Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Adan Ramadhan, Ternak Lele Demi Tetap Bisa Sekolah (dompetdhuafa.org)
Dream - Adan Ramadhan, 18 tahun, asal Cibinong RT 03/04, Gunung Sindur, Bogor, merupakan salah satu potret bagaimana susahnya anak muda mendapatkan akses pendidikan. Latar belakang keluarganya yang kurang mampu menjadi alasan Adan terpaksa harus putus sekolah.
Adan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Husin, 56 tahun, merupakan peternak ikan lele yang pendapatannya tidak menentu dan hanya bisa membiayai sekolah anak sulungnya hingga lulus SMA.
Alhasil, Adan harus ikhlas pendidikannya putus di jenjang SMP demi kelulusan kakaknya. Tetapi, dalam lubuk hati kecilnya, Adan masih ingin menempuh pendidikan setinggi mungkin.
Dia lalu bekerja keras mengumpulkan uang dengan beternak lele, mewarisi pengalaman sang ayah. Hanya satu tahun Adan berhenti sekolah.
Dia lalu melanjutkan pendidikan dengan sistem Paket B menggunakan biaya yang sudah dia kumpulkan dari ternak lele tersebut.
Adan beternak lele di lahan penangkaran ikan yang tidak jauh dari rumahnya. Melihat kegigihan Adan, Husin tergerak untuk berusaha lebih keras membantu anaknya mewujudkan mimpi.
" Dia emang pingin banget lanjutin sekolah, saya mah orangtua lihat anak ada keinginan begitu saya dukung pastinya. Selagi saya mampu," kata Husin, dikutip dari laman dompetdhuafa.org.
Adan mengakui butuh biaya besar untuk bisa menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi. Tetapi mimpinya mengalahkan penerimaannya pada kenyataan. Dan demi mimpi itu, Adan tidak mau menyerah. Dia juga menjadi peternak ayam.
Profesi sebagai peternak dijalani Adan sudah lebih dari setahun, sejak dia masuk jenjang SMA. Tiap pagi sebelum fajar menyingsing, Adan siap dengan jaring dan penampung ikan. Bersama sang ayah, Adan menjaring ikan lele dan mencari indukan untuk dikembangbiakkan.
Setiap hari, keduanya menjaring ikan yang beratnya mencapai 10 kilogram. Adan bahkan begitu mahir menjaring. Sekali jaring diceburkan ke kolam, puluhan ekor lele terjerat.
Tidak hanya itu, dia juga pandai memilah ikan yang siap ditelurkan dengan yang belum. Satu per satu ikan dilihatnya. Sebagian dimasukkan ke bak penampung, sebagian dikembalikan ke kolam.
" Kita bisa lihat di perut bagian bawah. Kalau kelihatan banyak putih-putihnya, itu tandanya dia bertelur. Udah bisa kita pisahin ke kolam yang di atas," kata Adan.
Setelah terkumpul, mereka membawa ikan-ikan tersebut ke kolam pemijahan. Sebelum dimasukkan ke kolam, mereka menyuntikkan vitamin agar ikan-ikan tersebut menghasilkan telur yang banyak.
Lele butuh waktu cukup lama untuk bisa bertelur. Hasil pemijahan itu baru bisa dirasakan dalam waktu kurang lebih tiga bulan.
Jika lele hasil pemijahan berlimpah, Husin akan menjual dengan sistem kiloan seharga Rp17.500 per kilo. Jika hasilnya sedikit, dia biasa menjual per kolam.
" Kalau sebulan kadang saya dikasih Rp100.000 sama pemilik kolam. Ini kan kolamnya milik orang Jakarta yang saya urus ternaknya. Tapi terkadang juga saya jualin ke pasar, yah lumayan lah hasilnya buat jajan sama bayar sekolah," kata Adan.
Meski begitu, kerja keras Adan ternyata belum memberikan jaminan dia bebas dari biaya pendidikan. Dia mengaku masih punya tunggakan di sekolahnya dan berusaha mencicil agar tidak memberatkan di akhir tahun.
Selengkapnya, baca pada tautan ini. (Ism, Sumber: Dompetdhuafa.org)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya