6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Mensesneg Pratikno Saat Dikerubungi Wartawan Di Istana Presiden (Setkab.go.id)
Dream - Isu pergantian jajaran kabinet (reshuffle) kabinet kembali mencuat. Pemicunya kali ini berasal dari beredarnya imbauan kepada para menteri agar tak meninggalkan Jakarta antara 25-29 Juli 2016.
Menanggapi kabar tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menegaskan imbauan tersebut hanya terkait dengan rencana akan digelarnya Sidang Kabinet Paripurna yang digelar dalam minggu ini.
" Jadi seperti biasa, Pak Presiden mengharapkan semua menteri untuk hadir. Itu saja," katanya.
Dicecar pertanyaan wartawan seputar adanya agenda lain dalam sidang kabinet minggu ini, Pratikno menjawab, " Terkait macam-macamlah," ujarnya dikutip dari laman Setkab.go.id, Senin, 25 Juli 2016.
Mensesneg menegaskan, imbauan tak keluar kota seperti itu biasa dilakukan jelang digelarnya Sidang Kabinet Paripurna. Pratikno juga membantah adanya surat edaran yang melarang para menteri untuk meninggalkan Jakarta.
“ Ngga ada surat edaran, biasa itu dilakukan, kalau ngga gitu ngga lengkap. Setiap kali begitu, kalau mau ada sidang kabinet paripurna ya begitu, jadi jangan dilebih-lebihkan,” tutur Pratikno.
Meski menolak adanya surat edaran larangan keluar kota, Mensesneg mengakui adanya pemanggilan sejumlah menteri Kabinet Kerja yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, dalam beberapa waktu terakhir. Namun Mensesneg menjelaskan, pemanggilan itu bukan merupakan evaluasi atas kinerja para menteri.
“ Memang beberapa menteri dipanggil, untuk melanjutkan tradisi yang sudah dimulai Pak Presiden, jangan sampai ada menteri yang terlalu sering ketemu Presiden karena membahas bidang tertentu seperti agenda tertentu paten, deregulasi, dan lain-lain. Ini semua menteri diajak bicara, ngobrol dengan Presiden , apa masalahnya, apa solusinya,” kata Pratikno.
Mensesneg menegaskan pemanggilan itu membahas permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing menteri, dan solusi yang akan dilakukan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
