Praktik Dakwah `Memaksa`, Ini Kata Menag

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 29 Maret 2016 20:03
Praktik Dakwah `Memaksa`, Ini Kata Menag
"Apalagi jika dibumbui dengan hal-hal hitam putih,"

Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku prihatin dengan pola dakwah ahli agama yang cenderung memaksa. Apalagi praktik dakwah itu disebarkan melalui media.

Menurut Lukman, praktik dakwah yang cenderung memaksa sebetulnya telah mengingkari esensi agama. Ruh dari dakwah adalah mengajak dan bukannya memaksa.

" Apalagi jika dibumbui dengan hal-hal hitam putih," ujar Lukman seperti dikutip laman Kemenag, Selasa, 29 Maret 2016.

Lukman menjelaskan, substansi risalah kenabian adalah menyempurnakan perilaku akhlak, bukan menumpahkan darah orang yang berbeda dengan kita.

" Dengan berbeda, kita bisa saling membantu, saling mengisi, melengkapi dan bekerja sama,” ungkap Menag.

Perkembangan era digital diakui Menag memang telah mempengaruhi pola dan gaya hidup, serta cara pandang masyarakat, bahkan hingga relasi dengan keluarga dan teman.

Karenanya, Menag mengajak masyarakat untuk menyikapi perkembangan itu dengan bijaksana. Menag menyayangkan, beberapa kejadian, karena masalah yang tidak prinsipil, lalu dipersoalkan dan diperbesar.

“ Saya meyakini, esensi agama adalah memanusiakan manusia. Karena itulah, mari kita kembali ke esensi agama, kita kembali ke substansi agama. Jika ini terjadi, maka ketahanan nasional kita dapat kita jaga,” tuturnya.

Namun jika tidak, lanjut Lukman, bukan tidak mungkin hal-hal dan kekacauan yang terjadi di Timur Tengah, Afrika dan Eropa Timur, terjadi di negeri kita ini. " Karena, perbedaan yang kita miliki, jauh lebih besar dari mereka,” ujar Menag. (Ism) 

Beri Komentar