Dulu Gelantungan di Metro Mini Sampai Lengan Berotot, Kini Jadi Jenderal Polisi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 16 Juli 2021 14:01
Dulu Gelantungan di Metro Mini Sampai Lengan Berotot, Kini Jadi Jenderal Polisi
Sosok pria yang pernah bergelantungan di Metro Mini itu adalah Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Irman. Bagaimana kisahnya sampao oto membesar karena kebiasaan saat baru jadi polisi itu?

Dream - Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran melakukan kegiatan silaturami dengan Pemuda Pemudi Asal Papua dan Papua Barat. Dalam acara tersebut, ia memberikan semangat dan motivasi dalam menjaga Ibu Kot aserta tak lupa menjaga nama baik suku masing-masing.

Dalam unggahan Instagram Diresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Herry Heryawan, membagikan momen saat Fadil menyampaikan harapan dan tanggung jawabanya sebagai seorang Kepala Polisi di Ibu Kota.

" Jakarta ini memang miniatur Indonesia. Semua suku ada di Jakarta ini. Saya berharap Jakarta sebagai Ibu Kota, tetap aman. Memang tugas saya sebagai Kapolda ini, sekarang gimana caranya Jakarta ini aman," kata Fadil dalam video saat memberikan sambutan diunggah laman Instagram @herryheryawan.

Fadil mengingatkan, membangun Papua bukan berarti harus berada di Papua, di Jakarta pun bisa. Para muda-mudi bisa menjadi agen di wilayahnya masing-masing.

1 dari 6 halaman

Kisahkan Masa Perantauan

Seperti diketahui, Fadil merupakan pria kelahiran Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam momen tersebut, ia menceritakan kenangan lucunya sebagai sesama anak rantau.

" Saya juga perantau di Ibu Kota ini. Tadi pak ketua ini, kakak besar Ketua DPD ini bercerita dulu setengah mati bayar kos. 'Memang Kapolda langsung Bintang Dua kah?' Dulu juga naik metromini waktu dinas pertama," cerita Fadil.

Sorak tepuk tangan dan gelak tawa pun mewarnai acara tersebut. Mereka tak menyangka Fadil pergi dinas pertama kali di kepolisian pun masih mengendarai metromini.

Tak hanya itu, Fadil pun berkisah bahwa dulu otot tangannya pernah membesar lantaran menahan beban tubuh di perjalanan jauh serta didorong penumpang lain yang sama-sama berdiri.

" Ke Polda Metro Jaya naik metromini itu, rumah di Kalideres. Otot tangan su besar, pegangan terus sampai Blok M. Di dorong pula kanan-kiri," kisahnya.

2 dari 6 halaman

Videonya

Berikut video kisah Irjen Fadil saat menjadi perantau pertama kali:

 

 

3 dari 6 halaman

Sosok Irjen Fadil Imran, Kapolda Metro Jaya Baru yang Pernah Berantas Preman

Dream - Irjen Pol Nana Sudjana hari ini, Senin 16 November 2020, resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Metro Jaya oleh Menkoplhukam, Mahfud MD. Posisisnya digantikan Irjen Pol Fadil Imran yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur (Jatim).

Pencopotan ini terjadi satu hari setelah peristiwa pernikahan putri Muhammad Rizieq Shihab yang berlangsung di tengah pandemik Covid-19. Acara itu jadi perhatian karena dilaksanakan tanpa izin dan memicu kerumunan massa.

Sesuai dengan TR Kapolri No st3222/XI/Kep/2020 tanggal 16 November 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dari Jabatan di Lingkungan Polri, yaitu Irjen Nana Sudjana Kapolda Metro Jaya diangkat jabatan baru menjadi Korps Ahli Kapolri.

" Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur diangkat sebagai Kapolda Metro Jaya," ucap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers, Senin 16 November 2020.

4 dari 6 halaman

Orang lama di Jajaran Polda Metro Jaya

Nama Fadil Imran sudah tak asing lagi di dunia kepolisian. Selama ini namanya malang melintang di jajaran Polri.

Sepanjang karirnya, lulusan Akpol 1991 ini pernah beberapa kali mengemban tugas di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

Pria kelahiran Ujung Pandang, 14 Agustu 1968 ini, berpengalaman di bidang reserse. Saat masih bertugas di Polda Metro Jaya, ia pernah menjabat sebagai sebagai Kapolres Jakarta Barat (2003), Kasat III Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (2007), Kapolres KP3 Tanjung Priok (2008), Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya (2009), dan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya (2016).

Sementara di Bareskrim Polri, pria 52 tahun ini pernah mengemban tugas sebagai Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri (2011), Anjak Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri (2015), Wadirtipideksus Bareskrim Polri (2016), dan Dirtipid Siber Bareskrim Polri (2017).

Fadil menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/1378/KEP./V/2020 tertanggal 1 Mei 2020. Saat itu ia menggantikan Irjen Pol Luki Hermawan.

5 dari 6 halaman

Sepak Terjang di Bidang Reserse

Sepak terjang Irjen Fadi Imran di bidang reserse cukup terkenal. Sejumlah kasus besar pernah ditangani.

Sebut saja kasus mutilasi 'Ryan Jombang' di Jawa Timur tahun 2008. Kemudian, kasus mutilasi anak dibawah umur yang dilakukan Bekuni alias Babe di Jakarta Timur tahun 2010.

Saat dirinya menjabat sebagai Kasat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Irjen Fadil pernah mengungkap kasus penculikan anak oleh sopir taksi yang meminta uang tebusan Rp 50 juta. Kasus tersebut sempat ramai diperbincangkan pada tahun 2007.

6 dari 6 halaman

Pernah Bentuk Tim Pemburu Preman

Saat menjabat sebagai Wadirtipideksus Bareskrim Polri, Fadil memperkarakan 325 orang tersangka dan 85 perusahaan untuk kasus kasus kebakaran hutan seluas 7.264 hektare.

DI tahun 2013, Fadil Imran diketahui membentuk Tim Pemburu Preman untuk memberantas premanisme yang sering terjadi di wilayah Jakarta Barat. Tim Pemburu Preman terdiri dari 30 anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat.

Tim pemburu ini dilengkapi pistol revolver, senjata laras panjang jenis SS1 dan Rugermini. Tim ini dibentuk untuk menangani preman-preman kelas kakap, yang biasa melakukan pemerasan kepada pemilik-pemilik lahan, maupun bangunan, dan segala bentuk kejahatan premanisme lainnya.

" Seperti kelompok preman sekelas Hercules maupun John Kei, misalnya. Untuk preman-preman pinggir jalan, bisa ditangani oleh Polsektro setempat," kata Fadil kala itu 

Saat dirinya menjabat sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri, Irjen Fadil juga pernah mengungkap kasus penyebaran isu provokatif yang disebar di grup WhatsApp bernama “ The Family Muslim Cyber Army” (MCA).

Beri Komentar