Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku prihatin dengan pola dakwah ahli agama yang cenderung memaksa. Apalagi praktik dakwah itu disebarkan melalui media.
Menurut Lukman, praktik dakwah yang cenderung memaksa sebetulnya telah mengingkari esensi agama. Ruh dari dakwah adalah mengajak dan bukannya memaksa.
" Apalagi jika dibumbui dengan hal-hal hitam putih," ujar Lukman seperti dikutip laman Kemenag, Selasa, 29 Maret 2016.
Lukman menjelaskan, substansi risalah kenabian adalah menyempurnakan perilaku akhlak, bukan menumpahkan darah orang yang berbeda dengan kita.
" Dengan berbeda, kita bisa saling membantu, saling mengisi, melengkapi dan bekerja sama,” ungkap Menag.
Perkembangan era digital diakui Menag memang telah mempengaruhi pola dan gaya hidup, serta cara pandang masyarakat, bahkan hingga relasi dengan keluarga dan teman.
Karenanya, Menag mengajak masyarakat untuk menyikapi perkembangan itu dengan bijaksana. Menag menyayangkan, beberapa kejadian, karena masalah yang tidak prinsipil, lalu dipersoalkan dan diperbesar.
“ Saya meyakini, esensi agama adalah memanusiakan manusia. Karena itulah, mari kita kembali ke esensi agama, kita kembali ke substansi agama. Jika ini terjadi, maka ketahanan nasional kita dapat kita jaga,” tuturnya.
Namun jika tidak, lanjut Lukman, bukan tidak mungkin hal-hal dan kekacauan yang terjadi di Timur Tengah, Afrika dan Eropa Timur, terjadi di negeri kita ini. " Karena, perbedaan yang kita miliki, jauh lebih besar dari mereka,” ujar Menag. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya