KRL Jatinegara-Bogor Anjlok, Kereta Ujung Ambruk dan Tutup Lintasan

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 10 Maret 2019 10:58
KRL Jatinegara-Bogor Anjlok, Kereta Ujung Ambruk dan Tutup Lintasan
Proses evakuasi masih berlangsung.

Dream - Kereta Rel Listrik (KRL) nomor 1722 rute Jatinegara-Bogor mengalami anjlok di Kebon Pedes, Bogor, pada Minggu, 10 Maret 2019 sekitar pukul 10.00 WIB.

" KA 1722 (Jatinegara-Bogor) mengalami kendala tertimpa tiang Listrik Aliran Atas (LAA). Saat ini masih dalam proses evakuasi unit terkait," tulis akun Twitter resmi @CommuterLine.

Informasi awal yang diperoleh Dream, saat ini kondisi kereta mati. Sejumlah penumpang tampak menjalani evakuasi keluar rangkaian kereta.

Sementara itu petugas pelayanan kereta (PPK) tidak meninggalkan kabin karena tidak bisa berkoodinasi dengan masinis.

Corporate Communication Manager PT KA, Eva Chairunisa, masih menunggu informasi mengenai detail peristiwa tersebut.

" Baik ditunggu," kata Eva, dalam pesan singkat kepada Dream.

Kondisi kereta yang keluar lintasan itu pertama viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Twitter @Harsaputra4.

Dari video yang dia bagikan, tampak sejumlah penumpang berjalan menunduk menghindari kabel yang nyaris jatuh.

Sementara itu kondisi gerbong pertama tampak ambruk dan menutupi rel dari arah sebaliknya. Salah satu tiang penyangga kabel listrik tegangan tinggi patah dan menimpa rangkaian KRL.

1 dari 4 halaman

Berjubel Naik KRL ke Bogor, Jokowi: Goyang Satu Centi Saja Tidak Bisa

Dream - Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasannya menumpangi kereta rel listrik (KRL) ke  Bogor untuk mengecek kebenaran informasi tentang kepadatan penumpang kereta lintas Bogor-Jakarta itu.

Jokowi diketahui menumpang kereta dari Stasiun Tanjung Barat ke Bogor, Rabu, 6 Maret 2019. Seperti diketahui, tiap akhir pekan Jokowi biasanya menghabiskan waktu di Istana Bogor. 

" Kita betul-betul merasakan betul kondisi sebenarnya. Mau bergerak saja tidak bisa terutama yang dari Jakarta ke Depok itu mau bergerak saja tidak bisa," ujar Jokowi, dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 8 Maret 2019.

Jokowi mengatakan takjub saat menaiki kereta pada jam sibuk. Dia bahkan harus berdiri hingga stasiun tujuannya.

" Ya tadi pas jam-jam seperti itu, coba mau goyang satu senti saja tidak bisa. Kita bisa agak longgar itu pun masih berdiri setelah dari (stasiun) Depok menuju Bogor yang turun sudah agak banyak," kata dia.

 

Sudah lama saya mendengar keluhan soal penuh sesaknya kereta komuter KRL pada jam-jam sibuk pulang kantor di Jakarta dan sekitarnya. Itulah yang membawa saya Rabu sore lalu, ikut berjejalan dalam kereta komuter KRL Jakarta-Bogor bersama orang-orang pulang kerja. Dan benar. Di gerbong delapan KRL yang penuh penumpang itu, selama perjalanan beberapa kali saya mendengar usulan: “ Tambah gerbong, Pak.” Atau, “ tambah kereta, Pak.” Dan aneka masukan spontan. Datang dan ikut berbaur dengan para komuter itu, saya jadi tahu persoalan di lapangan. Suara-suara warga yang saya temui terdengar hangat, akrab, tulus dan apa adanya. Terima kasih kepada warga yang berkenan menemani saya berbincang di perjalanan, yang berswafoto dan tentu saja kepada yang telah mengambil foto ini. Saya minta izin untuk menayangkannya di sini.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Dari hasil blusukannya, Jokowi mengaku mendapat banyak masukan dari penumpang. Mulai dari penambahan gerbong hingga penambahan kereta.

Terkait permintaan yang disampaikan lewat langsung tersebut Jokowi akan mempertimbangkan keinginan penumpang kereta itu. Sebab, kata dia, penambahan kereta akan banyak menutup persimpangan yang berdampak pada kemacetan.

" Oleh sebab itu pekerjaan besar di Jakarta saya adalah elevated (layang), kereta yang elevated. Itu saja memang biaya besar tapi tidak ada jalan lain selain itu," ujar dia.

Di akun Instagram pribadinya, Jokowi menuliskan ucapan terima kasih warga yang menyuarakan aspirasi dan menemaninya berbincang selama perjalanan.

" Terima kasih kepada warga yang berkenan menemani saya berbincang di perjalanan, yang berswafoto dan tentu saja kepada yang telah mengambil foto ini. Saya minta izin untuk menayangkannya di sini," kata dia.(Sah)

[crosslink_1]

2 dari 4 halaman

Detik-detik Emak-emak Lolos dari Tabrakan KRL, Bikin Deg-degan

Dream - Meski sudah banyak memakan korban, perilaku pengendara motor maupun mobil menerobos palang pintu kereta api masih saja terjadi. Pemandangan sehari-hari ini kerap terjadi terutama di kota-kota besar.

Alasan mengejar wakru atau kereta yang belum terlihat menjadi pembenaran untuk menerobos palang yang sudah menutup dan sinyal yang sudah berbunyi.

Sama seperti yang dilakukan emak-emak satu ini. Terlihat dalam sebuah video unggahan akun instagram @agoez_bandz.

Seorang emak-emak tertangkap kamera melakukan aksi nekat dengan menerobos pintu palang kereta api. Padahal saat itu, sebuah kereta KRL akan melintasi rel tersebut.

3 dari 4 halaman

Sudah Diperingatkan Pengendara Lain

Sebelum nekat menyebrang, beberapa pengendara lain sempat melarangnya dengan membunyikan klakson.

Beruntung emak-emak yang tidak diketahui identitasnya itu berhasil lolos dari KRL yang melintas tepat setelah emak-emak itu melewati bahu jalan.

Diketahui, kejadian tersebut terjadi di daerah Citayam, Bogor, Jawa Barat. Unggahan video yang sudah ditonton lebih dari 19 ribu kali itu mengundang komentar dari warganet.

 

4 dari 4 halaman

`Apa Susahnya Menunggu 1-2 Menit`

Banyak yang mengecam aksi nekat yang dilakukan emak-emak tersebut.

" Apa sih susahnya nunggu 1-2 menit ? Giliran ngrumpi aja bisa sampe jam" an.. Dasar emak" ..," papar akun @maorlyns.

" Heran ya, lebih rela kehilangan nyawa drpd rela kehilangan waktu cuma beberapa menit.," tulis akun @neisyanopianti.

" " Kenapa di setiap perlintasan kereta api pada gak sabaran yah, sampe berhenti di jalun lawan arah biar bisa paling depan, contoh di atas palang pintu belum kebuka udah mau lewat ajah padahal udah keliatan ada 2 jalur kereta, apa buru buru harus nyawa taruhannya???," ujar akun @yudhiputrautama.

" Parah itu si ibu panik .... Kereta klakson malah di klakson balik dipikir bakal berhenti," tulis akun @bpk.squidward.tentacles.

" Harusnya langsung ditangkap dan dikenai sangsi sekalian biar tidak dicontoh lainnya," tambah akun @zuriya007.

(Sumber: Brilio.net/Annisa Amalia Hapsari)

Beri Komentar