Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Seorang pria yang mengaku istrinya meninggalkan bayi mereka karena menderita down syndrome (keterbelakangan mental), ternyata memiliki empat anak lainnya dari perkawinan sebelumnya.
Salah satunya anaknya itu, perempuan, juga menderita keterbelakangan mental.
Samuel Forrest dan istrinya Ruzan Badalyan berpisah seminggu setelah putra mereka Leo lahir dengan down syndrome (DS) di Armenia pada akhir Januari 2015. Forrest mengatakan istrinya malu dengan Leo yang kelak, jika besar, akan menderita keterbelakangan mental.
Daily Mail Australia dalam laporannya, Jumat 12 Februari 2015, mengungkapkan Forrest ternyata memiliki empat anak dari pernikahan sebelumnya di negara asalnya Selandia Baru. Salah satu dari mereka, perempuan, juga menderita DS. Namun Forrest dilarang menemui keempat anaknya itu.
Dalam sebuah email, Forrest mengatakan bahwa dia 'kehilangan keempat anaknya yang tak berdosa' atas campur tangan kelompok agamanya. Dia menuduh kelompok tersebut sengaja menghancurkan keluarganya.
" Semua keluarganya juga anggota kelompok tersebut dan masih dilarang untuk menemui Forrest," seorang sumber mengatakan kepada Daily Mail Australia.
" Itulah alasannya mengapa dia meninggalkan Selandia Baru dan pergi ke Armenia. Dia tidak bisa menghubungi anak-anaknya."
Forrest menghebohkan jagat maya setelah melakukan kampanye pengumpulan dana melalui crowd-funding untuk membawa Leo kembali ke Selandia Baru.
Dia menulis di sebuah situs crowd-funding bahwa mantan istrinya ingin mengirim Leo ke panti asuhan. Alasan istrinya karena dalam budaya Armenia, anak dengan DS memalukan seluruh keluarga.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya