Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Saat Memimpin Upacara Peringatan Hari Santri (Kemenag)
Dream - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi pesantren dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dia menilai pesantren terbukti tangguh dan mampu melakukan pencegahan, pengendalian, serta penanganan dampak pandemi.
" Ini bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi Covid-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimiliki," ujar Gus Yaqut saat Upacara Peringatan Hari Santri 2021.
Gus Yaqut menyatakan pesantren memiliki modal utama menghadapi tantangan yaitu tradisi dan sikap kehati-hatian. Hal ini diajarkan para kiai sehingga menumbuhkan karakter tangguh pada diri setiap santri.
" Keteladanan para kiai berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin yang saat ini sedang diprogramkan oleh Pemerintah," kata dia.
Dalam peringatan Hari Santri 2021, Gus Yaqut mengajak seluruh santri dan elemen masyarat mendoakan para pahlawan, utamanya dari kalangan ulama, kiai, dan santri. Mereka telah syahid memperjuangkan kemaslahatan bangsa dan agama dalam peperangan melawan penjajah.
Gus Yaqut mengajak para santri mengenang kembali Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang digelorakan Hadratusy Syeikh Hasyim Asyhari, yang menjadi ruh Hari Santri. Momentum inilah yang menjadi penggerak perlawanan terhadap kekuatan Belanda.
" Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan," kata Gus Yaqut.
Di momen Hari Santri tahun ini, Gus Yaqut juga mengungkapkan kado terindah bagi para santri. Kado tersebut yaitu ditandatanganinya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren oleh Presiden Joko Widodo, yang secara khusus mengatur Dana Abadi Pesantren untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren.
Perpres ini menjadi ketentuan kedua yang berpihak pada pesantren. Setelah sebelumnya disahkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
" UU Pesantren maupun Perpres Pendanaan Pesantren, merupakan bentuk rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi negara terhadap pesantren. Ke depan, pesantren diharapkan terus mengembangkan fungsi pendidikan, fungsi dakwah dan juga fungsi pemberdayaan masyarakat," kata Gus Yaqut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya