Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi
Dream - Setiap hari pasangan suami istri ini berdoa. Doa yang dilantunkan penuh ketulusan demi mengharapkan kehadiran anak. Sayangnya, sang istri tak kunjung hamil.
Seiring berjalanya waktu, sang suami pun bertambah usia. Kabar menyedihkan datang, karena sang istri divonis mandul. Harapan untuk mendapatkan keturunan pun semakin menipis.
Sang lelaki, ketika rambutnya kian memutih, tak henti berharap pada Sang Ilahi. Ia terus berdoa agar dirinya dikaruniai seorang anak yang kelak akan melanjutkan ajaran ketuhanan orang tuanya. Laki-laki itu bernama Nabi Zakaria Alaihissalam. Sejumlah buku menyebut Elizabith sebagai nama istri Nabi Zakaria.
Alkisah, pagi itu posisi matahari sudah agak meninggi. Seperti ada yang mendesak, Nabi Zakaria terdorong masuk ke mihrab salah satu kerabat dekatnya yang sedang bertapa, Siti Maryam atau Maria, Zakaria kaget.
Ia menemukan makanan dan buah-buahan segar di kamar Maria. Kejadian ini tak hanya sekali, melainkan berkali-kali. Alquran mengisahkan, " setiap kali Zakaria memasuki mihrab Maria, ia selalu menemukan makanan di sisi Maria" .
Suara batin Zakaria mulai bicara. Bagaimana mungkin Maria yang tak pernah keluar dari mihrabnya bisa ada makanan di sisinya. Zakaria memberanikan diri bertanya, " Dari mana makanan itu berasal?" . Maria menjawab, " itu dari Allah" . Jawaban Maria memotivasi Zakaria untuk berharap anugerah dari Allah.
Zakaria meminjam mihrab Maria untuk berdoa. Dalam Alquran disebutkan, “ hunalika da’a Zakariah rabbah” (di lokasi itu Zakaria mengadu pada Tuhannya). Ia berdoa, “ Ya Allah, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa”.
Zakaria masih berdiri dalam salatnya, tiba-tiba Jibril datang membawa berita gembira. Tentang akan lahirnya sang anak bernama Yahya yang akan menjadi pembenar firman Allah, menjadi panutan banyak orang. Bahkan, seperti ayahnya, Yahya juga akan diangkat menjadi seorang nabi.
Doa Nabi Zakaria dikabulkan Allah. Ia mempunyai anak bernama Nabi Yahya. Bagaimana doanya bisa dikabulkan? Selengkapnya baca di sini.
Sumber: NU Online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam