Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Komunikasi Dan Informatika, Rudiantara Saat Menjadi Pembicara Pada Malam Penghargaan The 7th Annual SPEx2 Award 2018 Di Jakarta, Senin (26/11). Ada 21 Kategori Penghargaan Kepada Perusahaan Terunggul. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Dream - Pemilihan umum (pemilu) pada 17 April 2019 semakin dekat. Seiring mendekatnya masa pencoblosan, hoaks yang beredar di media sosial kian marak.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan, data yang dihimpin kementeriannya sejak Agustus 2018 sampai Februari 2019 menunjukkan banyak hoaks yang beredar di media sosial Facebook dan Instagram.
" Hoaks itu paling banyak di Facebook, Instagram. Kalau Twitter jauh menurun. Ya kelompok keluarga itu lah, Facebook, Instagram," kata Rudiantara, dilaporkan Merdeka.com, Kamis 28 Maret 2019.
Menurut dia, kebanyakan modus dalam menyebarkan hoaks di media sosial yakni dengan cara mem-posting dan men-screenshoot postinga-nya.
" Jangan lupa modusnya itu posting dengan menggunakan medsos, akun yang dibuat seketika tapi ketika di-posting selesai dia screenshoot kemudian akunnya ditutup sendiri, diviralkan melalui instan messaging," ungkapnya.
Sebelumnya, Rudiantara menyebut jumlah hoaks semakin meningkat sejak Agustus 2018 hingga Februari 2019.
" Betul, jumlah hoaks meningkat dari Agustus 25, September 27, Oktober 53, November 63, Desember 75, tiga kali (meningkat), Januari itu 175, tujuh kali (meningkat) dan Februari 353," kata Rudiantara.
Berdasarkan data, kata Rudiantara, hoaks yang paling banyak jelang pemilu 2019 ini terkait isu politik dengan persentase 23 persen. " Ini ada kaitannya mungkin dengan tahun pesta politik," jelasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya