Firasat Ibunda Sebelum Ipda Dodon Tewas Ditembak di Tol

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 29 Agustus 2018 12:02
Firasat Ibunda Sebelum Ipda Dodon Tewas Ditembak di Tol
Ipda Dodon meninggal akibat luka tembak di rahang dan dada.

Dream - Anggota PJR Ditlantas Polda Jabar, Ipda Dodon Kusdianto, menjadi korban penembakan orang tak dikenal di KM 224 Tol Pejagan Cirebon Jumat pekan lalu. Saat itu, Dodon tengah menjalankan tugas patroli di jalan tol.

Dodon sempat dirawat intensif di RS Polri Kramat Jati akibat luka tembak di rahan dan dada. Sayangnya, nyawa Dodon tidak bisa terselamatkan.

" Anak saya sempat ditangani di RS Plumbon kemudian dirujuk ke RS Kramat Jati karena lukanya cukup parah," ujar ayah Dodon, SM Kardila, di rumah duka di Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, Cirebon, Jawa Barat, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 29 Agustus 2018.

Sejumlah pejabat Polri datang melayat ke rumah duka pada Selasa kemarin. Mereka juga turut mengantarkan jenazah Dodon ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Kardila mengatakan mendapat kabar anaknya meninggal dari sang menantu, Riri. Dia sempat tidak percaya Dodon sudah tidak ada.

Sebab, kata Kardila, anaknya sempat berbicara dengannya. Kala itu, Dodon masih dirawat di RS Plumbon. " Itu sebelum Kapolda datang," ucap Kardila.

1 dari 2 halaman

Mimpi Gelar Hajatan

Dream - Selanjutnya, Dodon mengatakan istrinya, Mienturmini, mengalami pertanda kuat sesuatu yang buruk akan terjadi. Menurut dia, Dodon sempat hadir dalam mimpi istrinya.

Kepada Kardila, Mienturmini mengaku bermimpi menggelar hajatan. Tetapi, dia tidak tahu apa maksud dari mimpi tersebut.

" Iya, mimpi hajatan," ucap Kardila.

Kematian anaknya tentu membuat Kardila merasa sedih. Dia mengaku sering mengingatkan anaknya untuk tidak menyimpan senjata api di tempat yang sulit dijangkau.

" Saat kejadian, saya dapat informasi jika senjatanya disimpan di mobil dan setelah merasa sakit baru dia mengambil senjatanya," ucap Kardila.

2 dari 2 halaman

Naik Pangkat

Dream - Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto, mengatakan kasus penembakan di Tol Pejagan terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sudah ada dua anggota PJR jadi korban penembakan.

Dua polisi tersebut yaitu Ipda Dodon dan Ipda Widi Harjan. Keduanya mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat.

" Kenaikan pangkat dari Aiptu menjadi Ipda dilakukan berdasarkan keputusan dari Kapolri," kata Suhermanto.

Terkait kondisi Ipda Widi, Suhermanto menjelaskan dua peluru yang bersarang di tubuhnya telah diangkat. Saat ini kondisi Widi sudah membaik.

" Hanya saja masih menjalani proses pemulihan sehingga belum diizinkan untuk pulang," kata Suhermanto.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Panji Prayitno)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik