Ma'aruf Tak Ingin Umat Islam Berpikir Sempit, Contohnya Tak Percaya Covid

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 23 Februari 2021 14:00
Ma'aruf Tak Ingin Umat Islam Berpikir Sempit, Contohnya Tak Percaya Covid
Ma'aruf Amin mencontohkan yang disebutnya pikiran sempit seperti tak percaya akan adanya Covid-19.

Dream - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengajak masyarakat, terlebih umat Islam, di Indonesia memiliki pikiran sempit dalam perkembangan peradaban. Dia mencontohkan yang disebutnya pikiran sempit seperti tak percaya akan adanya Covid-19.

" Saya tidak ingin umat Islam ikut dalam arus berpikir sempit seperti fenomena yang muncul belakangan ini. Contoh sederhana cara berpikir sempit adalah tidak percaya bahwa Covid-19 adalah nyata atau percaya pada teori-teori konspirasi tanpa mencoba untuk memahami fenomena dengan akal sehat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan," kata Ma'ruf Amin saat memberikan sambutan pada Milan Masjid Istiqlal ke 43 secara virtual, Senin 22 Februari 2021.

Dia menuturkan, cara berpikir sempit ini memunculkan sifat egoistik, tidak menghargai perbedaan pendapat serta tidak mau berdialog. Tidak hanya itu, kata dia, ini juga bisa melahirkan pola pikir yang menyimpang dari arus utama, bahkan menjadi radikal yang dapat menjustifikasi kekerasan dalam menyelesaikan masalah.

1 dari 4 halaman

Dampak Berpikir Sempit

Ma'ruf Amin juga mengungkapkan, cara berpikir sempit juga dapat menghambat dan kontra produktif terhadap upaya membangun kembali peradaban Islam. Hal tersebut kata dia yang menjadi salah satu penyebab mengapa banyak negara berpenduduk muslim masih tergolong under developed country.

" Mengalami ketertinggalan dalam bidang ekonomi, pendidikan, iptek dan bidang lainnya," kata Ma'ruf Amin.

2 dari 4 halaman

Pemikiran Moderat bukan Liberal

Ma'ruf Amin menuturkan, umat Islam perlu memiliki pemikiran yang moderat, serta dinamis namu tetap koridor manhaji dan tidak ekstrim.

Menurut dia cara berpikir moderat dan dinamis tersebut mengandung arti tidak bisa hanya memahami secara tekstual. Serta menolak perkembangan ilmu pengetahuan.

Akan tetapi kata Ma'ruf tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pada perkembangan ilmu pengetahuan dan mengabaikan motivasi agama dalam memandang dan menyikapi setiap persoalan yang muncul dalam kehidupan keseharian.

" Maksudnya disini tidak berpikir secara liberal," kata dia.

Sumber: liputan6.com

3 dari 4 halaman

Menkes Berharap Langkah Wapres Ma'ruf Amin Divaksin Memotivasi Para Lansia

Dream - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan vaksinasi Covid-19 kepada kelompok lanjut usia sudah mulai dijalankan. Budi juga mengatakan sempat mendampingi Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menerima suntikan vaksin di Rumah Dinas Wapres di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, tadi pagi.

" Tadi pagi kita sudah datang mendampingi Pak Wapres disuntik, Pak Wapres sudah 80 tahun," ujar Budi di Pasar Tanah Abang, disiarkan channel YouTube Kementerian Kesehatan RI.

Budi berharap penyuntikan vaksin kepada Ma'ruf bisa menjadi motivasi bagi para lansia agar mau mengikuti vaksinasi. Ini mengingat kelompok lansia sangat rentan dan rawan terkena penyakit terutama Covid-19.

" Mudah-mudahan itu bisa menjadi dorongan dan motivasi untuk lansia Indonesia, itu yang kritis, rawan untuk terkena penyakit, bisa datang dan divaksin terlebih dahulu," kata Budi.

Budi juga mengatakan vaksin CoronaVac sudah mendapatkan izin dari BPOM untuk digunakan untuk seluruh lapisan masyarakat. Terutama untuk kelompok lansia.

" Jadi semuanya boleh (menerima vaksin)," kata Budi.

4 dari 4 halaman

Seluruh Pedagang Pasar Tanah Abang Dapat Vaksin

Hari ini, vaksinasi Covid-19 tahap kedua mulai dijalankan dengan lebih dulu dilaksanakan di Pasar Tanah Abang. Budi mengatakan data sementara ada sekitar 9.700 pedagang di Pasar Tanah Abang akan menerima vaksin dan akan bertambah.

" Sampai hari ini sudah dapat 9.700an dan kita harapkan dalam lima hari bisa selesai," kata dia.

Budi menegaskan vaksinasi akan menyasar para pedagang di empat sampai lima blok Pasar Tanah Abang. Sedangkan Blok A menjadi lokasi pertama.

" Ini semuanya akan divaksin, diprioritaskan yang ada di sini dulu (Blok A)," kata Budi.

Beri Komentar