Mengenal Bus Shalawat, Tunggangan Jamaah Haji Indonesia

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 5 September 2014 12:00
Mengenal Bus Shalawat, Tunggangan Jamaah Haji Indonesia
Jamaah haji Indonesia tak perlu khawatir mencari kendaraan jika ingin bepergian dari pemondokan ke Masjidil Haram. Pemerintah telah menyiapkan bus yang siap mengangkut jamaah haji selama 24 .

Dream - Jamaah haji Indonesia tak perlu khawatir mencari kendaraan jika ingin bepergian dari pemondokan ke Masjidil Haram. Sebab, pemerintah telah menyiapkan armada bus yang siap mengangkut jamaah haji selama 24 jam. Bus shalawat namanya.

" Kementerian Agama menyiapkan bus shalawat bagi jamaah haji yang akan pergi beribadah ke Masjidil Haram terutama yang jarak antara pemondokan dengan Masjidil Haram sekitar 1.000 meter hingga 3.980 meter," kata Kepala Daerah Kerja Mekah, Endang Jumali, dikutip Dream dari laman Kementerian Agama, Jumat 5 September 2014.

Menurut Endang, transportasi bus shalawat tersebut dibagi dalam 12 rute. Masing-masing rute ditempeli stiker besar yang berisi bendera merah putih, nomor, nama rute serta tujuannya.

Bagi jamaah haji yang ingin berjalan kaki ke Masjidil Haram, jarak yang ditempuh sekitar 2.000 meter, namun jika menggunakan bus shalawat jarak yang ditempuh menjadi lebih jauh karena untuk bus harus memutar.

Untuk rute Aziziah Janubiah ke Mahbasin dengan stiker berwarna biru, Aziziah Syimaliah ke Mahbasjin dengan stiker warna kuning, Syisyah Raudhah ke Mahbasjin dengan stiker warna merah, Mahbasjin ke Bab Malik dengan stiker warna putih.

DarivSyisyah ke Al Ghaza dengan stiker warna ungu, Raudhah ke Al Ghaza dengan stiker warna violet, Maabah ke Al Ghaza dengan stiker warna biru, Reidzkahir ke Al Gaza dengan stiker warna abu-abu, dan Utaibiyah/Jarwal – Al Ghaza dengan stiker warna jingga.

Sementara dari Biban atau Syari Mansyur ke Al Ghaza dengan stiker warna hitam, Syari Mansyur ke Al Ghaza dengan stiker warna hijau, dan Bhakhutmah - Nakkasah ke Al Ghaza dengan stiker warna oranye.

Untuk bus yang membawa jamaah haji dengan rute dari pemondokan ke Mahbasjin, jamaah haji harus ganti lagi dengan bus dari Mahbasjin ke Bab Ali. Untuk menjemput atau menurunkan jamaah haji, bus shalawat akan berhenti di halte dekat pemondokan jamaah haji. 

Karena udara panas, maka para jamaah haji yang pergi ke Masjidil Haram di siang hari hendaknya membawa payung atau topi. Di samping itu jamaah haji juga diharapkan membawa bekal air dalam botol untuk bisa diisi ulang dengan air zamzam yang tersedia di dalam masjid,  dan makanan

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting