Keren, Ibu Sopir Taksi Online Bikin Kerangkeng Anti Begal di Ruang Pengemudi

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 15 November 2019 07:24
Keren, Ibu Sopir Taksi Online Bikin Kerangkeng Anti Begal di Ruang Pengemudi
Dia khawatir menjadi korban kejahatan.

Dream - Berada di mobil yang dikendarai Valeri tak ubahnya kerangkeng. Besi memisahkannya dari penumpang.

Alasan perempuan yang bekerja sebagai sopir taksi online itu cuma satu. Terhindar dari begal.

Modifikasi mobil Valeri itu diunggah pengguna Twitter @FrankyPaulus86. Dalam unggahan itu dia menunjukkan posisi `kerangkeng`.

" Sungguh menginspirasi, sebagai seorang perempuan Ibu ini sungguh kuat mengambil peran sebagai kepala keluarga, bekerja sebagai driver Gocar tentu nya rawan akan bahaya begal," ujar Franky, diakses Kamis, 14 November 2019.

Valeri mengatakan, pembatas dari besi itu dia buat karena cemas mendengar kabar begal di Palembang, Sumatera Selatan. Valeri menyebut pada 2018 ada lima pengemudi taksi online yang dirampok dan dibunuh.

" Jadi terinspirasi dari itulah. Rasa takut ibu itu berlebihan, kemudian ibu lihat ada (pembuat) pager-pager kaya gitu di pinggir jalan," kata Valeri.

1 dari 5 halaman

Datangi Tukang Las

Usai mendapat inspirasi, Valeri segera mendatangi tukang las dan bengkel di pinggir jalan. Valeri berdiskusi mengenai peralatan untuk menjaga diri.

" Jadi, aku datangilah bengkel-bengkel las itu diskusi bisa itu nggak mas, kalau perlu bikin kaki-kaki," kata dia.

Setelah terjadi kesepakatan, desain kerangkeng itu dibuat. Valeri mengatakan 
menghabiskan Rp700ribu untuk penyekat ini.

 

2 dari 5 halaman

Dapat Banyak Saran Lebih Aman dari Penumpang

Meski begitu, Valeri belum puas. Dia menganggap sekat itu belum sepenuhnya selesai.

" Banyak orang menyarakankan besi ditambah, tapi saya memilih kaca akrilik yang campuran platik, tidak pecah tapi cuma retak," ucap dia.

Valeri mengatakan, meski tak biasa, dia menyebut desain sekatnya itu masih aman buat penumpang.

Dia berharap sekat itu dapat meminimalisir kejahatan terhadapnya.

 

 

3 dari 5 halaman

Jadi Emak-Emak Berdaster & Berjilbab, Polisi Bekuk Begal Sadis

Dream - Berbagai cara dilakukan oleh polisi untuk menangkap penjahat. Salah satunya dengan menyamar seperti yang dilakukan Tim Pegasus Polsek Medan Timur, Sumatera Utara. Mereka menyaru sebagai emak-emak untuk meringkus tiga begal sadis.

" Berkat kerja sama yang baik, akhirnya kami berhasil meringkus para pelaku. Kita menyamar jadi emak-emak," kata Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin, Rabu, 17 Juli 2019.

Tiga begal yang dibekuk itu adalah Gopal (24), Popoy (17), dan Yoyo (21). Mereka dibekuk setelah merampok rumah Indah Kristriani Siringo Ringo di Jalan Perkebunan, Pulau Brayan, Medan Perjuangan.

Polisi yang mendapat laporan menggerakkan Tim Pegasus Polsek Medan Timur. Tak butuh lama, tim ini membekuk Gopal. Tim Pegasus menangkap ketua gerombolan ini di Gang Seroja, Kecamatan Medan Deli, Senin 15 Juli 2019.

Setelah mengiterogasi Gopal, polisi mempelajari pergerakan komplotan ini. " Kita mendapat ide untuk melakukan penyamaran. Personel kami mengenakan daster dan jilbab, layaknya emak-emak," ucap Arifin.

 

4 dari 5 halaman

Target Tukang Bekal

Hasil dari penyamaran itu membuahkan hasil. Tim Pegasus menangkap dua anggota lain komplotan ini.

Kapolrestabes Medan, Koisaris Besar Dadang Hartanto, menyebut, komplotan begal tersebut cukup sadis dan licin dalam melakukan aksinya. Mereka bahkan tidak segan-segan melukai korbannya.

" Setelah melakukan aksinya, mereka sering berpindah tempat dan kembali mencari korban lain. Target mereka wanita dan anak muda," ucap dia.

Berdasarkan catatan kepolisian, dalam sepekan komplotan begal tersebut sudah melakukan aksi pembegalan sebanyak lima kali.

Lokasi pembegalan mereka lalukan di berbagai wilayah di Kota Medan. Masyarakat diimbau untuk hati-hati saat berkendara sendirian di lokasi sepi.

Sumber: Liputan6.com/Reza Perdana

 

 

5 dari 5 halaman

Menyamar Jadi PSK, Polwan Cantik Ini Temukan Fakta Mengejutkan

Dream - Berbagai cara dilakukan oleh polisi untuk memberantas praktik prostitusi. Untuk mendapatkan barang bukti, para Polisi Wanita alias Polwan bahkan sampai harus menyamar menjadi Pekerja Seks Komersial atau PSK.

Seperti yang dilakukan oleh anggotab Polsek Wedarijaksa, Bripda Mira Indah Cahyani. Dia harus menyamar menjadi PSK untuk membongkar praktik prostitusi di Dukuh Rames, Desa Sukoharjo, Pati, Jawa Tengah, awal September lalu.

Dan dengarlah pengalaman ini. Saat menyamar menjadi PSK itu, Mira sempat ditawari uang Rp350 ribu oleh lelaki hidung belang, untuk sekali kencan. Tapi Mira menolak tawaran itu dengan mengajukan sebuah alasan.

Mira mengaku sempat berpikir soal busananya sebelum menyamar. Dia memang harus mengenakan rok mini dalam penyamaran itu. “ Saya sempat mikir, dosa enggak ya pakai celana pendek begini. Tapi saya kuatkan hati demi tugas,” ucap Mira.

Setelah aksi penyamaran selesai, esok harinya jajaran Polsek Wedarijaksa melakukan penggrebekan. Mucikari berhasil dibekuk dan sejumlah barang bukti disita.

Kapolsek Wedarijaksa, AKP Rochana Sulistyaningrum, yang ikut menyamar menjadi PSK, mengatakan, aksi tersebut untuk memenuhi harapan masyarakat agar tidak ada lagi aktivitas protitusi di Desa Sukoharjo.

" Kami terpaksa menyamar untuk membuktikan kebenaran informasi yang kami terima dari masyarakat. Butuh alat bukti yang cukup untuk meringkus mucikari dan menetapkannya sebagai tersangka,” ujar Sulis.

Bagaimana kisah penyamaran dua polwan tersebut? Simak kisah selengkapnya di tautan ini

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone