Masjid Hadiah Putra Mahkota UEA di Solo Sudah Dapat Sertifikat Hak Pakai Lahan

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 20 Agustus 2020 06:01
Masjid Hadiah Putra Mahkota UEA di Solo Sudah Dapat Sertifikat Hak Pakai Lahan
Solo akan memiliki Grand Mosque Mohamed bin Zayed, masjid megah yang berarsitektur sama dengan Grand Mosqur Abu Dhabi.

Dream - Persiapan pembangunan Grand Mosque Mohamed bin Zayed di Solo, Jawa Tengah, terus berjalan. Masjid yang merupakan hadiah Putra Mahkota Abu Dhabi, Syeikh Muhammad bin Zayed An Nahyan kepada Presiden Joko Widodo tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 3 hektar.

Sebelum pembangunan dimulai, Menteri Agama Fachrul Razi menyerahkan Sertifikat Hak Pakai (SHP) atas lahan yang berlokasi di bekas SPBU Gilingan, Jalan Ahmad Yani, Solo. Sertifikat dengan Nomor 00051 itu diserahkan kepada Kanwil Kemenag Jawa Tengah.

" Tadi kisa saksikan penyerahan sertifikat hak pakai tanpa jangka waktu, jadi hak pakai tanpa jangka waktu yang akan kita berikan untuk membantu masjid yang disebut Grand Mosque Mohamed bin Zayed," ujar Fachrul, dikutip dari Merdeka.com.

 

1 dari 3 halaman

Di lokasi masjid juga akan dibangun Islamic Center. Fachrul berharap masjid yang dibangun dapat memberikan manfaat yang luas bagi seluruh masyarakat.

" Ke depan dengan adanya masjid ini akan lebih memperkuat toleransi dan kerukunan umat di Indonesia," kata Fachrul.

Grand Mosque Mohamed bin Zayed ini merupakan replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque yang berada di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Bangunan masjid ini nantinya memiliki desain yang sama dengan masjid agung yang berada di Abu Dhabi tersebut.

Sumber: Merdeka.com/Arie Sunaryo

2 dari 3 halaman

Solo Bakal Punya Masjid Megah, Hadiah Pangeran Zayed untuk Jokowi

Dream - Kota Solo akan memiliki masjid megah berdesain mirip dengan Grand Mosque Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pembangunan tersebut merupakan hadiah Pangeran Abu Dhabi, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan kepada Presiden Joko Widodo.

Utusan Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA, Setyo Wisnu Broto, mengatakan desain masjid tersebut dibuat mirip dengan Grand Mosque Abu Dhabi yang terkenal sebagai masjid terindah di dunia.

" Desain ini sebenarnya punya hak intelektual, tapi sama Pangeran diberikan untuk Indonesia. Ini satu hal yang luar biasa," ujar Setyo, dikutip dari Merdeka.com.

Setyo mengatakan peletakan batu pertama akan dilaksanakan pada Desember 2020. Sementara saat ini, tahap yang sudah dijalankan yaitu pengukuhan arah kiblat.

" Groundbreaking akan dilakukan bulan Desember 2020 dan langsung dibangun," kata Setyo.

 

3 dari 3 halaman

Masjid tersebut akan menempati lahan seluas 3 hektare yang berlokasi di dekat tanah bekas SPBU Gilingan Solo di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Banjarsari. Diharapkan dalam dua tahun ke depan, proses pembangunan masjid yang juga akan difungsikan sebagai Islamic center ini rampung.

" Kalau pembangunan secara fisiknya saja diperkirakan 1,5 tahun sudah selesai," kata Setyo.

Untuk pengukuhan arah kiblat, pihaknya melibatkan Kementerian Agama, MUI, serta ormas Islam. Ini agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan arah kiblat.

" Untuk tahap pertama hari ini, kita menentukan arah kiblat. Kami mengundang tokoh Muhamamdiyah, NU, MUI, agar semuanya di sini tidak ada simpang siur," kata dia.

Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan mengunjungi Jokowi akhir Juli tahun lalu. Dalam kunjungan tersebut, Sheikh Mohamed berjanji memberikan hadiah berupa masjid yang akan dibangun di kampung kelahiran Jokowi.

Beri Komentar