Kemnaker Temukan 6 Pelanggaran Terkait Kebakaran Pabrik Korek Api

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 25 Juni 2019 13:37
Kemnaker Temukan 6 Pelanggaran Terkait Kebakaran Pabrik Korek Api
Kemnaker anggap pabrik korek api ini ilegal.

Dream - Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, mengatakan pihaknya telah menjalankan investigasi terkait peristiwa kebakaran pabrik mancis atau korek api gas di Desa Sabirejo, Langkat, Sumatera Utara. Dari investigasi tersebut, ada temuan enam pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola pabrik. 

" Enam pelanggaran itu menjadi pijakan pengawas untuk menyelesaikan kasus ketenagakerjaan di perusahaan tersebut. Sikap pengawas jelas, tiap pelanggaran harus ditindak,” ujar Hanif dikutip dari Liputan6.com, Selasa. 25 Juni 2019.

Hanif menyebutkan pelanggaran pertama yaitu pengelola tidak memberikan perlindungan kepada pekerjanya terkait keselamatan, kesehatan, kesejahteraan baik secara mental maupun materil.

Pelanggaran kedua, pabrik itu mempekerjakan anak di bawah umur. Hal ini diketahui dari identitas salah satu korban meninggal yaitu Rina yang berusia 15 tahun.

Pelanggaran ketiga, pengelola tidak membuat laporan terkait lokasi yang dijadikan pabrik. Sebab, tempat yang terbakar itu merupakan cabang dari PT Kiat Unggul, berlokasi di Jalan Medan-Binjai KM 15,7 Kabupaten Deliserdang.

Hanif juga secara tegas menyatakan pabrik korek api yang terbakar itu ilegal. Ini karena perusahaan tidak melaporkan cabang usahanya itu.

Pelanggaran keempat, perusahaan mengupah karyawan di bawah standar minimum Kabupaten langkat. Pelanggaran kelima, perusahaan belum mendaftarkan karyawannya dalam program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

" Hanya satu pekerja yang sudah didaftarkan pada BPJS Ketenagakerjaan, selebihnya belum,” ucap Hanif.

Sedangkan pelanggaran keenam, kata Hanif, perusahaan belum sepenuhnya menerapkan syarat-syarat Keselamatan Kesehatan Kerja (K3). Beberapa di antaranya seperti pabrik tidak memiliki alat pemadam kebakaran serta sirkulasi ruangan yang tidak memenuhi standar.

(Sumber: Liputan6.com/Reza)

1 dari 5 halaman

Pabrik Korek Api Gas di Langkat Terbakar, 30 Pekerja Tewas

Dream - Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik korek api gas Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Api yang melalap gedung tersebut dikabarkan menyebabkan puluhan orang di dalam pabrik tewas terbakar.

Mengutip keterangan Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah Kabupaten Langkat, Irwan Syahri, pabrik korek api yang berlokasi di di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Binjai tersebut terbakar sekitar pukul 12 siang.

Data sementara dilaporkan sebanyak 21 orang meninggal dunia dalam peristiwa nahas ini.

" Mereka diduga terjebak di dalam pabrik, tapi kita belum bisa memastikan karena ini masih laporan awal," ujar Irwan, dikutip dari Liputan6.com.

Beredar video rekaman kondisi para korban yang tewas terbakar. Jasad mereka hangus dan dalam posisi tertumpuk.

" (Para korban) sulit dikenali, tim masih bekerja," kata dia.

Kabar terbaru seperti dikutip laman Merdeka.com, jumlah korban tewas dalam kejadian nahas tersebut telah bertambah menjadi 30 orang. 

" Setelah anggota kita turun semua diteliti semua ternyata 30 orang. Rinciannya 3 anak-anak, selebihnya orang dewasa," kata Irwan dikutip dari Merdeka.com

 

2 dari 5 halaman

Butuh Banyak Kantong Jenazah

Terkait penyebab kebakaran, Irwan mengatakan hal itu masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Kobaran api telah dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.

BPBD Langkat kemudian menjalankan evakuasi terhadap para korban. Irwan mengatakan pihaknya butuh banyak kantong jenazah.

" Jumlahnya (jenazah) banyak). Butuh banyak kantong mayat. Mungkin kita akan berkoordinasi dengan BPBD Sumut," kata dia.

Sementara, Kasubdit Penmas Humas Polda Sumur, AKBP MP Nainggolan, mengatakan jumlah korban belum bisa dipastikan. Dia hanya menyebut jumlah korban tewas dalam kebakaran pabrik korek api gas itu lebih dari 10 orang.

" Benar, anggota untuk pengamanan sudah diturunkan. Ambulans juga," ucap MP Nainggolan.

Sumber: Liputan6.com/Reza Efendi

3 dari 5 halaman

Innalillahi Bocah 14 Tahun Jadi Korban Kebakaran Pabrik Mercon

Dream - Kabid Dokpol Pusdokkes Polri Kombes Pol Pramujoko mengatakan polisi saat ini telah mengidentifikasi satu korban tewas ketika kebakaran di pabrik mercon di Kosambi, Tangerang.

Korban tersebut diketahui bernama Surnah. Remaja putri kelahiran 8 Mei 2003 itu beralamat di Kampung Salembaran, RT 4/16, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.

" Satu jenazah dengan kantong jenazah nomor 1 dan nomor register kepolisian 344, teridentifikasi bernama Surnah," ucap Joko di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, Jumat 27 Oktober 2017.

Menurut Joko, pihaknya saat ini memang baru berhasil mengidentifikasi satu orang korban. Diakuinya, kebakaran pabrik kembang api itu yang besar itu membuat kondisi korban cukup rusak berat. 

" Kami memerlukan ketelitian yang lebih tinggi, perlu dukungan dari keluarga korban untuk mengidentifikasi lebih teliti,"  

Eko mengatakan identifikasi korban yang sudah tidak bisa dikenali itu dilakukan dengan cara memeriksa gigi primer dan medis, dan menentukan usia, jenis kelamin, dan tinggi badan.

" Jadi meskipun jenazah sudah tidak ada tangan dan kakinya, itu bisa diidentifikasi," ujar dia.

Saat ini, masih ada 46 korban lagi yang masih belum teridentifikasi. Untuk itu, Eko berharap kepada keluarga dapat memberikan informasi ciri-ciri pada anggota keluarga yang hilang dan jadi korban tragedi itu.

" Kami berharap, nanti akan lebih banyak lagi data-data antemortem yang disampaikan ke kami, sehingga ke depan bisa mengidentifikasi lebih banyak lagi," ucap dia.(Sah)

4 dari 5 halaman

Temuan Mengejutkan Penyebab Kebakaran Pabrik Mercon di Kosambi

Dream - Setelah melakukan penyelidikan, jajaran kepolisian akhirnya mengetahui penyebab kebakaran pabrik mercon di Jalan Raya Salembaran, Cengklong, Kosambi, Tangerang, Banten pada Kamis, 26 Oktober 2017.

" Penyebab dari kebakaran ini adalah percikan las yang menyambar ke bahan pembuatan kembang api," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu 28 Oktober 2017.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menjelaskan, saat itu tukang las bernama Subraha Elga diperintahkan untuk mengelas bagian gedung oleh penanggungjawab operasional PT Panca Buana Cahaya, Andry Hartanto

" Kemudian dia (Andry) menyuruh las gedung sebelah kanan atas, di sanalah terjadinya percikan api yang menyambar bahan dari pada kembang api," ujar Nico.

Nico berujar, keduanya saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, polisi belum menemukan keberadaan Ega.

" Untuk tersangka Ega ini, kami belum mengetahui apakah dia termasuk dalam korban kebakaran," ucap dia.

Selain itu, polisi juga menetapkan Indra Liyono selalu pemilik PT Panca Buana Cahaya. Ketiganya terancam hukuman di atas lima tahun penjara.

5 dari 5 halaman

Innalillahi.. 3 Anak Ikut Jadi Korban Tewas Kebakaran Pabrik Korek Api Langkat

Dream - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mencatatkan 30 orang tewas dalam kebakaran pabrik korek api gas pada Jumat siang, 21 Juni 2019. Data tersebut merupakan pembaruan setelah sebelumnya dilaporkan 21 orang meninggal.

Di antara para korban tewas, BPBD Langkat melaporkan terdapat tiga orang yang masih tergolong anak-anak.

" Setelah anggota kita turun semua, diteliti semua, ternyata 30 orang (korban tewas). Rinciannya 3 anak-anak, selebihnya orang dewasa," ujar Kepala BPBD Langkat, Irwan Syahri, dikutip dari Merdeka.com.

Irwan mengatakan para korban diduga terjebak dalam pabrik berukuran 5x7 meter yang merupakan rumah permanen. Rumah itu menjadi lokasi pembuatan korek api gas skala rumahan.

Selanjutnya, Irwan mengatakan proses evakuasi telah selesai dijalankan. Jenazah para korban akan diidentifikasi di RS Bhayangkara Medan.

Terkait penyebab kebakaran, Irwan masih belum bisa memastikan. Tetapi, kata dia, ada informasi dari masyarakat menyebut sempat ada ledakan jelang sholat Jumat yang berasal dari lokasi.

" Tapi enggak tahu ledakan apa, belum tahu, belum dapat informasi," kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Yan Muhardiansyah)

Beri Komentar