Dia pun menjelaskan, kelahiran tiga bayi kembar termasuk langka. Ia menyebut, hanya 10 kelahiran berbanding 1.000 kelahiran normal.

Namun, berdasar wawancaranya dengan keluarga bayi kembar tiga ini, ternyata kakek dari garis bapak (bapaknya bapak) juga dilahirkan kembar identik.

" Jadi mbahnya, mbah dari bapak lahir kembar juga. Jadi memang sudah ada faktor keturunan," dia menerangkan.

Liputan6.com

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie