Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Letda Ckm Jason Antoni Wibowo (Foto: YouTube TNI AD)
Dream - Ada berbagai macam kisah unik dan tak biasa dari para prajurit TNI, salah satunya cerita Letda Ckm Jason Antoni Wibowo. Pria kelahiran 13 November 1993 ini memiliki perjalanan hidup tak biasa. Meski berprofesi sebagai dokter, Jason memilih jalan untuk menjadi bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat.
Menurut kanal YouTube TNI AD, Jason merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dengan program double degree. Selepas lulus S-1, Jason langsung mengambil S-2 begerlar Master of Research Newscastle, Inggris, dengan konsentari stem cell.
" Saya menjalani program S2 dari program S1 FK UI Internasional. Jadi di situ saya double degree, selain saya dapat gelar dokter umum dari S1 Internasional FK UI," kata Letda Ckm dr. Jason, perwira remaja Pusdikkes.
" Saya juga menamatkan S2 dari Master of Research di Newcastle University Inggris, United Kingdom. Di sana saya mengambil major (jurusan) yaitu stem cell," tambah dia.
Kisahnya kepincut dengan TNI AD bermula saat dirinya menggelar bakti sosial di Wini, Nusa Tenggara Timur, bersama Yonif 715/Motuliato yang mengamankan daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

" Kenapa saya masuk TNI itu adalah waktu saya mengikuti baksos dengan TNI AD. Di sana kami melakukan operasi katarak gratis untuk masyarakat sekitar di Wini, Nusa Tenggara," ujar dr Jason.
" Dari situ saya melihat bahwa TNI AD itu memiliki fokus kesehatan yang besar. Mereka dapat menaungi dokter-dokter dan nakes-nakes yang lain untuk bisa berkembang," tambahnya.
Menurut dia, dengan menjadi bagian dari TNI bisa membuatnya memperluas pengabdiannya kepada masyarakat. Selain itu, daerah-daerah yang terpencil dan tak terjangkau bisa diraihnya.

" Saya yang saat itu masih dokter sipil mengapa tidak saya juga bergabung ke TNI AD," ungkapnya.
" Karena dengan saya bergabung ke TNI, saya bisa semakin memperluas pengabdian saya sebagai profesi dokter. Dan juga dapat menjangkau masyarakat Indonesia lebih luas lagi," tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya