Keterlaluan! Sopir Wanita Dipukuli Gara-Gara Minta Penumpang Bus Pakai Masker

Reporter : Sugiono
Minggu, 2 Agustus 2020 17:07
Keterlaluan! Sopir Wanita Dipukuli Gara-Gara Minta Penumpang Bus Pakai Masker
Sejumlah penumpang melecehkan sopir wanita itu sebelum akhirnya memukulinya.

Dream - Penggunaan masker dianjurkan untuk mengurangi penularan Covid-19. Namun, tidak semua orang mau mengikuti anjuran itu dengan berbagai alasan.

Di Darmstadt, Hesse, dekat Frankfurt, Jerman, seorang sopir wanita bahkan dipukuli pada Selasa 28 Juli 2020 hanya gara-gara meminta penumpang untuk mengenakan masker, mengutip The Star.

Hampir setiap wilayah di Jerman saat ini memang meminta warganya untuk selalu mengenakan masker bila pergi belanja ke pusat perbelanjaan maupun transportasi umum.

1 dari 7 halaman

Hanya Berlin yang menyatakan warga tidak harus mengenakan masker saat pergi ke pusat perbelanjaan. Setiap orang hanya diimbau saja. Tapi, saat naik transportasi umum, semua harus mengenakan masker.

Di atas bus pada Selasa malam itu, penumpang berusia antara 20an hingga 30an tahun, yang naik bersama tiga pria dan seorang anak, naik dari terminal pusat Darmstadt.

Menurut laporan, tidak ada satupun dari mereka yang menutupi hidung dan mulut mereka.

2 dari 7 halaman

Saat dipanggil oleh sang sopir untuk diminta mengenakan masker, rombongan itu justru menghina dan menolak permintaan tersebut. Di akhir perjalanan mereka, rombongan itu beberapa kali memukul sang sopir wanita dan melarikan diri.

Walikota Darmstadt, Jochen Partsch, mengutuk insiden itu. Dia mengatakan bahwa sopir itu ingin melindungi semua orang dengan meminta penumpang mengenakan masker.

Dia meminta segala kekerasan kepada petugas, termasuk petugas keamanan dan pemadam kebakaran segera dihentikan.

3 dari 7 halaman

Usir Penumpang Batuk Tak Pakai Masker, Sopir Bus Panen Pujian

Dream - Sopir bus di Inggris usir penumpang yang tidak mematuhi protokol kesehatan, yang bertujuan untuk mencegah penularan virus corona di transportasi publik.

Sebuah video yang direkam penumpang lainnya memperlihatkan seorang pria batuk dan mengeluarkan cairan merah kecoklatan, yang mengenai kursi dan dinding bus.

Saat batuk, pria itu tidak mengenakan masker yang tergantung di lehernya. Insiden ini membuat penumpang lain ketakutan hingga sopir bus harus bertindak tegas.

4 dari 7 halaman

Sopir langsung menyuruh pria itu turun dari bus. Saat pria itu bertanya alasannya, sopir mengatakan, " Karena Anda batuk dan tidak memakai masker yang tergantung di leher Anda. Saya tidak bisa menolerirnya."

Setelah membersihkan tangan dengan jaketnya, pria itu maju ke depan untuk protes kepada sopir bus.

Dengan tenangnya, sopir itu bilang bahwa busnya tidak akan melanjutkan perjalanan jika pria itu tidak mau keluar.

Karena pria itu masih protes, sopir mulai kesal dan berteriak kepadanya. Penumpang lainnya juga meminta pria itu turun dari bus. Dengan terpaksa, pria itu akhirnya turun dari bus.

5 dari 7 halaman

Kejadian ini direkam oleh Rachel Fagan yang naik bus yang sama sekitar jam 5.20 pada hari Minggu di St Helens, Merseyside.

Menurut Rachel, pria itu batuk tanpa mengenakan masker beberapa menit setelah dia naik di tempat pemberhentian penumpang di Bridge Street.

" Aku membagikan video ini hanya ingin menunjukkan bahwa sopir bus itu telah bertindak benar dengan menyuruh pria itu turun," katanya.

6 dari 7 halaman

" Dia berhenti di pemberhentian berikutnya agar bisa naik bus lainnya. Dia harus diturunkan karena cairan bekas batuknya mengenai dinding dan tempat duduk bus," tambah Rachel.

Rachel mengatakan saat naik dan selama perjalanan, pria itu hanya menggantungkan masker di lehernya sampai akhirnya terlihat oleh sopir.

Tapi sebelum itu, pria itu batuk dan mengeluarkan cairan merah kecoklatan. Penumpang lainnya segera pindah ke bagian belakang bus.

7 dari 7 halaman

" Sebelumnya hanya ada empat penumpang sebelum lelaki ini naik. Dia mengusap rambut, tangan, dan celananya untuk menyembunyikan bekas batuknya. Saat itulah saya mulai merekamnya," kata Rachel.

Mengenai insiden tersebut, operator bus Arriva akan menyelidiki, karena keselamatan penumpang dan sopir bus merupakan prioritas perusahaan.

" Selama krisis Covid-19, prioritas kami adalah selalu memastikan keselamatan penumpang dan staf kami selama berada di dalam bus," kata juru bicara Arriva.

Sumber: DailyStar

Beri Komentar