5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin
Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyoroti ramainya media sosial dengan unggahan kaum konservatif Islam. Hal ini berdampak pada sedikitnya pandangan Islam moderat yang mengajak kedamaian dan toleransi.
" Saya kira, sudah saatnya kaum moderat untuk speak up," ujar Lukman dalam Dialog Keagamaan dan Kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa 17 Juli 2018.
Media sosial merupakan wadah yang sangat bermanfaat untuk menyebarkan gagasan. Sayangnya, menurut Lukman, media sosial lebih banyak diisi unggahan atau omongan kelompok ekstrem, baik terlalu konservatif maupun liberal.
Padahal, menurut dia, jumlah kelompok ini sebenarnya begitu kecil. Tetapi mereka begitu riuh di media sosial lantaran tidak ada wacana pembanding dari kelompok moderat.
Lukman lantas berharap kelompok moderat Islam dapat memberikan pengetahuan dan wawasan tentang praktik moderasi beragama bagi masyarakat. Dia sangat mendukung segala bentuk upaya menyebarkan gagasan Islam moderat.
Lebih lanjut, Lukman meminta seluruh ormas keagamaan menyebarkan pencerahan kepada masyarakat tentang kehidupan beragama yang damai. Dia juga mengaku telah mendorong jajaran Kemenag mulai penyuluh agama, guru agama, madrasah hingga perguruan tinggi mempromosikan moderasi beragama.
" Kementerian Agama saat ini membawahi 58 PTKIN. Saya harap PTKIN dapat menjadi agen untuk menyebarkan wacara tentang moderasi beragama," kata Lukman.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?